<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121</id><updated>2011-12-21T05:24:36.753-08:00</updated><title type='text'>FRANS DONALD 'Pemikir Bebas</title><subtitle type='html'>KRISTEN TAUHID (KRISTEN UNITARIAN), KRISTEN BUKAN PENGANUT TRINITAS, MEYAKINI YESUS SEBAGAI UTUSAN YAHWEH (UTUSAN ALLAH)
Blog ini adalah sebagian serba-serbi seputar Frans Donald dengan pandangan serta opini-opini (keagamaan) yang berkaitan dengannya ....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-483026103959899920</id><published>2009-12-30T21:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T21:29:11.429-08:00</updated><title type='text'>BUKU DAHSYAT YANG PATUT DIBACA!!!</title><content type='html'>Penulis: Ioanes Rakhmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membedah Soteriologi Salib: Sebuah Pergulatan Orang Dalam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbit: Januari 2010 (Semarang: Borobudur Indonesia Publishing, Jan 2010). &lt;br /&gt;ISBN: 978 979 25 2707.0. &lt;br /&gt;Ukuran: 14 cm x 20,5 cm. Tebal: 152 halaman. Harga Rp 35.000/eks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membedah soteriologi salib sama dengan membedah kekristenan (Barat) itu sendiri! Ketika soteriologi ini berhasil diruntuhkan dan dinyatakan tidak absah, maka apakah kekristenan juga runtuh dan menjadi tidak absah? Ya, kekristenan yang berfondasi pada soteriologi salib memang runtuh; tetapi penulis buku ini, Ioanes Rakhmat, membangunnya kembali dari keruntuhannya dengan mengajukan soteriologi-soteriologi alternatif yang tersedia dan yang tetap setia pada Yesus dari Nazaret. Beli dan bacalah buku yang kontroversial dan panas ini! Bangun pemahaman kritis anda tentang kekristenan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesanan langsung sudah dapat dilayani sekarang dengan menghubungi (sms) 08179719991 dan selanjutnya pengiriman dan pembayaran akan diatur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-483026103959899920?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/483026103959899920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=483026103959899920' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/483026103959899920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/483026103959899920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/12/buku-dahsyat-yang-patut-dibaca.html' title='BUKU DAHSYAT YANG PATUT DIBACA!!!'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-4392520853525229329</id><published>2009-08-30T16:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T17:07:11.778-07:00</updated><title type='text'>Web menarik!</title><content type='html'>Seringkali Banyak org menghubungi saya (dari daerah Jawa maupun Luar Jawa) dan mengaku sebagai org KATOLIK YG TIDAK MENGANUT PAHAM TRINITAS (TRITUNGGAL MAHA KUDUS). Kadang saya heran dalam hati "apa ada ya Institusi Katolik yang berani tegas menolak Trinitas seperti kami?" Ternyata beberapa waktu yg lalu pertanyaan hatiku terjawab makin jelas, seorang sobat dari Medan mengabarkan keberadaan para Katolik YANG BUKAN PENGANUT DOKTRIN TRITUNGGAL (Trinitas), yaitu: http://www.arian-catholic.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, menarik! Di situ bahkan dikatakan bahwa "Kekristenan penganut Trinitas adalah BID'AH dan KEMURTADAN"!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya jadi teringat, 2 tahun yang lalu, seorang teolog Katolik Indonesia pernah berkata padaku bahwa : Doktrin Trinitas HANYALAH BID'AH YANG PALING SUKSES!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya abad ini adalah masa "Runtuhnya" Doktrin Tua yang bernama "TRINITAS (TRITUNGGAL MAHA KUDUS)" tersebut, wahai Trinitas, di mana sengatmu?! Wahai Trinitas di mana taring dan cakarmu?!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-4392520853525229329?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/4392520853525229329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=4392520853525229329' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4392520853525229329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4392520853525229329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/08/web-menarik.html' title='Web menarik!'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-4192227248313270882</id><published>2009-05-16T04:57:00.001-07:00</published><updated>2009-05-24T20:25:55.435-07:00</updated><title type='text'>Just Info:</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/ShIFpC2OIlI/AAAAAAAAACM/oPGmidkJwYY/s1600-h/coverADAA.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/ShIFpC2OIlI/AAAAAAAAACM/oPGmidkJwYY/s320/coverADAA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337334711084524114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makalah, Seminar &amp; Bedah Buku &lt;br /&gt;"ALLAH DALAM ALKITAB DAN AL QURAN"&lt;br /&gt;Hari Minggu 24 Mei 2009, di UNIVERSITAS BRAWIJAYA Malang&lt;br /&gt;Pk. 08.00 - 15.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGAPA KRISTEN – ISLAM LAYAK UNTUK BERSAHABAT?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kajian [pemikiran] perspektif ‘Agama secara Hakikat’ (bukan perspektif Agama Institusi / Agama Organisasi / Agama label [merek agama]) &lt;br /&gt;Oleh Frans Donald – 08179719991, fransdonald@ymail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna Sejati&lt;/strong&gt; “Kristen” (sebagai kata benda) makna sejatinya adalah pengikut Kristus atau murid Yesus (“..di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen”- Kisah 11:26). Menurut KBBI: Kris•ten n agama yg disampaikan oleh Kristus (Nabi Isa).Yang dimaksud dengan Kristus di Alkitab adalah Yesus atau dalam bahasa Arab disebut Isa Almasih. &lt;br /&gt;“Islam”, sebagai kata benda, menurut KBBI: Is•lam n agama yg diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. berpedoman pd kitab suci Alquran yg diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt. “Islam” (sebagai kata sifat) makna sejatinya adalah sikap pasrah atau berserah pada Allah (Hadits Shaheh Muslim jilid 1 ayat 9).&lt;br /&gt;Sebagai kata sifat. makna ‘islam’ sejatinya adalah “berserah”, maka ‘pengikut Yesus yang sejati’ tentu juga pasrah (berserah) pada Allah, oleh karena itu dalam Al Quran (Surat Al Maidah /5:111, Ali Imran/3:52) tegas menyebutkan bahwa para pengikut atau sahabat-sahabatnya Isa (murid-murid Yesus) -yang disebut juga sebagai kaum hawariyin- mereka disebut sebagai muslim (orang-orang islam).&lt;br /&gt;Hal yang perlu diingat dan dipahami betul bahwa, makna sejati dari “Kristen” dan “islam” bukanlah menunjuk pada suatu ‘agama institusi’ atau ‘agama organisasi’ seperti yang kini populer dan telah berkembang luas! Makna kata “Islam” di dalam Al Quran mengandung arti orang yang berserah diri kepada Allah dan bukan menunjuk kepada agama (label, institusi, organisasi), buktinya Ibrahim, Musa, Isa (Yesus) dan pengikutnya disebut sebagai orang Islam. &lt;br /&gt; Peng-institusi-an agama [formalisme agama] (syari’at) -yang biasanya kaku dan fanatik- telah mengakibatkan pendangkalan terhadap substansi (hakikat sejati) makna “Kristen” dan “Islam”, hal inilah rupanya biangkerok yang melahirkan kesalahpahaman antara kaum Muslim dan Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Orang islam (orang-orang yang taat dan pasrah) dan orang Kristen (pengikut Yesus) memiliki satu Allah. Benarkah demikian? Kesaksian Alkitab Kristen mengatakan demikian: “Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?” (Maleakhi 2:10). Ayat yang lain dalam Alkitab juga menyebutkan: “Adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain?” (Roma 3:29); “Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita” (Kisah Rasul 3:13). Sementara, kesaksian Al Quran menyatakan juga hal yang senada dengan itu; “Katakanlah (Muhammad) kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim (Abraham), Ismail, Ishak, dan Yakub (Israel), dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa (Yesus) dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri (ber-islam)” (Ali Imran / 3:84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu Agama&lt;/strong&gt; Pengikut Yesus (Isa) dan pengikut Muhammad sungguh sangat layak untuk senantiasa bersahabat dan bergandengan tangan. Mengapa? Sebab sejatinya  mereka –yaitu islam sejati dan kristen sejati- sesungguhnya bukanlah orang-orang yang berbeda agama. Agama mereka adalah agama yang satu alias tunggal! Mari kita simak kesaksian dalam ayat-ayat berikut yang menyatakan bahwa agamanya Yesus, agamanya Muhammad, dan agamanya para nabi semua adalah satu / sama: “Sesungguhnya inilah agamamu, agama yang satu , dan Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku” (QS. Al Ambiya /21: 92); Rasulullah berkata: “..Aku lebih berhak atas Isa putera Maryam di dunia dan di akhirat. Para nabi adalah satu ayah dari ibu yang berbeda [maksudnya satu keturunan] dan agama mereka adalah satu.” (Hadits Bukhari 1501).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertanyaan sederhana, tetapi penting:&lt;br /&gt;Jika Yesus dan Muhammad adalah satu agama dan memiliki satu Allah, maka layakkah orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus dan pengikut Muhammad bertikai soal agama? Tidakkah justru semestinya Kristen (sejati) dan islam (sejati) wajib dan pasti bersahabat? Hal ini perlu diperbincangkan (didiskusikan)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-4192227248313270882?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/4192227248313270882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=4192227248313270882' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4192227248313270882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4192227248313270882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/05/just-info.html' title='Just Info:'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/ShIFpC2OIlI/AAAAAAAAACM/oPGmidkJwYY/s72-c/coverADAA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-6005990604446105266</id><published>2009-05-09T04:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T04:23:28.673-07:00</updated><title type='text'>Mau Join Facebook Unitarian Indonesia?</title><content type='html'>Langsung aja masuk ke grup Kristen Unitarian Indonesia. GBU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-6005990604446105266?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/6005990604446105266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=6005990604446105266' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/6005990604446105266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/6005990604446105266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/05/mau-join-facebook-unitarian-indonesia.html' title='Mau Join Facebook Unitarian Indonesia?'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-7368591201466197</id><published>2009-04-17T01:22:00.001-07:00</published><updated>2009-04-17T01:40:22.552-07:00</updated><title type='text'>GEREJA ADVENT GEGER</title><content type='html'>Kini Gereja Advent di wilayah Sulawesi Selatan telah geger, setelah beberapa orang di Toraja mulai "menggugat" kekeliruan doktrin Trinitas yang diajarkan oleh orang-orang Advent masa kini. Salah satu hal yang sangat menggegerkan adalah diketahui bahwa ternyata Advent mula-mula sesungguhnya bukanlah penganut Trinitas!&lt;br /&gt;Sayangnya tak satu pun pendeta atau majelis Advent di sana yang berani berdialog dengan para "penggugat" ini. Para petinggi gereja hanya bisa marah sambil gencar menyebarkan fitnah bahwa orang-orang penolak Trinitas tersebut sebagai penyakit sampar, kudis, iblis, dsbnya.&lt;br /&gt;Fakta dan data akurat yang ada dalam gereja Advent sendiri jelas-jelas salah satunya mengatakan bahwa Trinitas adalah ajaran yang salah yang diilhami oleh setan (Warta Gereja Advent No.12/Th LXVII/halaman 9). Melalui buku Adventism in America bahkan secara gamblang bisa diketahui oleh siapa saja yang membacanya bahwa telah terjadi perubahan doktrin yang "fundamental" dalam sejarah gereja Advent, yaitu dari awalnya Advent bukanlah penganut Trinitas kemudian menjadi menganut Trinitas (Trinitas ala Roma Katholik).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-7368591201466197?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/7368591201466197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=7368591201466197' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/7368591201466197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/7368591201466197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/04/gereja-advent-geger.html' title='GEREJA ADVENT GEGER'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-758342190183324058</id><published>2009-04-17T01:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T01:13:38.206-07:00</updated><title type='text'>Kiai Yang Tidak Biasa (Luar biasa)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/Seg6E0JIwLI/AAAAAAAAABk/O7bBWeBqAtg/s1600-h/gus+nuril.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/Seg6E0JIwLI/AAAAAAAAABk/O7bBWeBqAtg/s400/gus+nuril.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325570413756465330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.H.DR.Nuril Arifin, MBA (Gus Nuril) Pengasuh Ponpes Soko Tunggal Semarang, bersama Frans Donald pada suatu kesempatan seusai acara dialog kerukunan umat beragama di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu itu Gus Nuril - Sang Panglima Barisan Berani Mati - kala itu di tengah-tengah wejangannya yang penuh inspirasi sempat mengatakan dengan tegas di depan banyak orang Islam dan Kristen bahwa Allah umat Islam adalah sama dengan Allah umat Nasrani yaitu Yahweh, Yehovah! Allahu Akbar!*&lt;br /&gt;Pernyataan ‘langka’ Sang Kiai di depan umum tersebut kiranya menjadi inspirasi mutiara yang indah bagi segenap umat Islam dan Kristen di Indonesia agar senantiasa bergandengan tangan dengan erat dan berhikmat menyongsong KIAMAT yang semakin dekat! Allahu Akbar, HaleluYah...!&lt;br /&gt;*Suatu pandangan yang sangat sesuai Al Qur’an (QS. 29:46)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-758342190183324058?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/758342190183324058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=758342190183324058' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/758342190183324058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/758342190183324058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/04/kiai-yang-tidak-biasa-luar-biasa.html' title='Kiai Yang Tidak Biasa (Luar biasa)'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/Seg6E0JIwLI/AAAAAAAAABk/O7bBWeBqAtg/s72-c/gus+nuril.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-2003588366623371565</id><published>2009-04-14T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T20:05:12.178-07:00</updated><title type='text'>KONTAK FRANS DONALD?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bagi saudara-i yang ingin menghubungi Frans Donald silakan kontak langsung ke 081 7971 9991&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-2003588366623371565?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/2003588366623371565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=2003588366623371565' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/2003588366623371565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/2003588366623371565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/04/kontak-frans-donald.html' title='KONTAK FRANS DONALD?'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-4890472604195591649</id><published>2009-02-21T03:33:00.000-08:00</published><updated>2009-06-01T19:20:51.545-07:00</updated><title type='text'>DICARI !</title><content type='html'>&lt;strong&gt;INFO PENTING:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DICARI !&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;1.Naskah buku untuk MENANGGAPI BUKU “MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL – karya Frans Donald” &lt;br /&gt;2.Naskah buku untuk MENANGGAPI BUKU “YESUS KRISTUS BUKAN ALLAH TAPI TUHAN – KARYA Ellen Kristi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans Donald dan Ellen Kristi adalah penganut Kristen Unitarian (Kristen yang menolak doktrin keallahan Yesus).&lt;br /&gt;Pdt. DR. Stephen Tong (Pdt. Gereja Reformed) dalam bukunya berjudul “ALLAH TRITUNGGAL” mengatakan bahwa ajaran Unitarian adalah ajaran sesat.&lt;br /&gt;Pdt. Teguh Hindarto MTh. di websitenya pernah menampilkan tulisan sepihak yang olehnya ditampilkan secara “curang” seolah-olah telah terjadi dialog / debat / tanya jawab silih berganti antara Frans Donald dengan Teguh Hindarto (padahal debat itu tak pernah terjadi!), dan mengesankan seolah Frans Donald tidak bisa menjawab argumen-argumen Teguh Hindarto yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah sejati.&lt;br /&gt;Bambang Noorsena SH. (Dosen di Malang, penggagas Ortodoks Syiria yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah sejati, konon ia mantan Islam dan dianggap jago oleh kelompoknya) pernah bak kebakaran jenggot dan berkata bahwa “Frans Donald guobloook sekali …!!!”&lt;br /&gt;Pdt. Budi Asali MDiv. (Pdt. Gereja Reformed, rekan Stephen Tong, gencar menuduh Unitarian dan orang yang tidak mau mengakui keallahan Yesus sebagai sesat dan masuk neraka) menganggap buku-buku Frans Donald dan buku Ellen Kristi sebagai buku sesat.&lt;br /&gt;Pdt. Esra Alfred Soru STh. (Pdt. Gereja Reformed, murid Budi Asali, tinggal di Kupang - NTT) gencar melalui media Koran Umum Harian Timor Express (Jawa Pos Grup di NTT) mempublikasikan bahwa Frans Donald adalah manipulator ulung, penyesat, berotak kotor, ular beludak, dsbnya.&lt;br /&gt;Orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Stephen Tong maupun pengikut Bambang Noorsena, pernah berjanji untuk membuat tanggapan tertulis terhadap buku “MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL, karya Frans Donald”, yang katanya mau membuktikan bahwa secara Alkitabiah Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia.&lt;br /&gt;Serta ratusan telepon dan SMS yang datang bertubi pernah menuduh Frans Donald dan Ellen Kristi sebagai sesat, gila, anjing, jelmaan iblis, kontol, cukimai, asu, babi, dirasuki setan, penghuni neraka, penulis gila yang buku-bukunya harus dibakar, tolol, iblis bersayap malekat, dan berbagai macam kata-kata makian / cercaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENARKAH AJARAN KRISTEN UNITARIAN (Seperti Frans Donald, Ellen Kristi, dkknya. yang menolak keallahan Yesus) ADALAH AJARAN YANG BISA DIBUKTIKAN SEBAGAI AJARAN YANG TIDAK ALKITABIAH DAN SESAT??? TETAPI, Mengapa hingga buku “MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL-tentang keallahan Yesus” karya Frans Donald telah 6 (enam) kali mengalami cetak ulang (cetakan I Th. 2007, cetakan ke 6 Th. 2009) hingga kini belum ada satupun buku yang terbit ke publik guna menanggapi buku karya Frans Donald tersebut? Begitu pula dengan buku Ellen Kristi yang berjudul “[YESUS KRISTUS] BUKAN ALLAH TAPI TUHAN”, belum ada buku tanggapannya yang berani tampil ke publik, hingga buku “dahsyat” tersebut masuk cetakan ke 4!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MAKA DENGAN INI KAMI SAMPAIKAN KEPADA MASYARAKAT UMUM (MENGUNDANG):&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wahai seluruh warga Indonesia, teolog-teolog, para pendeta, guru agama, sarjana teologi, doktor-doktor teologi, profesor teologi, atau aktifis agama, pemerhati, siapapun anda, apapun profesi anda, jika Anda dapat membuktikan secara akurat-Alkitabiah bahwa “YESUS ADALAH ALLAH SEJATI” atau, “YESUS BUKAN ALLAH SEJATI”, maka: buatlah naskah buku untuk menanggapi buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL (pen. Frans Donald) dan atau buku YESUS KRISTUS BUKAN ALLAH TAPI TUHAN (pen. Ellen Kristi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Anda bisa sebagai tanggapan menyetujui isi buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL atau buku BUKAN ALLAH TAPI TUHAN (artinya isi naskah Anda menyetujui bahwa Yesus bukan Allah sejati). Atau, naskah Anda bisa sebagai tanggapan ketidak setujuan / kontra terhadap isi buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL atau buku BUKAN ALLAH TAPI TUHAN (artinya isi naskah Anda adalah membuktikan secara Alkitabiah bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma jadi manusia).&lt;br /&gt;Kirimkan naskah Anda ke Penerbit Borobudur, Jl. Parangkusumo X no 14, Tlogosari – Semarang, Telp. 024 70665218&lt;br /&gt;Naskah terbaik (akurat-Alkitabiah) akan kami terbitkan menjadi buku karya Anda. Dan akan kami distribusikan ke toko-toko buku besar di seluruh Indonesia. Anda (Penulis) akan menerima Royalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BUKU TANGGAPILAH DENGAN BUKU"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kami tunggu, ya….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan:&lt;/strong&gt; Jika Anda belum memiliki ke 2 buku diatas, segera dapatkan di Toko Buku Gramedia, Toga Mas, Gunung Agung, dllnya. Atau hubungi 081 7971 9991.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-4890472604195591649?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/4890472604195591649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=4890472604195591649' title='162 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4890472604195591649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4890472604195591649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2009/02/dicari.html' title='DICARI !'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>162</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-6500700119436421940</id><published>2008-12-04T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T19:53:51.021-08:00</updated><title type='text'>MILIKILAH KOLEKSI BUKU-BUKU BERNUANSA UNITARIAN:</title><content type='html'>MILIKILAH KOLEKSI BUKU-BUKU BERNUANSA UNITARIAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;strong&gt;MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;Penulis: Frans Donald, cetakan I: 2007 - cetakan ke-5: 2008.&lt;br /&gt;Harga Rp. 28.000,- &lt;br /&gt;Tersedia di GRAMEDIA, Gunung Agung, Toga Mas, Merbabu. &lt;br /&gt;Bisa pesan via pos, dana transfer ke: BCA 4620415796 (a.n. Yulianti),  atau BRI no. 1138-01-000705-50-5. Hubungi 024-70665218 atau 081 7971 9991.&lt;br /&gt;Beli banyak dapat diskon khusus sampai 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;strong&gt;ALLAH DALAM ALKITAB &amp; AL QURAN&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;Penulis: Frans Donald, cetakan I: 2005 – cetakan ke-13: 2008&lt;br /&gt;Harga Rp. 25.000,- &lt;br /&gt;Tersedia di GRAMEDIA, Gunung Agung, Toga Mas, Merbabu. &lt;br /&gt;Bisa pesan via pos, dana transfer ke: BCA 4620415796 (a.n. Yulianti), atau BRI no. 1138-01-000705-50-5. Hubungi 024-70665218 atau 081 7971 9991.&lt;br /&gt;            Beli banyak dapat diskon khusus sampai 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;strong&gt;KASUS BESAR YANG KELIRU TERNYATA YESUS MALAIKAT&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;Penulis: Frans Donald, cetakan I: 2004 - cetakan ke-8: 2008.&lt;br /&gt;Harga Rp. 28.000,- &lt;br /&gt;Tersedia di GRAMEDIA, Gunung Agung, Toga Mas, Merbabu. &lt;br /&gt;Bisa pesan via pos, dana transfer ke: BCA 4620415796 (a.n. Yulianti) atau BRI no. 1138-01-000705-50-5. Hubungi 024-70665218 atau 081 7971 9991.&lt;br /&gt;Beli banyak dapat diskon khusus sampai 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;strong&gt;BUKAN ALLAH TAPI TUHAN&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;Penulis: Ellen Kristi, cetakan I: 2005 – cetakan ke-3: 2008 . Harga Rp. 27.000, Tersedia di GRAMEDIA, Gunung Agung, Toga Mas, Merbabu. &lt;br /&gt;Bisa  pesan via pos, dana transfer ke: BCA 4620415796 (a.n. Yulianti) atau BRI no. 1138-01-000705-50-5. Hubungi 024-70665218 atau 081 7971 9991.&lt;br /&gt;Beli banyak dapat diskon khusus sampai 50%.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-6500700119436421940?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/6500700119436421940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=6500700119436421940' title='106 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/6500700119436421940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/6500700119436421940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/12/milikilah-koleksi-buku-buku-bernuansa.html' title='MILIKILAH KOLEKSI BUKU-BUKU BERNUANSA UNITARIAN:'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>106</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-8059367877936999162</id><published>2008-11-28T17:10:00.000-08:00</published><updated>2009-08-03T20:30:38.416-07:00</updated><title type='text'>KABAR PENTING!</title><content type='html'>KABAR PENTING!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang sudah tahu bahwa dalam berbagai kesempatan (seminar, dialog / debat, dan buku-buku / tulisan-tulisan) Pdt. Budi Asali M Div. (Pendeta Gereja Reformed yang bergelar M. Div., tinggal di Surabaya) sangat gemar (bangga, hobi, kebiasaan, sudah karakter) mulutnya mengeluarkan umpatan-umpatan emosional yang ditujukan kepada setiap orang yang berbeda paham dengannya, “kata-kata mutiara” a la seorang Budi Asali yang berpredikat sebagai Pendeta, Penulis, Pengajar, Pengkotbah itu di antaranya adalah selalu menganggap orang lain (yang berbeda pendapat dengannya) sebagai: &lt;br /&gt;“orang bodoh”&lt;br /&gt;“goblok”&lt;br /&gt;“sok pintar”&lt;br /&gt;“omong kosong”&lt;br /&gt;“gila”&lt;br /&gt;“bodoh dan sesat”&lt;br /&gt;“tanpa otak”&lt;br /&gt;“ngawur”&lt;br /&gt;“tidak becus”&lt;br /&gt;“tolol”&lt;br /&gt;“tolol dan sesat”&lt;br /&gt;dsbnya.&lt;br /&gt;Yang mana semua “kata-kata mutiara”-nya itu sesungguhnya adalah CERMIN DARI DIRI BUDI ASALI SENDIRI, yang oleh karenanya izinkanlah kami mengembalikan “kata-kata mutiara a la Budi Asali” tersebut kepada dirinya sendiri yang ternyata sesungguhnya adalah seorang Pdt. M. Div yang amat sangat “bodoh”, “goblok”, “sok pintar”, “omong kosong”, “gila”, “bodoh dan sesat”, “tanpa otak”, “ngawur”, “tidak becus”, “tolol”, “tolol dan sesat” dsbnya sesuai “kata-kata mutiara” a la Budi Asali tersebut.&lt;br /&gt;Ingatlah saudara-saudari bahwa ADA TERTULIS dalam kitab Pengkotbah pasal 10 ayat 2-3: &lt;br /&gt;Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri. Juga kalau ia berjalan di lorong &lt;strong&gt;orang bodoh itu tumpul pikirannya&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;IA (si orang bodoh itu) BERKATA KEPADA SETIAP ORANG: “ORANG ITU BODOH!”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian Kitab Suci (yang menyingkap hal orang bodoh) tersebut sungguh tergenapi dalam diri seorang Budi Asali yang ternyata samasekali bukan seorang manusia yang berBUDI yang ASALI (melainkan tampaknya hanyalah seorang yang berBUDI ASAL-ASALAN , dan hanyalah orang yang sangat bodoh) yang terbukti dengan fakta di mana-mana ia selalu menganggap orang lain sebagai bodoh, menggenapi Pengkotbah 10:3 &lt;strong&gt;&lt;em&gt;IA (si orang bodoh itu, yaitu BUDI ASALI) -SANGAT SUKA- BERKATA KEPADA SETIAP ORANG: “ORANG ITU BODOH!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saudara mau lebih tahu bukti akurat tak terbantahkan perihal &lt;em&gt;kebodohan, kegoblokkan, kengawuran, kegilaan, keomong-kosongan, kesesatan, ketololan,&lt;/em&gt; dari Budi Asali dan muridnya (Esra Alfred Soru S. Th.) yang TELAH DISINGKAPKAN – DITELANJANGI HABIS-HABISAN – serta DIBUNGKAM DENGAN TELAK oleh seorang Kristen yang tinggal di Kupang NTT yang bernama A.G. Hadzarmawit Netti ? Silahkan segera simak buku luar biasa (sangat tajam, cerdas, berani, benar-benar tidak biasa!) berjudul:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;POLEMIK ANTARA A.G. HADZARMAWIT NETTI DENGAN Pdt. BUDI ASALI M. Div – ESRA ALFRED SORU&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bisa didapatkan dalam bentuk photo copy-an setebal 81 halaman (JILID I) dan 47 halaman (JILID II). Pada JILID II, di situ Budi Asali dan muridnya tampak lebih kebakaran jenggot lagi karena dustanya makin ditelanjangi, hingga Pendeta Gereja Reformed itu menista A.G. Hadzarmawit Netti dengan perkataan "anjing, anjing buduk, rabies, anjing tua" dsbnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat silahkan pesan langsung saja ke 081 7971 9991. Buku copy-an akan dikirim ke alamat pemesan via POS KILAT KHUSUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Silahkan sampaikan KABAR PENTING ini pada seluruh rekan-rekan saudara&lt;/strong&gt;. Trims.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca juga tulisan tentang Pdt. Budi Asali , di http://gkmin.net/?p=89&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-8059367877936999162?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/8059367877936999162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=8059367877936999162' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/8059367877936999162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/8059367877936999162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/11/kabar-penting.html' title='KABAR PENTING!'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-8253320412345961139</id><published>2008-11-27T03:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T20:26:33.964-08:00</updated><title type='text'>SERIGALA BERBULU DOMBA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MENYINGKAP TABIR DUSTA PENDETA BUDI ASALI M. Div &amp; ESRA ALFRED SORU S.Th. BESERTA CSnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Salam. Sudah setahun ini pasca Debat Unitarian vs Trinitarian di Surabaya, beberapa email dan SMS serta telpon sempat pernah saya (Frans Donald) terima dari beberapa orang yang menanyakan sekaligus meminta klarifikasi dari saya berkenaan adanya kabar dari pihak Budi Asali &amp; Esra Alfred Soru yang intinya mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;“TIM UNITARIAN (FRANS DONALD, BENNY IRAWAN, OKTINO IRAWAN, TIRTO SUJOKO) TELAH KALAH TELAK OLEH TIM TRINITARIAN (Pdt. BUDI ASALI M. Div &amp; ESRA ALFRED SORU S Th.) DALAM PERDEBATAN YANG BERLANGSUNG TAHUN 2007 DI SURABAYA”&lt;br /&gt;Nah, teman-teman yang budiman, setelah setahun berlalunya perdebatan di Surabaya yang ternyata seiring jalannya waktu, makin banyak membuahkan ‘pertobatan’ para penganut Trinitas hingga kini banyak yang telah menjadi Unitarian (tegas menolak Trinitas / ke-allah-an Yesus), maka tulisan ini adalah pernyataan singkat serta beberapa klarifikasi dari saya (Frans Donald) seputar kabar dusta dari pihak Budi Asali dan Esra Alfred Soru cs yang intinya menyiarkan kabar bahwa ‘Unitarian kalah telak’ tersebut. Waktu satu tahun (12 bulan, 365 hari) adalah waktu yang kami pandang sebagai kesempatan yang lebih dari cukup telah kami (unitarian) berikan bagi Budi Asali, Esra Soru dan csnya untuk sadar atas dusta-dusta+fitnah yang selama ini disebarkannya. Satu tahun sudah kami berikan kesempatan pada mereka, bisa saja mungkin mereka dulu khilaf dan seiring waktu akan sadar diri, tapi ternyata tidak samasekali. Satu tahun adalah waktu yang sudah terlalu cukup (bahkan lebih dari cukup untuk sadar diri!) maka kini setelah setahun berlalu, ijinkanlah saya menuliskan artikel SERIGALA BERBULU DOMBA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekilas Kronologi Debat di Surabaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Acara debat yang berlangsung 9 bulan (Maret-Nopember 2007) awalnya bermula dari Esra Alfred Soru (Penginjil dari Gereja Reformed di NTT) yang pada Nopember 2006 selama 5 hari berturut-turut menyerang buku saya yang berjudul ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN dengan mempublikasikan serangannya itu melalui Koran TIMOR EXPRESS (Jawa Pos Grup) di NTT. Kemudian Esra dan juga Pimpinan Redaksi TIMOR EXPRESS memohon saya untuk menanggapi tulisan Esra Soru tersebut. Semula saya (Frans Donald) samasekali tidak berminat menggubris tulisan-tulisan Esra yang saya nilai penuh kecurangan itu. Tetapi oleh karena satu alasan lain, yaitu ketika kabar keberadaan tulisan Esra saya ceritakan pada rekan-rekan Unitarian di Semarang, akhirnya saya tahu bahwa Esra Alfred Soru ternyata adalah teman baik dari kawan saya yang bernama Pendeta Teddy (Pdt. Unitarian yang adalah mantan penganut Trinitas), maka saya pikir adalah sangat baik kalau saya dan TIM UNITARIAN bisa berjumpa / berkenalan langsung / temu darat dengan Esra agar bisa ‘duduk bareng’ alias ‘debat sehat-cerdas bersahabat’ membahas perihal perbedaan paham (soal Trinitas, ke-Allah-an Yesus) yang dipermasalahkan. Dimana saya pikir meskipun sangat beda paham tapi tentu tetap bisa menjadi teman, begitu harapan dan pikiran saya kala itu. Saya berpikir demikian sebab kami memang memiliki beberapa kawan dan keluarga yang beda paham dengan kami tanpa harus bermusuhan. Walau beda doktrin secara intelektual tapi menjadi sahabat secara sosial, itu adalah baik, pikir saya. Ajakan untuk perjumpaan tatap muka / temu darat guna ‘debat terbuka’ pun saya tekankan dalam tanggapan saya menanggapi tulisan Esra Nopember 2006 itu dengan mengirimkan tanggapan balik yang intinya berisi ajakan ‘debat temu darat’ dan dimuat oleh Koran Timex pada awal 2007 (di muat 2 hari) yang kemudian ditanggapi lagi oleh Esra dengan tulisan sepanjang 5 seri / hari lagi dengan nada-nada “pongah” yang tetap sama seperti tulisannya terdahulu. Singkat cerita akhirnya TIM TRINITARIAN (yaitu Tim Esra yang dipimpin Budi Asali) sepakat bertemu dalam ‘debat terbuka’ dengan TIM UNITARIAN (Tim saya) pada bulan Maret 2007.  Tapi ternyata keadaan / suasana perjumpaan dengan Esra tak seperti harapan kami yaitu harapannya bisa terciptanya ‘Debat Sehat-Cerdas’ dan bersahabat, mengingat hal tersebut harusnya bisa terjadi sebab Esra Soru adalah juga rekan (kawan lama) dari Pdt. Teddy (Pdt. Unitarian, mantan Trinitarian), debat sehat-cerdas sangat layak dilakukan terlebih nota bene Budi Asali dan Esra Soru adalah bukan ‘preman bayaran’ melainkan keduanya adalah orang-orang tokoh gereja (M Div. dan S Th.). Tetapi ternyata kami sangat terkejut atas fakta yang terjadi kemudian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Frans Donald Cuma Tertawa dan Termangu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Di awal perdebatan kami dengan Budi Asali dan Esra Alfred Soru, saya sungguh dikejutkan oleh gaya / style / cara Budi Asali &amp; Esra dalam mengemukakan perbedaan pahamnya terhadap kami. Waktu itu kata-kata dan kalimat-kalimat pedas yang bernada sangat tidak bersahabat (samasekali tidak mencerminkan sikap-sikap kristiani) keluar dari mulut Budi Asali yang padahal adalah bergelar Pendeta dan M. Div. Sangat kami sayangkan, di depan teman-teman Islam yang saat itu banyak hadir, Budi Asali yang nota bene menjabat sebagai tokoh pendeta Kristen, benar-benar tampil memalukan ‘dunia Kristen’ yang katanya terkenal dengan ‘kasih’ itu. Beberapa kawan muslim bahkan sangat terkejut melihat gaya penampilan Budi Asali yang sangat kasar seperti preman dan sangat menyakiti iman orang lain (waktu itu Budi Asali sempat melontarkan kata-kata bahwa “siapa saja yang tidak percaya Trinitas pasti masuk neraka!” Hal itu tentu sangat menghina iman kawan-kawan muslim yang jelas-jelas tidak bisa menerima doktrin Trinitas). Melihat gaya mereka yang sangat kasar, kala itu semangat ‘adu argumen intelektual’ saya mendadak hilang seketika, tapi ke 3 kawan saya (anggota Tim Unitarian yang lain, yang lebih berpengalaman dari saya dalam hal dimaki-maki oleh tokoh-tokoh Gereja) masih berbaik hati mau melayani mereka, sementara saya lebih memilih untuk diam, tersenyum, tertawa saja, sambil geleng-geleng dalam hati, karena saya pikir waktu itu adalah ternyata kami benar-benar bukan sedang menghadapi kawan-kawan Kristen (apalagi salah satunya adalah jelas-jelas kawan lama dari Pdt. Teddy) yang berbeda paham yang bisa diajak debat yang sehat dan cerdas, melainkan KAMI SEDANG MENGHADAPI ‘MANUSIA SERIGALA BERWUJUD MANUSIA BERBULU DOMBA BERWATAK ULAR BELUDAK’!* (*Istilah ‘serigala berbulu domba’ dan ‘ular beludak’ ini saya pinjam dari istilah Alkitab berbicara tentang guru-guru palsu. Dalam hal ini sikap karakter Budi Asali M. Div dan Esra Alfred Soru, S.Th. sangat sesuai menyandang predikat tersebut). Saya (Frans Donald, jemaat biasa, bukan teolog) bukan ahli bicara yang cukup lihai untuk menghadapi serigala-serigala bertubuh manusia berwatak ular beludak seperti mereka berdua (PENDETA Budi Asali M. Div dan PENGINJIL Esra Alfred Soru, SARJANA TEOLOGI) yang ganas sangat licik berkelit memelintir ayat dan ahli menipu banyak orang dengan ajaran Trinitasnya. Saya waktu itu benar-benar kalah, yaitu kalah oleh ke-galak-an dan keganasan dua serigala berwatak ular itu, kalah oleh gaya kekasaran serigala itu, kalah oleh kelicikan ular itu, saya tidak mau melayani gaya ‘serigala berbulu domba berkepala ular beludak’ yang mereka tampilkan. Rekan (Tim saya) yang sudah berpengalaman sebelumnya menghadapi serigala-serigala dan ular-ular Gereja, waktu itu mereka bertiga (Aryanto Nugroho, Benny Irawan, Oktino Irawan) mencoba tetap sabar menghadapi dua serigala Gereja yang sangat galak dan licik ini. Saya (yang memang belum terlalu berpengalaman menghadapi serigala-serigala gereja berkepala ular seperti Budi Asali dan muridnya, Esra Alfred Soru) cuma tertawa, tersenyum-senyum, geleng-geleng dalam hati kala itu sambil terus menulis apa-apa yang saya perlu catat dan ingat. Dan oleh karena suasana dalam perdebatan saat itu dipandang sangat tidak baik (sangat tidak sehat) oleh pemimpin (Moderator, yaitu Bapak Drs. H. Sahid, seorang muslim moderat, dosen IAIN), maka debat yang samasekali belum tuntas tersebut segera dihentikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Debat Berlanjut 8 kali lagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah perdebatan yang belum tuntas tersebut, meskipun saya merasa bahwa Esra (yang adalah kawan dari sahabat saya pendeta Teddy, yang semula saya sangka Esra bisa jadi kawan saya juga meskipun harus beda paham) ternyata samasekali bukanlah seorang yang bersemangat kristiani, namun, Benny Irawan, sahabat saya (Tim Unitarian), ternyata masih berbaik hati dan bersedia melanjutkan ke pertemuan perdebatan berikutnya. Benny Irawan membuat janji kesepakatan dengan ‘sang serigala berbulu domba’ (Budi Asali) untuk lanjut melakukan debat pada bulan-bulan berikutnya. Hingga akhirnya debat (yang dilaksanakan 1 kali dengan moderator dan 7 kali tanpa moderator) itu terjadi. Budi Asali selalu tampil dengan gayanya yang angkuh, pongah, galak khas serigala berbulu domba. Pernah dalam upaya meredakan keganasan Budi Asali, seusai satu sesi debat, saya sempat tegaskan demikian: “Pak Budi, umur anda sepantaran dengan ayah saya, jadi kalau bisa anggaplah saya dan Tim sebagai anak anda, yang artinya walaupun menurut anda kami ini sesat, tetapi hendaklah kita berdialog adu argumen dengan cara yang lebih kekeluargaan dan sehat dan saling menghormati secara intelektual”. Tapi ternyata upaya saya menyentuh hati Budi Asali dengan harapan agar suasana debat bisa lebih sehat tersebut sia-sia tak digubris samasekali, bahkan Budi Asali makin tampil kasar dan sangat jauh dari karakter sebagai seorang Pendeta Kristiani. Style (gaya, cara-cara) Budi Asali hanyalah menampilkan wajah Pendeta Kristen yang Palsu (benar-benar serigala berbulu domba!), hingga saudara Oktino Irawan benar-benar keheranan dengan berkata “Saya betul-betul heran, Frans, kok bisa orang seperti Budi Asali ini jadi Pendeta, aneh!”. Soal kekasaran Budi Asali ini belakangan juga saya dengar dari berbagai sumber bahwa ternyata di kalangan para penganut Trinitas sendiri banyak orang yang sangat tidak senang dengan Budi Asali.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dalam perdebatan-perdebatan itu, tampak sekali, tak bisa disembunyikan, Budi Asali kelihatan betul-betul takut kalah, dengan kelicikannya untuk menghindari ‘kedok terbongkar’, Pendeta Kristen Palsu ini mulai bertingkah makin licik dengan memberi aturan-aturan yang melarang kami (TIM UNITARIAN) agar tidak membagi-bagi makalah-makalah kami kepada para hadirin. Unitarian dilarang bagi-bagi makalah, ini jelas bukti ketakutan yang nyata! (Tampak sekali dia takut kalau-kalau anak-anak buahnya terpengaruh oleh pekabaran kami). Dan makin lama Budi Asali mulai makin banyak mengatur dan melarang-larang kami, padahal status kedua belah pembicara adalah sama haknya, Budi Asali bukan pimpinan kami, jadi tak seharusnya dia main ngatur-ngatur dan melarang-larang kami seenaknya sendiri. Maka akhirnya, setelah perdebatan yang ke 9 kali, karena kami tidak setuju dengan gaya ‘semau gue’ / sok ngatur ‘jangan begini-jangan begitu, tidak boleh begini-tidak boleh begitu’ yang makin gencar dilakukan oleh Budi Asali, maka kami pun memutuskan menghentikan debat tersebut, kendati belum tuntas. Sayangnya,  pasca perdebatan 9 kali tersebut, secara licik Budi Asali dan Esra kemudian memelintir fakta dengan mempropagandakan bahwa TIM UNITARIAN TELAH KALAH DAN MENYERAH. Bahkan demi upaya menyebar kabar bohong Esra Soru melalui Koran TIMOR EXPRESS mengatakan bahwa “Perdebatan tersebut berlanjut hingga berakhir dengan menyerahnya FD, dkk pada pertemuan ke IX”. Suatu pemberitaan yang tidak fair. Begitu pula dengan Tabloid GLORIA yang beberapa kali sempat memberitakan kabar miring tentang ‘KEKALAHAN TIM UNITARIAN’ berdebat dengan Budi Asali, Tabloid GLORIA telah memelintir fakta, memberikan informasi licik pada publik, guna memberikan kesan yang berbeda (‘menipu’) opini publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jika Unitarian Menghentikan Debat, apakah artinya = Unitarian menyerah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Unitarian menyerah di debat yang ke-9”. &lt;br /&gt;Pernyataan ini hanyalah tipuan kekanak-kanakkan dari Esra Soru dan gurunya, Budi Asali, untuk menciptakan opini publik yang dianggap akan menguntungkan mereka berdua. Memang orang-orang yang tidak tahu dengan benar kronologi dan alasannya mengapa kami (Unitarian) terpaksa memilih menghentikan Debat di Surabaya tahun 2007 itu, bisa saja menyangka bahwa kabar “Unitarian menyerah di debat yang ke-9” seperti yang dikoar-koarkan Budi Asali dan Esra tersebut merupakan fakta adanya. Nah, tipuan Budi Asali dan Esra Soru ini perlu diklarifikasi.&lt;br /&gt;Mengapa dan apa sih alasan utama kami (Unitarian) terpaksa memilih untuk menghentikan debat? Karena kalah atau karena apa, tentu yang berhak mengklarifikasi jawabannya adalah dari pihak Unitarian (sebagai Tim yang menghentikan debat) dan bukannya pihak lain (apalagi kabar miring dari Tim Trinitarian) yang mungkin hanya bisa menerka-nerka alasannya saja, tanpa kebenaran fakta yang bisa dipertanggung jawabkan di hadapan manusia dan Allah. Nah, perhatikanlah saudara-saudari sekalian, jawabannya mengapa Unitarian memilih berhenti adalah (tiga alasan utama): &lt;br /&gt;Pertama, karena Budi Asali telah nyata-nyata berlaku sebagai ‘pengecut’ intelektual yang sangat licik dan curang, yaitu dengan berkali-kali mengatur-ngatur (memerintah dan melarang) kami (Unitarian) untuk tidak membagi-bagikan makalah yang kami buat dalam setiap acara debat. Lucu, adu argumen dalam debat terbuka kok tidak boleh bagi-bagi makalah kepada hadirin, fakta ini hanya makin membuktikan ketakutan (tepatnya kepengecutan) Budi Asali akan tulisan-tulisan kami (Unitarian) yang nyata-nyata sanggup mengguncang iman para penganut Trinitas (dan memang terbukti banyak penganut Trinitas yang kini sudah jadi penolak Trinitas), terlebih lagi secara terang-terangan di depan kami Budi Asali menegaskan kalimat-kalimat yang intinya demikian “kalian (Unitarian) jangan bagi-bagi makalah atau tulisan agar jangan sampai di luar sana nama Gereja saya (gerejanya Budi Asali) tercoreng dan disangka menyesatkan orang oleh akibat tulisan-tulisan yang kalian bagikan!”. Oi..oi.. pernyataan Budi Asali tersebut hanyalah menunjukkan pernyataan dari seorang PENDETA PENGANUT TRINITAS PALING PENGECUT yang pernah kami hadapi. Apapun dalih atau alasannya untuk menghindari ‘pembagian makalah Unitarian’, Budi Asali kelihatan sekali sangat tidak gentle secara intelektual dan sangat ketakutan terhadap ‘tulisan-tulisan / makalah’ pihak Unitarian. Dalam zaman keterbukaan terhadap informasi seperti sekarang ini, e..e..e, Budi Asali sebagai ‘guru dan pendeta’ kok malahan bertindak sebagai ‘penjahat intelektual’ dengan tegas-tegas mencegah (mencekal) pembagian informasi (makalah dan tulisan) dari pihak Unitarian. Kalau memang Unitarian benar kalah selama perdebatan-perdebatan dengan Budi Asali lantas mengapa makalah / tulisan kami (Unitarian) harus anda ‘cekal’ wahai Budi Asali? Sebagai orang terpelajar (apalagi sampai bergelar M. Div.) semestinya Budi Asali sangat tidak patut melarang-larang beredarnya tulisan / karya-karya yang berisi pandangan-pandangan Unitarian terhadap kesalahan Trinitas! Apapun isi tulisan Unitarian tidak perlu disembunyikan apalagi sampai dilarang! Bahkan saya sempat mendapat laporan dari distributor Gramedia saya di Surabaya yang menginformasikan kalau pihak toko buku  Gramedia telah mendapat teror intimidasi dari beberapa orang yang mengaku Kristen di Surabaya agar tidak lagi memajang buku-buku Frans Donald dengan alasan buku itu sesat. Entah apakah oknum-oknum yang mengintimidasi Gramedia tersebut adalah dari pihak (kroni) Budi Asali dan Esra ataukah dari pihak lainnya yang juga tampaknya sangat kebakaran jenggot atas kehadiran buku-buku karya Frans Donald yang telah menelanjangi kerapuhan (bahkan sanggup meruntuhkan) doktrin Trinitas yang mereka ajarkan selama ini, siapapun oknum (tukang teror yang mengintimidasi toko buku Gramedia) itu hanyalah seorang ‘PENGECUT INTELEKTUAL’ yang sama pengecut dan liciknya dengan Budi Asali yang telah juga melarang Unitarian membagi-bagi tulisan / makalah. Kalau memang buku-buku saya dianggap kontroversi atau sesat, maka buatlah karya buku tandingannya, bung! Masyarakat kita banyak yang cerdas dan terpelajar, yang tentunya ketika membaca suatu tulisan maka orang-orang yang jujur akan bisa menimbang dengan nurani dan intelektualnya mana karya tulisan (buku / makalah) yang benar dan mana yang sesat. Dan juga kalau makalah-makalah Unitarian oleh Budi Asali dianggap sebagai sesat, ya silakan secara intelektual dan gentleman Budi Asali buat tulisan tandingannya juga dong, pak M Div.! Jangan main ‘intimidasi intelektual’ seperti yang telah anda lakukan terhadap kami (Unitarian) yang justru hanya makin membuktikan bobot kerdil intelektual dan kepengecutan, kelicikan dan kecurangan anda Budi Asali! &lt;br /&gt;Kedua, dalam acara debat di Surabaya tahun 2007 itu, sebagai nara sumber, posisi Budi Asali dan posisi kami (Unitarian) adalah sama. Artinya, Budi Asali samasekali bukan pimpinan kami, sehingga sangat tidak proporsional samasekali (sangat memalukan!)dan hanya makin menampakkan kepengecutan serta kecurangannya yang nyata-nyata, ketika Budi Asali bertindak melarang-larang Tim Unitarian untuk tidak membagi-bagi makalah atau membagi tulisan apapun kepada hadirin. Kalau saudara Benny dan Oktino berwewenang tegas melarang saya (Frans Donald) agar tidak melayani aturan atau kemauan Esra Soru, maka itu wajar sebab Benny Irawan dan Oktino Irawan memang adalah anggota Tim serta senior (sekaligus guru-guru penolak Trinitas) bagi saya (Frans Donald). Tapi jika seorang Budi Asali (dan juga Esra yang kerap mempermasalahkan kelemahan Frans Donald karena tidak mahir bicara) kemudian malah ketakutan dengan tulisan dan makalah-makalah saya, maka ini hanyalah wujud nyata kepengecutan dan kecurangan Budi Asali terhadap suatu debat yang dewasa sehat dan cerdas. &lt;br /&gt;Ketiga, bagaimanapun cara-cara Budi Asali yang selalu tampil emosional, berkata-kata kasar, hingga selalu menciptakan situasi debat yang panas, tidak sehat, argument-argumen yang sangat tidak intelektual, gaya-gaya kampungan, premanisme, dllnya, maka dengan sangat terpaksa kami (Unitarian) memutuskan untuk menghentikan dengan pertimbangan agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;Dari ketiga alasan utama itulah yang akhirnya TERPAKSA membuat kami mengambil keputusan untuk menghentikan Debat yang sangat tidak sehat dan penuh kecurangan tersebut. Keputusan berhenti itu benar-benar terpaksa (sesungguhnya kalau bisa kami tidak ingin berhenti samasekali sebelum Budi Asali cs bertobat semuanya), sebab pada hakikatnya kami (TIM UNITARIAN: Benny Irawan, Oktino Irawan, Tirto Sujoko dan Frans Donald) adalah orang-orang yang sangat gemar (suka, cinta) berdialog atau debat sehat perihal kekeliruan Trinitas. &lt;br /&gt;Nah, setelah setahun melihat perkembangan pasca debat di Surabaya, kini perlu kami (Unitarian) tegaskan bahwa, kami (Tim Unitarian) siap dan sangat berharap untuk bisa kembali melanjutkan debat dengan Budi Asali cs namun dengan aturan main yang fair dan sehat, misal beberapa poin yang penting di antaranya: Acara Debat mutlak harus pakai Moderator pemimpin acara yang netral / benar-benar moderat (agar Budi Asali tidak sok memimpin dan sembarangan main ngatur-ngatur), dan Debat harus terbuka secara hadirin maupun terbuka secara intelektual (TIDAK BOLEH MELARANG NARA SUMBER MEMBAGI-BAGI MAKALAH!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Esra &lt;em&gt;getol &lt;/em&gt;berupaya menyerang pribadi Frans Donald&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dalam tulisan-tulisan dan opininya Esra kerap kali menyerang Frans Donald secara pribadi (padahal debat di Surabaya 2007 lalu adalah atas nama PANDANGAN TIM TRINITARIAN vs PANDANGAN TIM UNITARIAN, bukan pribadi Esra Soru vs pribadi Frans Donald). Serangan terhadap pribadi Frans Donald oleh Esra Soru di antaranya:&lt;br /&gt; Satu hal yang menarik dalam perdebatan perdana (8 Maret 2007) adalah bahwa FD tampil sebagai orang bisu. Ia tak berbicara satu kata pun. Hanya senyum-senyum dan terus menulis. Hingga akhirnya ada interupsi yang datang dari seorang hadirin. “Kita hadir dalam perdebatan ini gara-gara Frans Donald tapi dari tadi kami lihat Frans Donald belum mengeluarkan satu kata pun. Tolong Pak Frans berbicara dulu!” Barulah setelah itu FD memberikan pendapatnya beberapa kalimat dan sampai akhir perdebatan sama sekali tetap membisu hingga membuat saya heran. Mengapa waktu di Timex ia beralasan tidak mau menanggapi semua serangan saya dan ingin bertemu dalam debat terbuka tapi pada saat debat terbuka dilaksanakan ia hanya diam bagaikan patung? Ia hanya bersembunyi di balik ketiak kawan-kawannya.&lt;br /&gt; Untuk itu perlu sedikit dijawab dan ditegaskan bahwa: &lt;br /&gt;Pertama, ditinjau dari sisi mengapa sampai Frans Donald memilih bersikap diam; Wahai Esra Alfred Soru, ketahuilah bahwa oleh karena kau adalah bekas kawan baik dari Pdt. Teddy dan Ibu Teddy, maka saya (Frans Donald) -setelah membaca tulisan pertama Esra (tulisan di TIMEX yang sangat pongah dan curang, hingga layak dan cukup beralasan untuk tidak digubris)- kemudian memilih beritikad baik dan merasa perlu dan penting untuk jumpa temu darat denganmu untuk ‘debat sehat’ sebagai kawan yang berbeda paham dan bukan sebagai musuh yang musti dihancurkan seperti sesumbarmu dan gurumu yang ternyata adalah ‘serigala’ itu. Tapi sayang sekali, itikad baik kami ternyata malahan kau jadikan senjata untuk menyerang Frans Donald secara pribadi. Sadarlah kau, kalau saya (Frans Donald) kala itu sampai tiba-tiba diam membisu, yang katamu bagaikan patung dan kau merasa heran, itu justru membuktikan (dan semestinya kau sadar diri, bung!) bahwa sesungguhnya Frans Donald-lah yang saat itu sedang kaget heran atas aksi pongah dan sangat kasar dari orang-orang yang mengaku PENDETA Kristen dan SARJANA TEOLOGI yang tampil bagaikan serigala itu, yaitu kau wahai Esra Soru dan gurumu yang samasekali tidak kristiani dan tidak layak menyandang gelar ‘pendeta’ itu. Lagakmu dan gurumu yang memuakkan itulah yang membuat saya (Frans Donald, jemaat biasa) yang semula menganggap kau sebagai kawan bukan musuh (dengan pertimbangan bahwa karena kau juga kawannya Pdt. Teddy, sahabat saya, maka seyogyanya kau juga bisa jadi kawan) apalagi kau jelas-jelas bergelar S. Th. (SARJANA TEOLOGI) yang tentunya gelar ‘sarjana’ yang kau sandang tersebut layak dihormati oleh siapa saja, akhirnya saya malah memilih bersikap diam karena hilang mood setelah melihat gaya-gaya kalian yang tampak sekali ingin benar-benar menganggap kami sebagai musuh yang harus dihancurkan, dipermalukan, dihabisi, dan sebagainya. Dan sadarkah kau Esra Soru SARJANA TEOLOGI, bahwa urusanmu kala itu adalah dengan pandangan UNITARIAN bukan dengan pribadi seorang Frans Donald (walaupun yang mengundang kau awalnya adalah Frans Donald, tetapi sebagai seorang yang SARJANA yang seharusnya tidak bodoh, tentu kau pahamlah bahwa yang kau hadapi adalah PANDANGAN UNITARIAN, dan bukan pribadi Frans Donald, kecuali kalau kau orang bodoh dan bukan SARJANA, bisa dimaklumi kebodohanmu itu). Kalau saja Esra Soru dan Budi Asali bisa tampil wajar (tidak sampai ‘nggonggong-nggonggong’ sangat kasar hingga menjadikan suasana debat sangat tidak sehat) maka tentu kita akan terus bisa berdebat yang sehat, walaupun jelas-jelas sangat beda paham tapi mari kita saling jujur tukar data dan argumen secara intelektual, dan bukan sentimen-sentimen penuh kegeraman dan kecurangan pemelintiran ayat seperti yang Esra dan Budi Asali tampilkan kala itu hanya demi ‘menang-menangan menguasai panggung’, yang akhirnya hanya menghasilkan suasana debat menjadi keruh dan sangat memuakkan. Andai saja Esra dan Budi Asali bukanlah guru atau pengajar atau pendeta dan tokoh gereja yang mengaku Kristen (apalagi bergelar M. Div dan SARJANA TEOLOGI), maka kalaupun terpaksa anda berdua tampil seperti ‘serigala berkepala ular beludak’ mungkin masih bisa dimaklumi, tapi sadarkah kalian wahai Budi Asali dan muridnya, Esra Alfred Soru, bahwa gaya aksi kalian sangat memuakkan dunia gerejawi dan kristiani dan sangat memalukan gelar-gelar yang kalian sandang itu? Sadarlah, bung!  &lt;br /&gt;Kedua, ditinjau dari sisi debat TIM VS TIM; Pernyataan Esra yang menyerang pribadi Frans Donald adalah sangat tidak proporsional dan hanya menunjukkan jiwa kanak-kanak Esra Soru, sebab DEBAT TRINITARIAN VS UNITARIAN DI SURABAYA ITU ADALAH DEBAT ANTARA PANDANGAN TIM TRINITARIAN VS PANDANGAN TIM UNITARIAN, dan samasekali BUKAN DEBAT PINTAR-PINTARAN BICARA ANTARA PRIBADI ESRA SORU VS PRIBADI FRANS DONALD! Semua orang yang jujur tentu tahu bahwa dalam suatu perdebatan antar TIM pasti ada juru bicara (bagian bicara), juru tulis (bagian mencatat), bagian memberi pertimbangan atau pikiran tambahan, dsbnya. Dan terus terang memang sudah berkali-kali saya katakan di setiap kesempatan bahwa saya (Frans Donald) memang bukanlah seorang ‘pembicara seminar’ yang fasih jika dibandingkan dengan anggota TIM UNITARIAN yang lain (yaitu Benny Irawan, Oktino Irawan, Aryanto Nugroho, Tirto Sujoko, yang ke-4nya adalah senior sekaligus guru-guru bagi saya). Tetapi ketidak fasihan saya (Frans Donald) dalam berbicara dalam seminar tentulah samasekali tidak perlu dipermasalahkan ketika saya tampil bersama TIM saya (yang terdiri dari beberapa rekan saya yang memang lebih fasih, lebih kontruktif, lebih sistematis dalam berbicara daripada saya). Artinya, tentu saja UNITARIAN sebagai satu TIM, maka baik anggota TIM TRINITARIAN (Budi Asali, Esra, dkknya.) maupun hadirin adalah jelas sangat tidak proporsional dan sangat kekanak-kanakkan jika kemudian berupaya menyerang / mempermasalahkan tentang ‘siapa pribadi yang bicara’. Dan ajakan debat secara TIM sudah jauh-jauh hari saya (Frans Donald) sampaikan, sehingga seharusnya Esra Soru paham dan sadar betul bahwa debat di Surabaya adalah musti dipandang secara proporsional sebagai debat TIM TRINITARIAN vs TIM UNITARIAN, dan samasekali bukan debat ‘adu pintar omong’ antara seorang pribadi Esra Alfred Soru VS pribadi Frans Donald. Kalau seandainya saya (Frans Donald) memang mau mengajak adu argumen dengan Esra Soru untuk ‘adu pintar omong’ secara pribadi-pribadi, maka tidak mungkin sejak awal saya mengharapkan adanya DEBAT TIM sebagaimana yang saya sampaikan di awal undangan debat dengan Esra. Oleh karena itu ketika di perdebatan ke-6 Budi Asali menyampaikan bahwa Esra Soru kembali berupaya menantang Frans Donald untuk secara pribadi (sendiri, tanpa TIM) debat melawan Esra Soru, sebagaimana Esra berkata: saya meminta kepada Pdt. Budi Asali agar menyampaikan dalam forum debat bahwa saya secara pribadi menantang FD dalam debat berikutnya. Maksud saya adalah bahwa dalam debat berikutnya, 1 jam pertama hanya khusus buat saya dan FD. Yang lain tidak boleh ikut ngomong. Biarkan kami berdua saja! Tapi permintaan tersebut ditolak oleh pihak Unitarian dengan alasan bahwa FD tidak pandai bicara tetapi menulis. Aneh memang, waktu debat tertulis ia tidak menanggapi dengan alasan maunya debat langsung. Waktu debat secara langsung, alasannya hanya bisa menulis. Nampak sekali bahwa FD tidak lebih daripada seorang pengecut!!! Hal ini tambah meyakinkan saya karena beberapa hari yang lalu saya menelpon FD dan menantangnya untuk berdebat satu lawan satu di Kupang. Semula ia bersedia tapi meminta saya menanggung seluruh biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, dll dari anggota timnya sebanyak 5 orang. Saya menolaknya dan bersedia menanggung keseluruhan biaya untuk 1 orang saja yakni FD tapi FD lalu menolak dengan alasan bahwa bagaimanapun teman-temannya harus ikut. Saya menawarkan lagi, saya menanggung biaya untuk anda, jika teman-teman anda ingin ikut, silahkan tanggung biaya sendiri. Lagi-lagi FD menolak dengan alasan bahwa ia biasa berdebat bersama rekan-rekannya. Saya pun menghentikan pembicaraan tersebut dan yakin bahwa FD sama sekali tidak punya nyali dalam perdebatan langsung satu lawan satu. &lt;br /&gt;Untuk itu tanggapan saya: Wahai Esra, saya (Frans Donald) dan TIM tentu tidak bisa anda atur-atur semau otak ular anda. Anda dan Budi Asali sudah seenaknya saja menghina dan menyebarkan kabar bohong tentang kekalahan TIM UNITARIAN kepada orang-orang di NTT, maka TIM UNITARIAN (seluruh anggotanya) berhak bicara dan temu muka dengan masyarakat NTT dan wawancara dengan wartawan Koran TIMEX (guna meluruskan segala kabar bohong yang berkembang akibat ulah Esra di NTT) jika anda memang serius mau menggelar debat di NTT . Dan perlu Esra Soru ketahui, bahwa saya (Frans Donald) akan sangat bersemangat dan SANGAT PUNYA NYALI (WALAUPUN BUKAN LULUSAN SEKOLAH TEOLOGI dan tidak fasih / mahir bicara) SIAP melayani orang (SARJANA atau PROFESOR teologi sekalipun) untuk berdialog atau ‘debat sehat’ soal kekeliruan Trinitas, tapi, jika kemudian saya tahu bahwa orang tersebut adalah bukan bersemangat debat untuk adu argumen / saling tukar data guna mencari kebenaran, melainkan hanya untuk ambisi menang-menangan dengan menghalalkan segala cara (seperti cara-cara curang dan gaya-gaya ‘serigala’ yang sudah Esra dan Budi Asali lakukan dan tampilkan selama ini), maka jangan harap saya mau ikut aturan main anda, bung! Apalagi Esra Soru kentara sekali ingin menyerang Frans Donald secara pribadi, ini jelas-jelas mental kerdil yang tidak perlu dilayani sebab hanya akan menghasilkan sentimen-sentimen pribadi belaka! Dan rekan TIM saya, Oktino Irawan, kala itu juga langsung berkata kepada saya: “Jangan mau Frans, sebab Esra jelas mau menyerang Frans secara pribadi karena kelihatan sekali ada sentimen pribadi dan bukan secara TIM, padahal inti debat adalah PANDANGAN TIM TRINITARIAN VS PANDANGAN TIM UNITARIAN dan bukan debat pribadi lawan pribadi, ajakan Esra sangat tidak sehat jadi tidak perlu dilayani, Frans”. &lt;br /&gt;Kalau Esra (yang adalah seorang SARJANA TEOLOGI) kemudian menyebut Frans Donald (yang adalah jemaat biasa dan BUKAN SARJANA) sebagai ‘pengecut’ hanya karena Frans Donald tidak mau melayani ‘permainan dan aturan panggungnya’, maka tuduhan Esra itu hanya makin menampilkan jiwa kekanak-kanakkannya dan tuduhan yang sangat tidak proporsional dari seorang SARJANA TEOLOGI yang ditujukan kepada seorang BUKAN SARJANA (yaitu Frans Donald). Wahai Esra, ketahuilah dengan seksama, bahwa saya (Frans Donald) samasekali TIDAK ADA RASA TAKUT KALAH seperti perkiraan dan tuduhan anda yang picik, sebab perdebatan soal Trinitas bagi Frans Donald adalah bukan untuk menang-menangan, tapi untuk mencari kebenaran Alkitab dan kejujuran! Dan juga ketahuilah wahai Esra Alfred Soru, bahwa, jika andai oleh orang-orang (termasuk oleh anda Esra Soru) Frans Donald akhirnya dianggap kalah debat dengan Esra Alfred Soru yang bergelar SARJANA TEOLOGI, maka “kekalahan” itu (andaikan memang terjadi) jelas sangat-sangat wajar dan samasekali tidak memalukan (malahan bisa jadi membanggakan) bagi seorang Frans Donald yang adalah orang biasa dan samasekali BUKAN SARJANA TEOLOGI yang berbeda halnya dengan Esra Alfred Soru yang “S. Th.” ataupun Pdt. Budi Asali yang “M. Div.” Tetapi kalau sampai Esra Alfred Soru SARJANA TEOLOGI dan PENDETA Budi Asali M Div. yang telah terbukti sudah jelas-jelas “kebakaran jenggot” atas buku-buku tulisan seorang Frans Donald (yang adalah orang biasa dan BUKAN LULUSAN SEKOLAH TEOLOGI), maka fakta ini telah amat sangat menampar, memerahkan muka dan memalukan, menelanjangi Doktrin / Ajaran yang anda berdua sebarkan selama ini. Sadarkah anda berdua wahai “pakar-pakar” pengajar Trinitas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berpikir. Entah mengapa Esra Soru (seorang SARJANA TEOLOGI) begitu kelihatan geram dengan Frans Donald (yang hanyalah ORANG BIASA, BUKAN SARJANA), ada apa gerangan? Ah .. entahlah! Niat baik Frans Donald mengajak Esra Soru bertemu TIM Unitarian untuk debat sehat dengan pertimbangan bahwa Esra Soru adalah kawan baik dari Pendeta Teddy S. Th. dan Ibu Teddy (yang adalah sahabat Frans Donald dan keduanya Unitarian juga, yang mana Pdt Teddy beserta istri sudah lebih dahulu menjadi seorang Unitarian sebelum saya) ternyata pertimbangan tersebut tidak disambut dengan cara kristiani melainkan justru disambut dengan geram dan kesumat pribadi oleh Esra si SARJANA TEOLOGI yang kerap mengaku pakar iman Kristen dan suka menggurui orang melalui siaran Radio RRI di NTT itu. &lt;br /&gt; Perlu disampaikan pula bahwa seusai debat di Surabaya itu beberapa kali Esra Soru kembali mengajak Frans Donald untuk debat via Koran TIMOR EXPRESS (Jawa Pos Grup) di NTT. Entah apa maksud Esra Soru kembali mengajak debat Frans Donald melalui Koran Harian yang dibaca oleh masyarakat NTT, padahal bukankah menurut Esra Soru telah tegas seolah yakin sekali mengungkapkan (berkoar-koar) bahwa: Frans Donald dan Tim Unitarian sudah kalah telak, babak belur, kebingungan, hancur-hancuran, bahkan dalam websitenya mereka dengan bangga menyebut diri Pdt. Esra Alfred Soru dan Pdt. Budi Asali sebagai ‘The Winning Team’. Lha kalau sudah merasa yakin (berani sesumbar, berkoar-koar, mengaku-ngaku) sebagai ‘The Winning’ (Pemenang) kok malahan mau ngajak debat lagi pak Esra Alfred Soru? Ketahuilah bahwa orang-orang yang jujur (bukan kroni-kroninya Budi Asali dan Esra Soru yang tukang dusta) tentu akan tahu betul bahwa tantangan Esra Alfred Soru (yang bergelar SARJANA TEOLOGI) untuk debat di Koran adalah SANGAT JELAS MEMBUKTIKAN BAHWA TIM TRINITARIAN (yang telah terbukti nyata orientasinya dalam berdebat hanya demi menang-menangan secara pribadi semata) SEBENARNYA TELAH SADAR AKAN KEKALAHANNYA TERDAHULU SEHINGGA KINI MENGAJAK DEBAT LAGI DEMI AMBISI MERAIH KHAYALAN KEMENANGAN YANG DIIMPI-IMPIKANNYA SELALU BAGAI MIMPI DI SIANG BOLONG!&lt;br /&gt;Tetapi ajakan Esra Soru untuk debat dengan Frans Donald melalui Koran TIMOR EXPRESS samasekali tidak digubris oleh Frans Donald sebab sudah sangat terbukti banyak sekali pernyataan-pernyataan UNITARIAN yang dipelintir, dikorupsi, oleh Esra Soru dan gurunya (Budi Asali), maka Frans Donald hanya buang-buang waktu saja jika terus-menerus menanggapi ‘serigala-serigala berkepala ular’ yang jelas-jelas hanyalah  SARJANA TEOLOGI TUKANG PELINTIR DAN KORUPTOR DATA itu. Bahkan beberapa pembaca TIMOR EXPRESS (orang-orang di NTT) yang membaca tulisan Esra Soru segera menghubungi saya (Frans Donald) dan mengatakan tidak perlu Frans Donald menanggapi tulisan-tulisan Esra Alfred Soru sebab tulisan Esra sangat penuh dengan pemelintiran, curang, licik dan ketidak jujuran intelektual. Seseorang berkata “Saudara Frans, Esra dan Budi Asali itu pendeta tetapi mereka sangat licik dan curang!”, orang yang lain berkata pula “Pak Frans, biarlah anjing (Esra &amp; Budi Asali) menggonggong, sementara kafilah (Frans Donald dan TIM UNITARIAN) terus berlalu”, begitulah orang-orang pernah berkata kepada saya tentang dua serigala berbulu domba itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hasil Debat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama mengenal gaya (style) aksi Budi Asali M.Div dan Esra Alfred Soru SARJANA TEOLOGI, kami menjadi tahu bahwa ke dua tokoh Gereja Reformed ini adalah ahli / jago pelintir ayat, koruptor dan samasekali bukan orang jujur, maka setelah akhir perdebatan pun kami (Unitarian) akhirnya makin tahu bahwa kedua orang, pendeta dan penginjil ini benar-benar samasekali bukanlah orang gereja yang jujur adanya. Budi Asali ternyata samasekali bukanlah seorang berbudi yang asali. Gelar ‘Pendeta’, ‘pengajar’, ‘pengkotbah’ yang Budi Asali kenakan hanyalah bulu domba dari jiwanya yang adalah serigala licik. Tujuan mereka berdebat terkuak sudah, samasekali bukan untuk mencari kebenaran tapi hanya berambisi ingin menjatuhkan dan mempermalukan lawan demi keegoisan kepentingannya sendiri. Suatu kenyataan terhadap Budi Asali dan Esra Soru jelas tersingkap sudah, hati mereka ternyata BUSUK dan mental mereka hanyalah MENTAL KERDIL YANG LICIK. Hal tersebut terbukti nyata yaitu: Seusai perdebatan yang panjang dan belum tuntas itu, Budi Asali cs akhirnya makin mengejek-ejek, menghina, berupaya ingin mempermalukan kami (TIM UNITARIAN) dengan jurus “ANAK KECIL YANG MERASA PUAS BERHASIL MENIPU TEMANNYA” yaitu yang mereka lakukan adalah memajang / mempublikasikan foto-foto kami (Frans Donald, Benny Irawan dan Oktino Irawan) di internet (di blog websitenya, www.pelangikasihministry.blogspot.com. dengan ditulisi komentar-komentar yang berisi ejekan dan hinaan dengan tujuan hanya untuk mempermalukan / mengejek-ejek Unitarian, yaitu di antaranya:&lt;br /&gt;“Beginilah ekspresi wajah-wajah Tim UNITARIAN (dari atas ke bawah: Benny, Oktino, Frans Donald) ketika hancur-hancuran dalam menjawab serangan bertubi-tubi dari Tim TRINITARIAN. &lt;br /&gt;(Foto) Benny... menutup mata kebingungan mencari jawaban terhadap serangan bertubi-tubi Trinitarian.;&lt;br /&gt; (Foto) Oktino.. hancur-hancuran dalam menjawab serangan bertubi-tubi Trinitarian sambil mengangkat kedua tangannya. ;&lt;br /&gt;(Foto) Sementara kedua rekan disebelahnya menjelaskan dengan mulut "berbusa-busa", Frans Donald bergaya santai dan tebar senyum PEPSODENT.&lt;br /&gt;THE WINNING TEAM Pdt. Budi Asali &amp; Pdt. Esra Alfred Soru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He..he..he… saya beserta TIM dan kawan-kawan lainnya hanya tertawa melihat semua polah tingkah ANAK-ANAK KECIL YANG LICIK DAN BERJUBAH PEMIMPIN GEREJA itu. Pernyataan ejekan-ejekan tersebut makin membuktikan tampak sekali Budi Asali yang bergelar PENDETA, M. Div. dan Esra yang SARJANA TEOLOGI rupanya sudah sangat frustasi- stres berat dan kehabisan akal liciknya, oleh karena dusta-dusta ajaran kedua pendeta itu makin terbongkar selama 9 kali debat dengan kami, dan fatalnya yang telah berhasil membongkar dusta-dusta Trinitas yang mereka berdua ajarkan ternyata hanyalah orang-orang yang samasekali bukan lulusan sekolah teologi (yaitu Frans Donald, Benny Irawan, Oktino Irawan dan Tirto Sujoko, yang ke-4nya hanyalah jemaat biasa saja, yang mempelajari Alkitab secara otodidak dari ajaran Yesus yang bertaburan dalam Alkitab yang samasekali tidak pernah mengaku bahwa dirinya [Yesus] adalah Allah sejati!). Dikalahkan oleh “orang biasa” membuat mereka berdua menjadi sangat frustasi, panas dan ‘kebakaran jenggot’ hingga terpaksa tanpa mereka sadari justru tingkah polah mereka guna mengejek-ejek TIM UNITARIAN akhirnya justru membuka aibnya sendiri dengan berlaku sangat kekanak-kanakan, memalukan dan menjatuhkan harga dirinya sendiri dengan bertingkah persis ANAK KECIL YANG PUAS BERHASIL MENIPU MEREBUT PERMEN TEMAN-TEMANNYA.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hingga kini Budi Asali cs mungkin masih bisa saja main kibul berdalih dan berkoar-koar kesana-kemari di komunitasnya bahwa TIM UNITARIAN sudah dikalahkannya, persis komentar ANAK KECIL YANG EMOSI DAN BERUSAHA MEMBELA HARGA DIRINYA YANG SUDAH HANCUR BERKEPING-KEPING,  “Heee Unitarian kalah, kalah, kalah, kalah, kalah …” begitu kira-kira gambaran sesumbar mereka, sambil Esra Soru berkata dan tertawa lebar “Benny kebingungan …, Oktino hancur-hancuran, mulutnya berbusa-busa …”, tapi,  Budi Asali dan Esra lupa, padahal, kalau saja mau dengan jujur dan tulus mengukur hasil “menang-kalah”-nya perdebatan tersebut berdasar fakta-fakta selama setahun ini, maka jelas-jelas TIM BUDI ASALI (Trinitarian)-lah yang sesungguhnya telah KALAH TELAK dengan kenyataan yang sangat menampar dan memerahkan mukanya, yaitu terbukti nyata bahwa beberapa hadirin dari pihak Trinitarian yang beberapa kali hadir di acara debat tersebut akhirnya telah memutuskan meninggalkan doktrin Trinitas ajaran Budi Asali dan Esra Alfred Soru, dan kemudian MENJADI UNITARIAN alias jadi orang-orang yang MENOLAK TRINITAS, dan sebaliknya tak seorang pun kawan-kawan kami (kaum Unitarian) yang terpengaruh sedikit pun oleh argumen-argumen Trinitarian yang ternyata terbukti sangat ngawur (yang hanya menang ngototnya dan ahli pelintirnya) disajikan oleh Pdt. Budi Asali M. Div dan Esra Alfred Soru S.Th. Bahkan dengan adanya perdebatan di Surabaya itu iman kaum Unitarian makin kokoh, serta makin banyak di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke, pendeta-pendeta, teolog-teolog, tokoh-tokoh gereja, jemaat-jemaat, dan segala macam orang-orang Kristen maupun Katolik yang tadinya menganut Trinitas kini telah menyatakan diri sebagai Unitarian alias tegas menolak doktrin Trinitas yang mengajarkan Yesus sebagai Allah Sejati!&lt;br /&gt;Perlu pula saya (Frans Donald) informasikan bahwa andai saja kini Budi Asali dan Esra Alfred Soru masih saja berani berkoar-koar sesumbar bahwa Unitarian telah kalah, maka silahkan suruh mereka berdua menulis tanggapan yang akurat-Alkitabiah (DAN JANGAN PAKAI JURUS MEMELINTIR DAN JANGAN JADI KORUPTOR!) terhadap buku saya yang judul “MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL” yang sejak terbit Agustus 2007 hingga saat ini (sampai cetakan ke-5) belum ada satu-pun orang penganut Trinitas yang bisa SECARA JUJUR (JANGAN MEMELINTIR DAN KORUPSI SEPERTI ESRA DAN BUDI ASALI!) membuktikan bahwa argumen-argumen kami (Unitarian) dalam buku tersebut bisa dipatahkan (digugurkan), sebaliknya malahan makin banyak penganut Trinitas yang sudah beralih tegas menolak Trinitas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kami tegaskan, Wahai Esra Alfred Soru SARJANA TEOLOGI dan gurunya, PENDETA Budi Asali yang bergelar M. Div., kalau anda-anda berani berkoar-koar bahwa argumen-argumen UNITARIAN sudah dihancur leburkan oleh anda, silahkan tanggapi dengan bikin buku tertulis sebagai tanggapan terhadap buku kami yang berjudul MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL, silahkan buktikan, argumen-argumen UNITARIAN yang mana yang sudah anda hancurkan? Bukankah justru buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL tersebut justru banyak menghancur leburkan doktrin ajaran kalian? Ambil contoh soal Yohanes 1:1, sudah kami kupas dan patahkan teori Trinitarian melalui buku tersebut halaman 1 – 14; Juga misal, dalam buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL  halaman 86-90 kami buktikan bahwa argumen Trinitarian (=argumen Budi Asali) yang kekeuh nekad mengklaim bahwa ‘Yesus bangkit atas kuasanya sendiri’, teori itu sudah kami buktikan sebagai sangat mengada-ada alias ngawur!* (*Istilah menyebut orang lain 'ngawur' ini adalah bahasa gaya Budi Asali yang sesungguhnya sangat tepat untuk dikembalikan / disematkan pada diri Budi Asali sendiri) dan masih banyak lagi teori bualan Trinitarian yang kami buktikan salah doktrin adanya. Lantas argumen-argumen UNITARIAN yang mana yang katanya sudah anda hancurkan???!!! Kami tunggu! Dan jika buku ‘Tanggapan atas buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL’ (yang TANPA PELINTIRAN DAN TANPA KECURANGAN) karya anda berdua itu sudah jadi atau terbit, saya (Frans Donald) siap membantu memberikan jalur distribusi buku karya anda berdua  (yang berisi tanggapan atas buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL) tersebut untuk disebarkan ke Gramedia dan toko-toko buku besar di seluruh Indonesia agar masyarakat publik seluruh Indonesia bisa tahu dan membaca buku tanggapan anda berdua terhadap buku MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL yang saya (Frans Donald) tulis, hingga akhirnya masyarakat luas bisa menyimpulkan sendiri siapakah yang benar-benar Alkitabiah sesungguhnya, Unitarian atau Trinitarian?. Dan saran saya (jika andaikan memang ingin buku karya anda tersebut nantinya bisa diterima oleh Gramedia dan toko-toko buku lainnya) sebaiknya anda berdua tidak perlu memakai kebiasaan gaya kebanggaan anda yang suka mengklaim orang lain sebagai ‘goblok’, ‘tolol’, ‘gila’, ‘ngawur’, dsbnya, karena jika kata-kata semacam itu terus anda lontarkan di tulisan-tulisan dan atau di kesempatan mana pun, maka semua orang akan semakin cepat menyadari bahwa sebenarnya anda berdua-lah yang sesungguhnya mencerminkan pernyataan anda sendiri yang adalah teolog-teolog (M. Div dan SARJANA TEOLOGI) yang sangat ‘goblok’, ‘tolol’, ‘gila’, ‘ngawur’, dsbnya .&lt;br /&gt; Ok, kami tunggu aksi anda wahai Budi Asali dan Esra Alfred Soru!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-8253320412345961139?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/8253320412345961139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=8253320412345961139' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/8253320412345961139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/8253320412345961139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/11/serigala-berbulu-domba.html' title='SERIGALA BERBULU DOMBA'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-2561474418307332349</id><published>2008-09-21T00:15:00.000-07:00</published><updated>2008-11-07T05:43:52.249-08:00</updated><title type='text'>BENARKAH YESUS ITU TUHAN?</title><content type='html'>BENARKAH YESUS ITU TUHAN?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ditinjau dari Perspektif Alkitabiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini telah dimuat dalam Koran TIMEX (Harian TIMOR EXPRES - Jawa Pos Grup, koran di NTT)pada 11-12 Agustus 2008. Dan mendapat banyak apresiasi dari pembacanya yang beraneka ragam menghubungi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Hari ini masih banyak orang yang sering bertanya-tanya perihal seputar ke-Tuhan-an Yesus. Ada yang yakin Yesus itu Tuhan, tapi tidak sedikit yang tegas berkata: Yesus itu bukan Tuhan. Berbicara masalah tentang ke-tuhan-an Yesus adalah hal yang sangat penting untuk dipahami dengan benar dan jujur. Tanpa kejujuran, suatu kebenaran akan dengan mudah diputar balikkan. Sedangkan tanpa kebenaran, maka kejujuran hanya akan berdiri rapuh tanpa dasar yang kuat. Kejujuran dan kebenaran pun harus ada standarnya. Jujur menurut standar siapa? Benar menurut standar apa? Ini harus jelas dan ada kesepakatan dulu, supaya sama-sama bisa memahami dan tidak bertikai nantinya. &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Analogi: &lt;/strong&gt;Kalau anda semua dan saya mau sama-sama mengukur panasnya suhu di suatu ruangan yang sama, maka sebelum mengukurnya, kita musti sepakat dulu bahwa standar yang akan kita pakai mengukur suhu harus sama dulu, parameternya musti sama, yaitu anda-anda dan saya harus sama-sama sepakat untuk pakai thermometer udara (atau alat pengukur suhu yang benar). Kalau saya memutuskan mengukur memakai thermometer udara, sementara ada orang yang mau mengukur pakai hitungan suhu badan, sedang yang lainnya ada juga yang mengukur berdasar angka-angka derajat celcius yang muncul di mesin AC, ada juga yang mengukur berdasar ilmu kira-kira, atau standar ukuran lain-lainnya sesuai hasrat masing-masing orang (semaunya sendiri), maka dapat dipastikan yang akan terjadi adalah: tidak akan ada titik temu disebabkan standar alat ukurnya -masing-masing orang- berbeda-beda.  &lt;br /&gt; Nah, demikian juga dalam hal menelaah “ke-tuhan-an Yesus” ini. Standar-ukurannya (parameter) apa yang mau kita pakai, musti jelas dulu. Yesus itu disebut Tuhan menurut siapa? Atau, Yesus itu bukan Tuhan menurut apa? Standar ukurannya musti jelas. Dan pada kesempatan ini Saya, tampil sebagai seorang Kristen (dalam arti: pengikut Yesus Kristus), maka akan memfokuskan ukuran / standarnya berdasar pada kitab-kitab Kristen yang telah terukur keabsahannya (terkanonisasi), yaitu Alkitab. Sekali lagi, standarnya Alkitab! Bukan targum-targum Yahudi, tulisan-tulisan teolog zaman dulu,  atau kitab yang lainnya, tidak! Saya akan sampaikan hal Ke-tuhan-an Yesus fokus dari perspektif Alkitab. Dengan cara jujur dan benar serta cermat mengkaji Alkitab, maka masalah ke-tuhan-an Yesus akan lebih mudah dan gamblang untuk dipahami. Tidak perlu teori filsafat atau ilmu teologi yang berputar-putar. Bagi Saya, ayat-ayat Alkitab cukup jelas terang-benderang menjawab pertanyaan tema kita: Benarkah Yesus itu Tuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata Kunci&lt;/strong&gt; Sebelum nanti kita melihat kesaksian-kesaksian Alkitab soal ke-tuhan-an Yesus, ada 2 (dua) istilah kata penting -yang banyak muncul di Alkitab- yang perlu kita bahas terlebih dulu. Dua kata itu adalah “Tuhan” dan “Allah”. Berdasar pengamatan Saya selama ini, hampir selalu kata “Tuhan” dan “Allah” ini-lah yang sering menjadi pemicu kesalah pahaman atau perdebatan perihal ke-tuhan-an Yesus. Pemahaman yang benar terhadap dua kata tersebut akan menjadi kunci utama bagi para pembaca Alkitab, guna mendapatkan pandangan yang jelas tentang siapa Tuhan, siapa Allah dan siapa Yesus. Tanpa pemahaman yang tepat terhadap istilah “Tuhan” dan “Allah” di Alkitab ini, maka ayat-ayat Alkitab akan bisa tampak rancu, terkesan kontradiksi, membingungkan, bahkan tidak sedikit orang yang karena bingung atau tidak bisa paham sepenuhnya, akhirnya menabrak pada kesimpulan: Alkitab itu menyesatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah  “Tuhan” dan istilah “Allah” dalam Alkitab berbeda dengan kitab suci lainnya.&lt;br /&gt; Dalam kitab suci lain, umumnya istilah “Tuhan” dan “Allah” menunjuk pada satu hal atau substansi yang sama. Kamus Bahasa Indonesia juga tampak menerjemahkan ke-dua istilah tersebut sebagai satu substansi yang sama. Itu sebabnya kini sebagian besar orang tidak lagi mempermasalahkan substansi kata “Tuhan” dan “Allah”. Orang sering berkata: “Tuhan” ya “Allah”, “Allah” ya “Tuhan”, sama saja.  Namun, khusus dalam Alkitab terjemahan Indonesia, ternyata kata “Tuhan” dan “Allah” ini mengandung makna yang sangat berbeda substansi maknanya!  Mari kita telaah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memahami pengertian kata “Tuhan” dalam Alkitab.&lt;/strong&gt; Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “Tuhan” berarti: &lt;br /&gt;1)yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai Yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb; Allah; Yang Maha Esa; &lt;br /&gt;2)Sesuatu yang dianggap sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kata “Tuhan” dalam Alkitab maknanya ternyata ada perbedaan dengan KBBI. Kata “tuhan” dalam Alkitab, bahasa aslinya adalah “adon [adonay]” (Ibrani), atau “kurios” (Yunani). Bahasa Inggrisnya “lord”. &lt;br /&gt; Nah, “adonay” / “kurios” / “lord” ini, ternyata padanannya yang tepat dalam bahasa Indonesia adalah: “Tuan” (tanpa huruf “h”). Sebagai contoh akan kita lihat jelas di ayat berikut: &lt;br /&gt; “as Sarah obeyed Abraham calling him lord” (1Petrus 3:6) Terjemahan Indonesianya: “Sama seperti Sarah taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya”. Kata “lord” / “tuan” di ayat tersebut dalam bahasa Yunaninya = kurios, Ibrani= adonay. &lt;br /&gt;Artinya, Abraham layak disebut sebagai “lord” / “kurios” / “tuan”, sebuah gelar yang persis juga dikenakan kepada Yesus. Dalam Alkitab Yesus berulangkali disebut sebagai “lord” / “kurios” yang arti sejatinya adalah “tuan”. Tapi mengapa kini kata “lord” / “kurios” yang dikenakan pada Yesus kok ditulis sebagai “Tuhan”? Apakah ada beda “tuan” dengan “tuhan” dalam Alkitab?&lt;br /&gt; Alkitab Indonesia tampak sekali tidak konsisten ketika menerjemahkan kata “lord” / “kurios”. Ada yang diterjemahkan sebagai “Tuhan” tapi ada juga yang “tuan”. Untuk hal itu ahli bahasa Remy Silado pernah menjelaskannya dengan sangat gamblang tentang asal-usul kata “Tuhan”, dalam tulisannya yang berjudul: “Bapa jadi Bapak, Tuan jadi Tuhan, Bangsa jadi Bangsat” (Kompas 11 September 2002). Di situ Remy Silado menjabarkan:&lt;br /&gt;Dalam Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ bahwa: arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu ‘tuan’ yang berarti atasan/penguasa/pemilik (alias bos). Setelah diselidiki, ternyata kata “Tuhan” ini pertama muncul dalam peta kepustakaan Melayu beraksara Latin lewat terjemahan kitab suci Nasrani. Artinya, sesungguhnya orang Nasranilah penemu atau pencipta kata “Tuhan”.&lt;br /&gt;Remy Silado membuktikan, dalam kitab suci Melayu terjemahan Brouwerius tahun 1668, kata Yunani “kurios” (yang adalah gelar bagi Yesus/Isa Almasih) masih diterjemahkan sebagai “tuan” (tanpa huruf  “h”). Kemudian VOC menyuruh Pendeta Melchior Leijdecker untuk menerjemahkan ulang seluruh Alkitab. Nah, pada terjemahan Leijdecker inilah ditemukan secara akurat perubahan harafiah dari kata “tuan” menjadi “Tuhan” untuk padanan kata “adonay” atau “kurios”.  Mengapa Leijdecker mengubah kata “tuan” menjadi “tuhan”? Ternyata tujuannya adalah agar bunyi “n” dapat diucapkan dengan baik. Sebab kala itu banyak orang yang baru belajar bahasa Melayu (bekas budak Portugis asal Goa) terpengaruh oleh bahasa Portugis mengucapkan “n” menjadi “ng”. Misal: di Ambon sampai sekarang “tuan” dibaca “tuang”; Tuang Ala artinya Tuhan Allah.&lt;br /&gt;Nah, inti dan hakikatnya dari segi penelusuran bahasa yang akurat, ilmiah dan tepat serta sangat bisa dipertanggung jawabkan, dapat dipastikan bahwa kata “Tuhan” yang dipakai dalam Alkitab bahasa Indonesia sama maknanya dengan “Tuan”. Oleh karena itu, maka, musti dipahami betul bahwa: &lt;br /&gt;Tuhan Yesus (Yunani: kuriou Iesou), artinya = Tuan Yesus (BUKAN ALLAH YESUS!)&lt;br /&gt;Tuhan Allah (kuriou ho theou), artinya = Tuan Allah&lt;br /&gt;Poin yang sangat perlu dipahami benar: bahwa gelar “Tu(h)an” beda maknanya dengan “Allah”. Kata “Tuhan” dan “Tuan” di Alkitab sebetulnya tidak ada perbedaan arti, sama-sama berasal dari kata “adonay” atau “kurios”. Konsekuensinya jelas, saat membaca Alkitab, maka “Tuhan” tidak boleh sembarang disamakan dengan “Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memahami Pengertian kata “Allah” dalam Alkitab.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Kata “Allah” sejatinya adalah kata serapan dari bahasa Arab. Padanannya di dalam Alkitab istilah kata yang dipakai adalah “elohim” (bhs. Ibrani) atau “theos” (bhs. Yunani), atau “god” (bhs. Inggris) yang mengandung makna “sesembahan” atau “yang patut diibadahi”.&lt;br /&gt; “elohim” atau “theos” atau “God” di Alkitab (yang kemudian di Alkitab Indonesia kini diterjemahkan juga sebagai “Allah”), selain bisa dipakai untuk menunjuk pada YAHWEH (Allahnya Israel)*, ternyata kerap kali juga dipakai untuk menunjuk pada pribadi-pribadi yang tampil sebagai utusan dari YAHWEH. Artinya, “Allah / elohim / Theos / God, di Alkitab, memiliki dua makna utama, &lt;br /&gt;Pertama: “elohim”(Allah) menunjuk kepada YAHWEH. Misal: Keluaran 20:2-3 :&lt;br /&gt; “Akulah YAHWEH, Allah (elohim)-mu, … jangan ada padamu allah (elohim) lain di hadapan-Ku”&lt;br /&gt;Syahadat iman Israel berdasar Ulangan 6:4 “… Yahweh elohenu, Yahweh ekhad, artinya Yahweh itu Allah kita, Yahweh itu esa”.  &lt;br /&gt;Kedua: “elohim” (Allah) menunjuk pada utusan-utusan YAHWEH yang tampil atau datang atas nama YAHWEH. &lt;br /&gt;Lebih jelas bisa kita lihat dari ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt; YAHWEH adalah Allah segala allah  / YAHWEH elohim ha elohim – Ulangan 10:17. &lt;br /&gt;Dari frase “segala allah” di ayat itu, tersurat jelas bahwa ternyata “elohim” (allah) di Alkitab ada banyak, hingga bisa dikatakan: YAHWEH adalah Allah dari segala allah. &lt;br /&gt;Di ayat lain juga dikatakan:&lt;br /&gt;“Allah (elohim) berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah (elohim) Ia menghakimi, … Aku (YAHWEH) sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah (elohim), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian” – Mazmur 82:1,6.&lt;br /&gt;“Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (elohim) bagi firaun, … “- Keluaran 7:1&lt;br /&gt;Keluaran 22:8-9 terjemahan Indonesia menuliskan: Jika ada kasus pencurian maka penyelesaiannya harus dibawa menghadap “Allah (elohim)”. Sementara untuk kata “Allah / elohim” di ayat itu, Alkitab King James Version menuliskannya dengan kata: “judges” artinya hakim-hakim. Artinya, para hakim di zaman itu yang secara fungsional menjadi wakil YAHWEH, akan disebut juga sebagai “Allah / elohim”.&lt;br /&gt;Sementara menurut kata-kata Yesus sendiri, di kitab Yohanes berbahasa Yunani, disebutkan pula bahwa ‘Penerima dan Pembawa Firman’ juga boleh disebut sebagai “Theos (Allah)” – sebagaimana tertulis: “Kata Yesus kepada mereka: ... kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah [theos]” ( baca: Yohanes 10:34-35). Itu pula sebabnya di Yohanes 1:1 ‘Sang Firman’ –yang mengacu pada sosok Yesus- disebut sebagai “theos” (Yunani: kai theos en ho logos), yang oleh L.A.I diterjemahkan sebagai: [Sang] Firman itu adalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mazmur 82:1,6, Keluaran 7:1, Keluaran 22:8-9 serta Yohanes 1:1 dan Yohanes 10:35 tersebut jelas sekali Alkitab mengungkap secara eksplisit dan implisit, tersurat dan tersirat, bahwa ternyata memang ada banyak pihak yang bisa disebut “elohim / theos / allah” menurut Alkitab.&lt;br /&gt;Nah, pemahaman yang kita dapat tentang adanya banyak “allah / elohim / theos / god” di Alkitab ini, ternyata juga sesuai dengan kesaksian Rasul di Perjanjian Baru:&lt;br /&gt;1 Korintus 8:5: “Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah / theos”, baik di sorga, maupun di bumi – dan memang benar ada banyak “allah /theos” dan banyak “tuhan” yang demikian - …”&lt;br /&gt;Jelas sudah, Alkitab mengungkapkan cukup gamblang istilah “Allah / elohim / theos / god”, dapat dikenakan juga kepada sosok-sosok lain selain Yahweh (selain Allah Sejati) yang secara fungsional mereka tampil sebagai wakil utusan Yahweh. Namun, bagi sebuah pengakuan iman, orang-orang percaya akan mengatakan: Yahweh-lah Allah, tidak ada sesembahan lain selain Yahweh - Kel 20:2-3 (setara: La illaha ilallah). Seperti juga pengakuan iman Rasul Paulus: “Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah / theos”, baik di sorga, maupun di bumi – dan memang benar ada banyak “allah /theos” dan banyak “tuhan” yang demikian – namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa (Yahweh), yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan (lord, kurios, pemimpin) saja, yaitu Yesus Kristus, yang melaluinya (Inggris: through, Yunani: dia)  segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena dia kita hidup” – 1 Kor 8:5-6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;“Allah” dan “Tuhan”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dalam Alkitab, jelas “Allah” tidak boleh sembarang disamakan dengan “Tuhan”. Kata “Allah” (elohim / theos) berarti mahluk ilahi atau sesembahan, sedangkan “Tu(h)an” (adonay / kurios) berarti seseorang yang berkuasa, atau pimpinan atau orang terhormat. Allah pasti Tu(h)an, tetapi Tu(h)an belum tentu Allah. Sesembahan pasti dihormati, tetapi orang yang kita hormati belum tentu kita sembah. Sekali lagi harus diingat betul, kata “Allah” dengan “Tuhan” di Alkitab bukanlah dua kata yang sepadan maknanya!&lt;br /&gt; Nah, setelah bisa membedakan makna kata “Tuhan” dan “Allah” dalam perspektif Alkitab, sekarang kita bisa menelaah lebih jauh tentang makna ke-tuhan-an Yesus dalam Alkitab.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Apa kesaksian Alkitab perihal ke-tuhan-an Yesus?&lt;br /&gt; Perkataan Yesus sendiri, tercatat dalam Yohanes 13:13:&lt;br /&gt; “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan”. Di sini Yesus sendiri mengaku bahwa dia adalah Guru dan Tuhan bagi murid-muridnya. “Guru dan Tuhan” dalam Alkitab bahasa Inggris adalah “Master and Lord” (guru dan tuan). Guru adalah pengajar, Tuan adalah pemimpin. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kisah 2:32,36: &lt;br /&gt;Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi, … Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. (Alkitab terjemahan L.A.I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There let all the house of Israel know assuredly that God has made this Jesus, whom you crucified, both Lord and Christ. (Acts 2:36, King James Version).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab di ayat itu sangat jelas mengatakan bahwa Allah (God) – lah yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan (lord, pemimpin) dan Kristus.  Allah (God) yang dimaksud di sini adalah Allahnya Israel yaitu Allah yang di kitab Taurat dikenal dengan nama YAHWEH. Jadi secara Alkitabiah, YAHWEH-lah yang mengangkat Yesus menjadi Tuhan (lord, pemimpin). Yesus menjadi Tuhan (lord, pemimpin) bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi karena diangkat oleh Allah (Yahweh).&lt;br /&gt;Ayat Kisah 2:36 dalam Alkitab RSTNE (Restoration Scriptures True Name Edition) menerjemahkan kata “Theos” (Allah) sebagai “Yahweh”, sedang kata “kurios kai kristos” (Tuhan dan Kristus) sebagai: “Melech and Moshiach” (makna artinya = “Raja dan Mesias/orang yang diurapi Allah”). Maka ketika membaca ayat tersebut, pembacanya akan langsung mendapat pemahaman yang sangat jelas sebab di situ dikatakan bahwa: Yahweh telah membuat Yesus menjadi Raja dan orang yang diurapi-Nya. Yesus oleh Yahweh diurapi menjadi juruselamat.&lt;br /&gt;Yesus adalah Tuhan dan kristus, artinya Yesus adalah pemimpin dan orang yang diurapi menjadi juruselamat manusia, oleh Allah. Hal itu sama juga dengan yang tertulis dalam Kisah 5:31:&lt;br /&gt;“… Dia (Yesus)-lah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi pemimpin (Tuhan) dan juruselamat (kristus)…”&lt;br /&gt;Allah menjadikan Yesus sebagai Tu(h)an (kurios) dan kristus (mesias, penyelamat manusia). Mesias secara fungsional memang adalah ‘pemimpin’, bandingkan Matius 23:10 “..hanya satu Pemimpinmu yaitu Mesias”. Mesias adalah Pemimpin! Memimpin orang kemana? Memimpin orang menuju kepada Allah (Yoh 14:6).&lt;br /&gt;Kisah 2:22 “Yesus dari Nasaret, seorang yang ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan dia di tengah-tengah kamu”. Yesus adalah “agen” (pekerja perantara) dari Allah untuk berkarya menyelamatkan manusia. Dalam karya penyelamatan, Allah adalah “tokoh utama” dan Yesus adalah “agen perantara” yang diutus Allah, maka sesuai yang tertulis dalam surat Yudas 25 mengatakan: “Allah yang Esa (Yahweh), Juru selamat kita melalui (through) Yesus Kristus, Tu(h)an (pemimpin, kurios) kita”. Artinya: Juruselamat/penebus yang sejati adalah Allah (Yahweh) yang Esa, namun Ia berkarya melalui orang yang diurapi-Nya (mesias-Nya) yaitu Yesus, utusan-Nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yesus Kristus Jelas Bukan Allah Sejati (Yahweh)!&lt;/strong&gt; Statement / ajaran / doktrin dari pendeta-pendeta (teolog-teolog) yang mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah Sejati atau Yahweh yang menjelma jadi manusia, itu jelas suatu statement yang sangat keliru. Kelirunya di mana?&lt;br /&gt; Pertama, dari nama “YESUS KRISTUS” sebenarnya [kalau mau jujur], sudah cukup jelas nama tersebut merepresentasikan bahwa dia bukanlah Allah Sejati, sebab arti dan makna kata “KRISTUS” itu = “orang yang diurapi / disahkan / dilantik oleh Allah (Bapa / Yahweh)”. Yesus Kristus = Yesus yang diurapi oleh Allah (Bapa / Yahweh). Maka, karena Yesus “diurapi / disahkan / dilantik oleh Allah (Bapa)”, tentu dia bukanlah Allah (Yahweh) itu sendiri. Yesus adalah pribadi “yang diurapi / dilantik”, sedangkan Allah (Bapa / Yahweh) adalah “yang mengurapi / melantik”. Yesus adalah utusan, sedangkan Allah adalah “yang mengutus”.&lt;br /&gt; Kalau Yesus dipandang sebagai Allah sejati, maka akan membuat nama (gelar) “Kristus” pada diri Yesus itu gugur maknanya, sebab “YESUS KRISTUS” = “YESUS YANG DIURAPI OLEH ALLAH”. Maka artinya: kalau andai kata benar “Yesus = Allah Sejati” maka nama Yesus Kristus akan menjadi bermakna sebagai “ALLAH SEJATI YANG DIURAPI OLEH ALLAH SEJATI”. Allah Sejati mengurapi Allah Sejati??? Jadi di sini akan ada 2 pribadi Allah sejati di mana Allah yang satu mengurapi / mengesahkan / mengutus Allah yang lain. Nah, pertanyaannya: Apakah benar adanya Allah sejati harus diurapi oleh Allah sejati yang lainnya? Kalau Allah sejati musti diurapi / dilantik / disahkan oleh Allah yang lain maka dengan sendirinya hal itu justru akan menggugurkan kesejatiannya!&lt;br /&gt; Seperti ungkapan “masa jeruk minum jeruk?”, begitu pula mana ada “Allah sejati diurapi oleh Allah sejati?”. Artinya, dia (Yesus) yang diurapi (Kristus) itu jelas bukan Allah sejati adanya, sebab Allah sejati tidaklah perlu diurapi. Allah sejati tidak butuh pengurapan / pengesahan dari siapapun. Sedangkan Yesus, dia jelas-jelas mengalami ‘pengkristusan’ alias pengurapan / pengesahan / pelantikan dari Allah. Di sini jelas dia bukan Allah sejati! Dan lagi pula Alkitab tidak pernah menyatakan adanya lebih dari satu pribadi Allah sejati, apalagi tiga pribadi sebagaimana diajarkan oleh doktrin Tritunggal.&lt;br /&gt; KRISTUS = DIURAPI / DISAHKAN OLEH ALLAH. Maka, YESUS KRISTUS = YESUS YANG DIURAPI / DISAHKAN OLEH ALLAH. Jelas Dia bukan Allah Sejati! Dari nama “Yesus Kristus” jelas terang benderang sudah dengan sendirinya membuktikan Dia bukan Allah sejati adanya. Dengan demikian, jika ada orang-orang yang ngotot mengklaim Yesus sebagai Allah sejati (Yahweh), sebenarnya mereka telah keliru fatal dan tidak layak menyebut Yesus sebagai Kristus. Tidak patut mereka menyebut Kristus, karena kata “Kristus” justru membuktikan secara langsung dan akurat maknanya bahwa dia bukan Allah sejati, melainkan utusan yang diurapi / disahkan oleh Allah. Kesimpulannya tegas: seorang Kristus jelas bukan Allah sejati! Kalau Yesus = Allah sejati, maka dia bukanlah Kristus!&lt;br /&gt; Yang kedua. Hari ini banyak orang mengatakan: “Yesus adalah Allah sejati” atau “Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia”. Itu pandangan-pandangan banyak orang yang mengaku Kristen hari ini. Tetapi Saya tegaskan, bahwa sebenarnya orang yang berpandangan semacam itu bukan didasarkan pada Alkitab, melainkan semua itu hanya dihasilkan dari tradisi dan filsafat-filsafat hasil ide-ide pikiran manusia. Itu bukan ajaran Kristen sejati! Seorang Kristen sejati pasti mendasarkan segala ajarannya berdasar Alkitab. Sedangkan bagaimana dengan kesaksian Alkitab tentang siapa Yesus itu? Nah, mari kita lihat, untuk kasus ini, hal yang serupa tercatat sangat jelas di Matius 16:13-17 (baca di Alkitab anda):&lt;br /&gt; Hari itu, di zaman itu, Yesus bertanya kepada orang-orang di sekitarnya kira-kira demikian: Hai sobat-sobat, bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, menurut kamu dan menurut orang-orang siapakah aku? Maka orang-orang mulai menjawab dengan ide-ide cemerlang dan pemikirannya masing-masing. Ada yang bilang: “o… Yesus, engkau adalah Yohanes pembaptis”, yang lain berkata “engkau Elia”, “engkau Yeremia”, “engkau seorang dari para nabi”. Ada berbagai ide dan pendapat orang tentang SIAPA YESUS.&lt;br /&gt; Nah, demikian juga kondisinya hari ini, di zaman ini, ketika membahas soal Yesus, ketika ada pertanyaan ‘Siapakah Yesus itu?’ Atau andai kata Yesus datang di zaman ini di hadapan kita, kemudian dia bertanya kepada kita: “Menurutmu siapakah aku?” maka kemungkinan akan banyak pendeta-pendeta dan orang-orang yang akan menjawab demikian:&lt;br /&gt; “o.. Yesus, engkau adalah Allah sejati” &lt;br /&gt;“Engkau adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia”&lt;br /&gt; Seorang pendeta dengan idenya yang mempesona dan penuh karisma mungkin akan berkata:&lt;br /&gt; “O Yesus, engkau Allah sejati yang karena begitu besar kasihmu akan dunia ini maka demi menyelamatkan manusia, maka bagaikan manusia yang mau menyelamatkan semut ia menjadi semut pula, Engkau Allah sejati rela turun dari surga menjadi manusia dan mati di kayu salib”&lt;br /&gt; Sementara seorang pendeta terkenal penggagas doktrin Trinitas, mungkin akan berkata: ”Yesus engkau adalah pribadi kedua dalam Allah yang memiliki tiga pribadi Tritunggal!”.&lt;br /&gt; Nah, benarkah jawaban-jawaban itu semua? Benarkah ide-ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah pribadi ke-2 dari Allah yang tritunggal adanya? Benarkah ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia? Benarkah jawaban-jawaban para teolog dan pendeta-itu sesuai dengan kesaksian Alkitab? Sekarang mari kita simak jawaban apakah yang paling tepat dan Alkitabiah untuk pertanyaan ‘Siapakah Yesus?’&lt;br /&gt; Di Matius 16: 16, Simon berkata bahwa Yesus adalah MESIAS (KRISTUS). Yesus adalah Kristus, Yesus adalah seorang yang diurapi oleh Allah! Itu jawaban Simon. Dan apa komentar Yesus sendiri terhadap jawaban Simon tersebut? Ayat 17: “ …berbahagialah engkau Simon, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di surga …” Di sini Yesus menegaskan bahwa yang menyatakan kepada Simon bahwa “Yesus itu adalah Mesias (Kristus)” adalah Bapa (Allah Yahweh) yang di surga.&lt;br /&gt; Yesus adalah Mesias / Kristus. Yesus adalah seorang yang diurapi / dilantik oleh Allah, itu bukan pernyataan dari Simon atau manusia, bukan pula pernyataan dari pendeta-pendeta atau teolog-teolog atau filsuf-filsuf, bukan pernyataan dari professor atau doktor-doktor teologi, bahkan itu bukan pernyataan dari Yesus sendiri, tapi, itu adalah pernyataan dari Bapa (Allah) di surga! Allah sendirilah yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias! Allah sendiri yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang diurapi (disahkan / dipilih / diutus) oleh Allah!&lt;br /&gt; Dalam Injil Matius 16:15-17 ini, Alkitab bersaksi sangat jelas bahwa: tentang ‘Siapakah Yesus itu?’ Allah (Bapa / Yahweh) sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Utusan yang diurapi oleh Allah). Allah (Bapa / Yahweh) dalam Alkitab, tidak pernah menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Tapi jelas-jelas Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Kristus)! Allah (Bapa / Yahweh) tidak pernah menyatakan bahwa Yesus adalah pribadi ke-2 dari Allah Tritunggal, tidak pernah!!! Tapi Alkitab tegas berulang kali menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus adalah utusan yang diurapi oleh Allah. Nah, kalau Bapa (Allah) sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (orang yang diurapi oleh Allah), maka ajaran Tritunggal yang mengklaim Yesus adalah Allah sejati akan tampak jelas tidak sesuai kesaksian Alkitab. Doktrin Tritunggal jelas melompati kesaksian-kesaksian Alkitab!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan: &lt;/strong&gt;Untuk memahami Alkitab dengan baik dan benar kita musti terlebih dulu paham istilah-istilah di dalamnya. Khususnya istilah “Tuhan” dan “Allah” dalam Alkitab, yang berbeda dengan kitab suci lainnya. Tanpa pemahaman yang tepat maka Alkitab akan terkesan membingungkan – kontradiksi – bahkan ada yang menganggap menyesatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan: Benarkah Yesus itu Tuhan?, pertanyaan ini bisa di jawab dari dua sudut pandang yang berbeda. Jawabannya akan tergantung dari sudut makna “Tuhan” yang dipahami oleh penanyanya. Pertanyaan tersebut bisa dijawab “benar”, bisa juga “tidak”.&lt;br /&gt;Pertama, (Dijawab: Benar). Bagi orang-orang yang melihat dari perspektif Alkitab atau pandangan secara Alkitabiah, Benarkah Yesus itu Tuhan? akan terjawab: Ya benar! Yesus itu Tuhan (namun harus segera disusul dengan catatan penting bahwa “Tuhan” yang dimaksud adalah “lord” atau  “adonay” atau “kurios” atau “tuan” atau  “Pemimpin” alias “Bos”). Yesus itu Tuhan = Yesus itu pemimpin. &lt;br /&gt;Kedua, (Dijawab: Tidak). Untuk pandangan orang umum yang menganggap bahwa kata “Tuhan” artinya =  “Allah sejati” atau kata “TUHAN” dimaksud sebagai YAHWEH, maka pertanyaan Benarkah Yesus itu Tuhan? akan terjawab: Tidak, Yesus bukan “Tuhan / YAHWEH” melainkan Yesus itu “tuan” alias “pemimpin” yang datang sebagai utusan YAHWEH. Yesus adalah Tuan dan Mesias (orang yang diurapi) oleh Yahweh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting juga dipahami betul, demikian juga ketika ada pertanyaan: Apakah Yesus itu Allah?. Jawabannya akan tergantung juga dari sudut pandang si penanya-nya, sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, bagi orang-orang yang memandang dari perspektif Alkitab (dan tentunya mengacu pada istilah kata “Allah/elohim/theos” yang ada di Alkitab), Apakah Yesus itu Allah (elohim / theos)? Jawabannya adalah: Ya! Yesus adalah termasuk golongan “elohim” atau “theos” yang bermakna sebagai ‘Penerima dan Pembawa Firman’ (baca: Yohanes 10:35, Yohanes 1:1), yang begitu juga halnya dengan Musa sebagai “elohim”  (baca: Keluaran 7:1), Hakim-hakim sebagai “elohim” (baca: Keluaran 21:6; 22:8-9), atau pun mahluk-mahluk surgawi yang juga disebut sebagai “para elohim” (baca: Mazmur 82:1 dan 6).  &lt;br /&gt;Kedua, bagi pandangan orang umum yang biasanya memaknai kata “Allah” dalam arti “Allah Sejati” (The true God) atau dengan maksud menunjuk pada “Satu-satunya Allah yang benar”, maka pertanyaan Apakah Yesus itu Allah? jawabannya jelas adalah: Bukan! Yesus bukan Allah Sejati, tetapi Yesus adalah utusan dari Allah yang sejati. Satu-satunya Allah yang benar (Allah sejati, The True God) adalah YAHWEH (atau Bapa), yaitu Allah yang mengutus Yesus, sebagaimana ada tertulis:&lt;br /&gt;Inilah hidup yang kekal itu, mengenal Bapa (maksudnya: Yahweh) sebagai SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR, dan mengenal Yesus Kristus utusan Allah (baca: Yohanes 17:3). Yesus sendiri bersaksi bahwa YAHWEH yang oleh Yesus disebut “Bapa” itu adalah Allahnya Yesus dan juga Allah kita (Yohanes 20:17b: “..Aku [Yesus] akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu” ).&lt;br /&gt;YAHWEH adalah Allah segala allah, YAHWEH adalah elohim dari segala elohim (baca: Ulangan 10:17)&lt;br /&gt;YAHWEH adalah Allah (elohim) yang benar (baca: Yeremia 10:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Catatan Penting: baca Alkitab L.A.I bagian kamus (halaman belakang Alkitab anda, sebelum gambar Peta), pada entri kata “TUHAN” (T-U-H-A-N huruf besar) menjelaskan: kata “TUHAN” adalah salinan dari nama Allah Israel, yaitu Yahweh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian soal adanya ayat-ayat Alkitab (yang sering ditafsirkan bahwa Yesus adalah Allah Sejati) yang biasanya menjadi bahan perdebatan antara penganut Trinitas dan AntiTrinitas, selengkapnya silahkan baca buku: MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL, Frans Donald, Borobudur Indonesia Publishing, 2007/2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-2561474418307332349?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/2561474418307332349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=2561474418307332349' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/2561474418307332349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/2561474418307332349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/09/benarkah-yesus-itu-tuhan.html' title='BENARKAH YESUS ITU TUHAN?'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-6974623553142331318</id><published>2008-07-22T03:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T03:11:46.526-07:00</updated><title type='text'>Surat terbuka untuk Stephen Tong.</title><content type='html'>&lt;strong&gt;DOKTRIN TRINITAS (ALLAH TRITUNGGAL) AJARAN STEPHEN TONG, BUKAN AJARAN ALKITAB!&lt;br /&gt;(Frans Donald [Unitarian] menjawab fitnah Stephen Tong)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang telah beredar sejak tahun 1990, berjudul “Allah Tritunggal”, Stephen Tong, Pendeta Gereja Reformed Injili Indonesia, menegaskan bahwa Unitarian (di samping Saksi Yehova, Mormon, dan teologi Liberal) adalah ajaran sesat (halaman 72, Stephen Tong, Allah Tritunggal, cetakan ke-9, 2006).&lt;br /&gt;Sebagai seorang Unitarian, tentu saja saya berhak menanggapi tuduhan Stephen Tong tersebut. Tong menganggap Unitarian sesat karena Unitarian tidak beriman pada doktrin Tritunggal (Trinitas). Nah, melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan bahwa tuduhan Tong terhadap kami (Unitarian) adalah tuduhan yang ternyata hanyalah tuduhan yang didasarkan pada teorinya sendiri. Argumen Tong hanya ide atau pikirannya sendiri, sama sekali tidak Alkitabiah! Bahkan di Pendahuluan bukunya, Tong sendiri mengakui bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Tritunggal belum pernah muncul di Perjanjian Lama. Istilah ini juga belum pernah muncul di Perjanjian Baru. Jadi istilah ini tidak pernah muncul di seluruh Alkitab. (Hal. 1 buku Allah Tritunggal, karya Stephen Tong, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di halaman Prakata bukunya, Tong menegaskan pula bahwa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunikan Kekristenan adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal, yang tidak ada pada agama-agama lain. Doktrin yang begitu jelas diajarkan dalam Alkitab ini selalu menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen maupun orang bukan Kristen. Memang secara terminology istilah ini tidak muncul dalam Alkitab. Namun seluruh Alkitab mengandung ajaran yang penting ini. (Tong, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat Stephen Tong tersebut sangat ambigu (berstandar ganda). Di satu muka Tong ingin tampak jujur mengakui bahwa istilah Tritunggal itu tidak Alkitabiah, tapi di mukanya yang lain Tong menegaskan bahwa ajaran (doktrin) Tritunggal terkandung di seluruh Alkitab. Istilah Tritunggal jelas tidak Alkitabiah tapi Tritunggal terkandung di Alkitab, kira-kira begitu menurut Tong. Di sini Tong tampak seolah bermuka dua dalam upaya membela doktrin Tritunggal versinya. &lt;br /&gt;Juga pernyataan Tong bahwa “Tritunggal tidak ada pada agama-agama lain” ini jelas adalah sebuah pernyataan yang mengada-ada untuk menyangkal kenyataan yang ada, terbukti di berbagai agama pagan di dunia, adanya dewa-dewa Tritunggal telah banyak dikenal dalam berbagai budaya kafir. Misal:&lt;br /&gt;Di Mesir: Tritunggal Horus-Osiris-Isis berkembang abad 2 SM; &lt;br /&gt;Di Babel: Tritunggal Istar-Sin-Samas, abad ke-2 SM;&lt;br /&gt;Di Palmyra: Tritunggal Allah Bulan-Allah Langit-Allah Matahari, abad 1 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang hanya berisi teori-teorinya sendiri itu (tidak Alkitabiah tapi diracik-racik agar terkesan seolah Alkitabiah!), Tong menuliskan juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… tidak mungkin Tritunggal dimengerti seluruhnya oleh rasio manusia. … Memang, doktrin Tritunggal adalah doktrin yang paling sulit dimengerti, paling sulit dijelaskan, paling sulit diterima dan sulit dipercaya, diungkapkan dengan kata-kata atau istilah-istilah manusia (hal. 9, Tong, 2006). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika Stephen Tong sendiri mengakui bahwa Istilah Tritunggal tidak Alkitabiah, doktrin Tritunggal membingungkan, Tritunggal adalah doktrin yang paling sulit diterima dan sulit dipercaya, tapi sayang sekali mengapa kemudian Tong dengan berani sesumbar mengklaim bahwa Unitarian (dan golongan lain yang tidak percaya Tritunggal, Saksi Yehova, Mormon, Kristen Liberal, dllnya.) adalah sesat!? Menurut saya, tuduhan “sesat” yang dilontarkan Tong terhadap Unitarian adalah black campaign (kampaye hitam) dan fitnah belaka untuk mempropagandakan ajaran organisasinya yang merasa paling benar sendiri! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, soal dianggap sebagai “Penyesat”, saya sebagai pengikut Yesus dan saudaranya Yesus, saya justru tersanjung jika ada orang yang menuduh saya sebagai “penyesat”, karena Yesus sendiri juga pernah dianggap sebagai “PENYESAT” oleh tokoh-tokoh agama di zamannya (baca: Matius 27: 62-63). Jadi, gelar “penyesat” yang kerap saya terima justru makin mengukuhkan bahwa saya memang benar-benar adiknya (saudara mudanya) Yesus. Yesus pernah dicap sebagai “PENYESAT” oleh tokoh-tokoh agama (teolog-teolog) di zamannya, maka wajar saja jika saya juga dicap sebagai “PENYESAT” oleh pendeta-pendeta di zaman yang penuh kemunafikan dan tipuan agama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stephen Tong bukan Kristen!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Kristen = Pengikut Kristus. Ukuran “Kristen” atau “bukan Kristen” standar ukurannya jelas adalah Alkitab dan kata-kata Yesus. Jika seseorang berani mengaku Kristen namun ajarannya tidak didasarkan dari Alkitab / kata-kata Yesus, maka hakikatnya orang tersebut adalah Kristen Palsu (Pengikut Yesus Palsu). Jika Yesus dan para rasul tidak pernah mengajarkan Tritunggal, kemudian ada seseorang yang mengaku pengikut Yesus dan pengikut para rasul tapi kemudian gencar mengajarkan Tritunggal (ajaran baru tidak pernah diajarkan oleh Yesus!), maka ajaran orang tersebut telah menyimpang dari ajaran Yesus / para rasul.  Yesus dan para nabi serta rasul tidak pernah mengajarkan Tritunggal, sementara Stephen Tong berkeras mengajarkan Tritunggal yang tidak Alkitabiah. Artinya jelas Stephen Tong bukan pengikut Yesus / para nabi / para rasul! Tong hanyalah pengikut filsafat-filsafat (teori)-nya sendiri! Tong bukan Kristen sejati, maka jika Tong berani mengklaim Unitarian (Kristen Liberal, Mormon, Saksi Yehova, dan agama lain yang tidak percaya Tritunggal termasuk Islam) sebagai “sesat”, hal itu hanyalah seperti “maling yang teriak maling”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi siapa yang sesat sebenarnya? Agar tidak terjadi fitnah yang berkembang tanpa dasar yang jelas dalam masyarakat, saya sangat berharap Stephen Tong bersedia “dialog/debat terbuka” dengan Unitarian (Saya&amp;Tim) untuk membuktikan tuduhannya di muka umum. Ayo Stephen Tong, jangan cuma jadi tong kosong yang berbunyi nyaring di komunitas gereja anda saja, kalau anda merasa benar dan tidak fitnah, bicaralah di depan wartawan-wartawan, di depan orang-orang Islam, di depan kami (Unitarian), di depan umum! Silahkan saja jika Tong mengklaim kami (Unitarian) sesat, dan sebaliknya kami (Saya &amp; Tim Unitarian) akan buktikan bahwa ajaran Tritunggal Stephen Tong bukan ajaran Kristen, bukan ajaran Yesus, bukan ajaran Alkitab, melainkan ajaran Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ketahuilah sahabatku, bahwa Tritunggal dilahirkan lewat tiga ratus tahun setelah diberikannya Injil purba; ia (doktrin Tritunggal) dikandung dalam ketidakpahaman, dimunculkan dan dipertahankan oleh kekejaman”- Anthony Buzzard dalam bukunya: The Doctrine of the Trinity.&lt;br /&gt; Encyclopedia Americana mengatakan bahwa doktrin Tritunggal bukan ajaran Kristen! :&lt;br /&gt; “Kekristenan berasal dari Yudaisme, dan Yudaisme adalah Unitarian ketat. Jalan yang membimbing dari Yerusalem ke [konsili] Nicea samasekali tidak lurus. Trinitarianisme abad ke-4 tidak mencerminkan secara akurat ajaran Kristen purba mengenai kodrat Allah; &lt;strong&gt;sebaliknya [Trinitas] adalah penyimpangan dari ajaran [Kristen purba] itu&lt;/strong&gt;. …”- Encyclopedia Americana.&lt;br /&gt; “Asal usul Tritunggal (Trinitas) sepenuhnya kafir”- The Paganism in Our Christianity.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-6974623553142331318?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/6974623553142331318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=6974623553142331318' title='37 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/6974623553142331318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/6974623553142331318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/07/surat-terbuka-untuk-stephen-tong.html' title='Surat terbuka untuk Stephen Tong.'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>37</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-8424022470424529608</id><published>2008-07-20T01:24:00.001-07:00</published><updated>2008-07-21T08:43:28.902-07:00</updated><title type='text'>MEREKA BILANG ALKITAB SAYA PALSU!</title><content type='html'>MEREKA BILANG ALKITAB SAYA PALSU! &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BACAAN KHUSUS DEWASA &lt;/strong&gt;(Tulisan ini adalah pledoi terhadap golongan Islam fundamentalis-fanatik yang sering menyerang Alkitab. Tulisan ini BUKAN DITUJUKAN bagi kaum Islam yang moderat, terbuka, lebih suka mencari titik temu "kalimatun sawa" daripada perbedaan-perbedaan, serta yang menghormati Alkitab) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, sebenarnya saya tidak ingin menyajikan tulisan yang tajam ini, namun karena serangan membabi buta terhadap Alkitab oleh oknum-oknum tertentu yang kerap menghina Alkitab dengan mengatas namakan pengikut Al Quran dan Muhammad, maka saya -dengan berat hati- merasa perlu menuliskan artikel ini. Dalam buku-buku saya yang telah terbit, tentu dapat dilihat bahwa saya sangat menghormati Al Qur'an-Hadits dan Muhammad, namun sayangnya, orang yang berseberangan dengan saya ternyata tidak menghormati Alkitab saya, bahkan sangat melecehkan. Saya (serta banyak golongan sahabat saya dari islam) lebih menyukai "kalimatun sawa", tetapi "kaum fanatik fundamentalis" (yang mengaku islam juga)tampaknya lebih suka bertikai dengan cara menyerang Alkitab saya. &lt;br /&gt;Seringkali ketika membaca buku saya (judul MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL), beberapa orang (yang mengaku "Islam", yang fundamentalis) memuji-muji (menyanjung-sanjung)saya. Mereka memuji-muji saya karena buku tersebut (oleh beberapa orang tertentu) dianggap menguntungkan gerakan Islamisasi mereka guna meruntuhkan doktrin Trinitas Kristen. Namun, ketika mereka membaca yang judul KASUS BESAR YANG KELIRU atau ALLAH DALAM ALKITAB &amp; ALQURAN, beberapa (sebagian kecil kaum fundamentalis fanatik) dari mereka bukannya memuji atau memberi kritik yang santun, sebaliknya mereka marah bahkan mengumpat saya. Umumnya mereka mengumpat saya karena tidak setuju dengan argumen-argumen yang saya dasarkan dari Alkitab yang menjelaskan di antaranya tentang: Hari Sabat, Penyaliban dan kebangkitan Yesus, Yesus adalah Malakh, serta istilah Anak Allah. Mereka tidak setuju dengan kebenaran Sabat, Penyaliban Yesus, Yesus Malaikat, Yesus anak Allah, padahal semua hal tersebut jelas-jelas diungkap dalam banyak ayat yang bertaburan di Taurat-Injil (Alkitab). Mereka berkeras bahwa semua hal yang diungkapkan dalam Alkitab itu (khususnya tentang Sabat, Penyaliban Yesus, istilah anak Allah) semuanya bertentangan dengan AlQuran!&lt;br /&gt; Dengan menolak hal-hal tersebut, artinya mereka jelas menolak kesaksian Alkitab. Setelah saya tanyakan secara baik-baik mengapa menolak kesaksian Alkitab, dengan lugas dan tampak ingin menyakiti hati saya [walau pun kenyataannya hati saya bukan milik saya tapi milik Allah] mereka menjawab: karena Alkitabmu palsu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa klaim Mereka:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Frans Donald, kalau mau dapat kebenaran, anda harus meninggalkan Alkitab anda! Alkitab anda palsu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei Frans Donald, sebagai seorang Kristen, kasihan sekali anda, karena Alkitabmu palsu. Kecian deh lu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai kristen bodoh, jangan sembarang nulis buku, ya! Buku-bukumu sesat semua, kok berani-beraninya kamu menyandingkan ayat-ayat Al Qur’an yang suci dengan ayat Alkitabmu yang sesat, bertobatlah! Yang benar hanya Al Qur’an saja, tidak ada yang lain!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alkitabmu palsu, Frans! Harus kamu sadari Taurat atau Injil yang asli sekarang sudah tidak ada, Alkitab yang beredar sekarang tinggal yang palsu karena yang asli sudah dirusak dan hilang lenyap!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, banyak juga pujian-pujian atau apresiasi positif dari para pembaca buku-buku yang telah saya tulis selama ini (umumnya mereka orang islam-kristen yang terbuka dan menghormati kebebasan berpikir), tapi juga tidak bisa dibilang sedikit orang yang mengapresiasinya dengan nada-nada negatif. Mereka mengkritik pedas, mencerca, mengutuk dan menghujatnya. &lt;br /&gt;Beberapa orang (yang mengaku Islam dan beriman pada Al Qur’an, tetapi tampaknya bukan islam sejati) menghubungi saya dan langsung menyerang dengan statement membabi buta bahwa Alkitab Nasrani (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) yang ada sekarang adalah kitab Palsu. Mereka bilang, Taurat dan Injil yang asli kini sudah tidak ada lagi (sudah lenyap) karena sudah diubah alias digantikan dengan Injil-Injil palsu ciptaan manusia!&lt;br /&gt;Meskipun sebenarnya -kalau mau jujur- tuduhan “Alkitab Nasrani palsu” secara hukum hanya akan sah jika disertai dengan bukti adanya Alkitab yang asli, namun walaupun -sampai tulisan ini saya tulis- mereka tidak pernah bisa menunjukkan mana Taurat-Injil yang asli, tapi mereka bersikukuh bahwa yang tinggal sekarang hanyalah yang mutlak palsu. Mereka mengklaim bahwa kini kitab yang asli 100% hanyalah Al Qur’an saja, tak ada yang lain! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mari kita Jawab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya mendaftar ada beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang biasanya dijadikan senjata oleh orang-orang “penyerang Alkitab” (yang mengaku Islam, namun tampaknya bukan islam sejati) itu untuk mengklaim kepalsuan Alkitab, di antaranya ada beberapa ayat yang dipakai, dan berikut tanggapan Saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.“Allah membenarkan apa yang ada pada bani Israil (Taurat). Janganlah mereka mengingkari dan jangan menukarkan ayat-ayat-Nya. Janganlah mereka mencampuradukkan yang hak dengan yang batil dan jangan sembunyikan kebenaran” (QS.2:41-42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan saya: Ayat tersebut memang melarang orang Yahudi untuk tidak mengingkari atau menukar ayat-ayat Allah, tapi ayat tersebut samasekali tidak ada indikasi yang bisa dijadikan dasar kuat untuk mengklaim bahwa Taurat-Injil yang asli telah lenyap, tidak demikian. Ayat tersebut lebih menekankan agar orang-orang Yahudi yang sudah tau kebenaran yang ada pada Taurat janganlah menyembunyikan kebenarannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.“Segolongan mereka mengubah firman Allah setelah mengetahuinya” (QS.2:75). “Orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, tetapi mengatakan ”Ini dari Allah”, demi memperoleh keuntungan yang sedikit” (QS.2:79). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan saya: Ya, saya setuju bahwa bisa dikatakan memang ada ayat dalam Alkitab yang telah berubah, tapi harus segera digaris bawahi dengan tebal bahwa, perubahan yang ada adalah berupa penambahan atau penyisipan ayat, bukan pengurangan atau penghilangan ayat! Artinya Taurat-Injil yang asli tetap ada, dan tidak mungkin berubah substansi (hakikat)nya. Perlu saya tegaskan bahwa: ayat-ayat Taurat-Injil yang asli tidak mungkin hilang justru bisa kita ketahui dari kesaksian Al Qur’an juga. Jika Taurat-Injil yang asli telah hilang atau dipalsukan samasekali, maka Al Qur’an akan otomatis menjadi palsu juga. Tentang hal ini nanti di bahasan berikutnya akan anda temui alasan-alasannya mengapa saya katakan jika Taurat–Injil yang asli telah hilang maka konsekwensinya adalah ayat Al Qur’an juga pasti palsu atau dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, … mengapa kamu mencampuradukan yang benar dengan yang batil, dan menyembunyikan yang benar, padahal kamu mengetahuinya?” (QS. 3:70-71). “Segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab supaya kamu mengiranya itu sebagian dari Alkitab, padahal bukan dari Alkitab...Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahuinya” (QS. 3:78). “Sebagian dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari tempat-tempatnya … dengan memutar lidah mereka dan mencela agama …” (QS. 4:46). “Orang-orang Nashara (Nasrani) sengaja melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan Allah kepada mereka” (QS. 5:14). “Ahli Kitab [Yahudi-Nasrani] banyak yang menyembunyikan isi Alkitab dan membiarkannya” (QS. 5:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan saya: Kalau kita kritis dan teliti dengan seksama kesaksian ayat-ayat tersebut, justru ayat-ayat tersebut jelas membuktikan bahwa Taurat-Injil yang asli jelas benar-benar masih ada sehingga bisa dikatakan bahwa: sebagian orang berupaya menyembunyikan. Kalau tidak ada yang asli mana mungkin dikatakan bahwa sebagian orang menyembunyikannya, bukan? Ayat-ayat tersebut sama sekali tidak mengklaim bahwa Taurat-Injil yang asli sudah hilang, ayat tersebut hanya bilang bahwa ada sebagian orang yang merubah – berkata dusta – menyembunyikan – melupakan isi dari Alkitab. Yang palsu atau berubah adalah ajaran orang-orang / tokoh-tokoh agamanya, bukan kitab sucinya. Dari ayat tersebut jelas Muhammad tidak mempersoalkan asli tidaknya Taurat-Injil, tetapi yang dikecam adalah orang-orang pembaca Taurat-Injil yang merubah ajaran, berkata dusta, munafik, memutar balikkan kebenaran, sengaja melupakan, dsbnya. Muhammad tidak pernah berkata bahwa Taurat-Injil asli sudah tidak ada, yang Muhammad serang adalah ajaran oknum-oknum Yahudi-Nasrani yang munafik, bukan kitab sucinya! Muhammad tidak pernah memperingatkan adanya Taurat-Injil yang palsu, sebaliknya Muhammad justru membenarkan kebenaran Taurat-Injil yang sudah jauh ada sebelum dia lahir. Sekali lagi saya tegaskan, Muhammad [seperti kecaman yang juga pernah dilakukan oleh Yesus kepada ahli-ahli taurat] kala itu sedang memberi peringatan keras terhadap penyelewengan-penyelewengan ajaran Taurat-Injil. Jelas, penyelewengnyalah yang dikecamnya, bukan palsunya Taurat-Injil yang beredar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lagi-lagi Saya Bantah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Pada tulisan-tulisan berikut, kita akan membahas lebih tajam lagi. Benarkah Alkitab (Perjanjian Lama &amp; Perjanjian Baru), yang ada kini Palsu samasekali? &lt;br /&gt;Kita akan menganalisanya lebih jauh. Saya akan buktikan bahwa klaim para penyerang Alkitab tersebut justru perlu dikaji ulang berdasar dari kesaksian Al Qur’an itu sendiri. Mereka mengklaim bahwa Alkitab yang mengandung firman Allah telah terpalsukan atau hilang atau digantikan atau ditukarkan dengan kitab lain karena ulah manusia. Yang asli telah lenyap, yang ada beredar kini hanya Taurat-Injil yang palsu, begitulah klaim mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang musti direnungkan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ini, Saya akan mulai mengajak anda (pembaca) untuk mulai berpikir kritis dan tajam. Ayo, kita mulai dengan dua pertanyaan kunci.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama.&lt;/strong&gt; Kalau benar Alkitab sudah palsu samasekali, pertanyaan-pertanyaan penting yang harus bisa dijawab dengan akurat ilmiah dan tepat adalah: Mana Alkitab yang asli? Bukankah sesuatu hanya boleh dianggap palsu jika ada bukti tentang keberadaan yang asli? Tanpa bukti, suatu tuduhan hanyalah akan menjadi fitnah dusta besar penyebar petaka!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua.&lt;/strong&gt; Jika telah dipalsukan, kapankah masa dilakukannya pemalsuan tersebut, apakah sebelum munculnya Islam di Arab atau sesudahnya? Perlu diketahui saudara-saudari pembaca semua, hingga saat ini -sepengetahuan saya- tidak ada satupun pakar “penyerang Alkitab” dari Islam yang dapat memberikan jawaban memuaskan atas pertanyaan yang sangat sederhana ini. Mereka tidak mau dan memang tidak bisa menjawab, sebab andaikan mau dijawab ”pemalsuan Alkitab terjadi sebelum Islam muncul di Arab”, maka akan menjadi sangat aneh mengapa bertebaran banyak ayat di Al Qur’an justru membenarkan Alkitab dan memerintahkan orang-orang untuk mengimaninya? Artinya kalau Taurat-Injil yang asli sudah tidak ada di zaman Muhammad, maka perintah Al Qur’an yang menyuruh orang beriman pada Taurat-Injil adalah perintah yang salah, karena mana mungkin Allah menyuruh orang untuk beriman pada kitab-kitab yang telah palsu / telah lenyap! Sebaliknya kalau dijawab “pemalsuan Alkitab terjadi sesudah Islam muncul di Arab”, maka serta merta para ‘penyerang Alkitab’ tersebut akan dipermalukan oleh dua hal, pertama: fakta-fakta sejarah yang akurat membuktikan bahwa: naskah-naskah Alkitab yang telah final terkanonisasi* dengan baik (dan hakikatnya sama dengan Alkitab yang beredar hari ini) sudah tersimpan rapi dalam gereja dan museum-museum dunia ratusan tahun jauh sebelum datangnya islam di tanah Arab; kedua: kalau memang pemalsuan Alkitab terjadi setelah Islam muncul, maka itu artinya Al Qur’an adalah kitab yang palsu dan dusta, sebab Al Qur’an sendiri bersaksi-janji bahwa ayat-ayat Allah (tentu termasuk Alkitab yang berisi Taurat-Injil) tidak seorang pun yang sanggup mengubahnya!&lt;br /&gt;(*Catatan: kanon, berasal dari bahasa Yunani yang artinya penggaris atau tongkat untuk mengukur. Maksudnya kata ‘kanon’ ini mengacu pada tolak ukur yang digunakan kepada naskah dalam Alkitab untuk selanjutnya disebut sebagai inspirasi dari Firman Allah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statement yang berteori bahwa “Alkitab yang asli sudah lenyap seluruhnya sebab sudah dipalsukan, dan kini yang ada tinggal hanyalah yang palsu” ini adalah suatu statement pemutar balikkan fakta, suatu teori ciptaan Iblis! Mengapa saya katakan teori ciptaan Iblis? Karena teori itu adalah teori yang melawan kesaksian Allah yang (justru menurut Al Quran) menjamin bahwa ayat-ayat-Nya tidak dapat dirubah atau dihilangkan oleh siapapun juga. Artinya, jika anda percaya bahwa ayat-ayat Allah (Taurat-Injil) bisa dihilangkan atau dipalsukan oleh manusia, padahal Iblis atau setan sekalipun tidaklah dapat merubah atau menghilangkan Firman Allah. Maka kalau sampai ada sesuatu yang disebut sebagai “alkitab asli” tetapi nyatanya kini “alkitab asli” tersebut telah lenyap oleh karena suatu alasan sebab apa pun juga, maka dapat dipastikan “alkitab asli” yang telah lenyap itulah yang sebenarnya palsu adanya! Ketidak eksisannya atau kelenyapannya dari peredaran justru membuktikan kitab itu TIDAK DIJAGA OLEH ALLAH karena MEMANG TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN FIRMAN ALLAH! &lt;br /&gt;Iblis tidak berkuasa melenyapkan Alkitab, makanya dia hanya bisa berdusta dengan menyebarkan kabar bohong yaitu “Alkitab yang asli sudah lenyap sebab sudah dipalsukan, dan kini yang ada tinggal hanyalah yang palsu”.  Itu teori iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makin dihambat, makin merambat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pun membuktikan, Alkitab tidak pernah berhasil dilenyapkan oleh ulah manusia, karena ia mengandung pernyataan dan Firman Allah yang kekal. Semakin dihambat semakin merambat. Sangat banyak terbitan-terbitan Alkitab telah berusaha dimusnahkan, dinyatakan ilegal, kitab sesat, dilarang dibaca, bahkan ribuan eksemplar Alkitab pernah dibakar orang dan negara. Begitu banyak penyebar-penyebarnya telah disiksa-aniaya, dibunuh atau dibungkam dengan dijebloskan ke dalam penjara. Tetapi Firman Allah yang kekal makin terbukti tidak bisa disembunyikan atau dihilangkan seperti tuduhan sejumlah orang, malahan tahun demi tahun penyebaran Alkitab makin meluas keseluruh penjuru dunia. Bak peribahasa “Mati satu tumbuh seribu”. 1 Alkitab dibakar 1 juta eksemplar dicetak. Setiap tahun jutaan eksemplar Alkitab terus dicetak ulang dalam berbagai versi dan bahasa. &lt;br /&gt;Renungkanlah hal ini saudaraku. Sederhanalah saja, andaikan kitab yang berisi Firman Allah bisa hilang lenyap dari peredaran, maka kita justru patut mencurigai bahwa itu bukanlah kitab Firman Allah yang kekal, melainkan hanya kalimat buatan manusia yang fana belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayo, kita buktikan lebih jauh!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju bahwa ada beberapa ayat di Alkitab yang memang telah ditambahkan / disisipkan (bukan dihilangkan atau dikurangi!) oleh oknum-oknum tertentu, tapi jelas tidak mungkin jika kini ayat-ayat Taurat-Injil yang asli kini telah menjadi hilang samasekali atau berubah subtansinya. Itu sungguh tidak mungkin! Saya akan buktikan bahwa andaikan Alkitab yang ada kini secara subtansi palsu adanya, maka artinya substansi Al Qur’an justru akan menjadi lebih palsu lagi! Klaim bahwa “Alkitab asli sudah tidak ada samasekali” ternyata justru telah terpatahkan oleh kesaksian Al Qur’an sendiri. Untuk itu mari kita cermati dengan jujur kesaksian-kesaksian Al Qur’an berikut ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.Dalam QS.5:68 Allah memerintahkan: Katakanlah “Hai ahli kitab (Yahudi-Nasrani) tidaklah kamu berada atas suatu kebenaran hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu …”. Ayat tersebut tegas memerintahkan Muhammad untuk menyuruh orang (entah siapapun mereka) supaya menegakkan Taurat-Injil. Nah, bagaimana mungkin orang bisa melaksanakan perintah Allah di QS. 5:68 tersebut andaikan benar Taurat-Injil yang asli sudah tidak ada? Mana bisa Taurat-Injil ditegakkan jika Taurat-Injil yang asli sudah tidak ada lagi? Artinya jelas, jika benar Taurat-Injil yang asli sudah tidak ada, berarti perintah Al Qur’an surat 5:68 tersebut adalah perintah Allah yang salah, yang artinya akan menyusul pada suatu kesimpulan bahwa Al Qur’an adalah salah! Dilema terbesar bagi “orang islam penyerang Alkitab” adalah justru ketika Allah sendiri yang menempatkan Taurat &amp; Injil itu sebagai rujukan kebenaran bagi Muhammad serta pengikutnya. Dengan demikian konsekwensinya jelas, sekali Alkitab dituduh palsu maka otomatis palsu pulalah Al Qur’an itu dengan sendirinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Perhatikan perintah Allah dalam ayat berikut: QS. 4:136 “Hai orang-orang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan beriman kepada kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan sebelumnya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh”. Perhatikan dengan teliti ayat tersebut. Di situ juga dikatakan dengan tegas bahwa Allah memerintah supaya pengikut Muhammad beriman kepada kitab yang diturunkan sebelumnya, jelas di sini kitab yang dimaksud dengan “kitab yang diturunkan pada rasul-Nya dan kitab sebelumnya” adalah Taurat dan Injil. Jika benar Taurat dan Injil yang asli sudah tidak ada lagi, maka secara langsung artinya jelas bahwa Allah telah salah dalam memberi perintah pada pengikut Muhammad (Otomatis ayat Qur’an tersebut juga salah). Konsekwensinya, kesalahan Al Qur’an akan menjadi dobel-dobel, pertama, Al Qur’an salah karena telah memerintahkan umat-Nya untuk beriman pada kitab Taurat-Injil, sementara Taurat-Injil yang asli sudah tidak ada. Kedua, berarti Allah di Al Qur’an tidak sanggup menjaga ayat-ayat-Nya, padahal pernah berjanji untuk menjaganya. Allah macam apa itu, tidak dapat menjaga ayat-ayat yang pernah diturunkan-Nya + memberikan perintah salah yang tidak mungkin dilakukan umat-Nya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.QS. 10:64 berkata: “..Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah..”. Nah, di sini akan nampak jelas, kalau ada orang mengaku beriman pada kesaksian Al Qur’an, tetapi kemudian berkata bahwa Taurat-Injil (yang jelas berisi kalimat-kalimat Allah) sudah berubah samasekali (subtansinya yang asli sudah hilang), orang tersebut justru sebenarnya jelas-jelas kembali mengingkari kesaksian Al Qur’an yang tegas berkata bahwa TIDAK ADA PERUBAHAN BAGI KALIMAT-KALIMAT ALLAH! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.QS. 6:34 juga berkata: “…Tiada seorang pun yang dapat menukar kalimat-kalimat Allah..” Al Qur’an tegas bersaksi bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menukar atau mengganti (memalsukan substansi) kalimat-kalimat Allah. Sedangkan ayat-ayat Qur’an yang lain mengatakan bahwa umat pengikut Muhammad harus beriman pada Taurat dan Injil (Bandingkan QS. 2:136, QS. 3:84). Nah, bukankah Taurat dan Injil jelas berisi kalimat-kalimat Allah, maka jikalau benar kini kitab Taurat-Injil sudah ditukar dengan injil-injil yang palsu, berarti otomatis ayat QS. 6:34 tersebut tidak bisa dipercaya! Al Qur’an bersaksi bahwa kalimat-kalimat Allah (termasuk Injil) TIDAK SEORANG PUN DAPAT MENUKARNYA, sementara beberapa orang mengklaim bahwa Injil sudah dipalsukan. Nah, konsekwensinya akan jelas, salah satu dari dua hal tersebut pasti salah. Al Qur’an yang salah, atau klaim orang tersebut yang salah? Pikirkanlah, saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Perhatikan juga ayat QS. 48:23 yang berkata: “Ketentuan Allah yang telah berlaku sejak dahulu dan engkau tiada akan mendapati perubahan bagi ketentuan Allah”. Taurat-Injil jelas di dalamnya berisi ketentuan-ketentuan Allah, jika ketentuan-ketentuan Allah yang tertuang dalam Taurat-Injil ternyata telah ditukar atau dipalsukan, maka Allah telah gagal menjaga ayat-ayatnya, dengan demikian kesaksian Al Qur’an 6:34 dan 10:64 yang berkata bahwa “kalimat-kalimat Allah tidak dapat ditukar oleh seorang pun” juga adalah ayat palsu! Konsekwensinya jelas, jika kalimat-kalimat Allah dalam Taurat-Injil adalah palsu atau telah diubah oleh seseorang, maka dengan sendirinya kesaksian Al Qur’an juga palsu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.QS. 5: 44, 46 berkata: “Sesungguhnya Kami (Allah dengan mengutus malaikat-Nya) telah menurunkan Taurat, di dalamnya berisi petunjuk dan cahaya, … Kitab Injil sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”. Nah, kalau kita camkan ayat tersebut, maka klaim yang mengatakan bahwa Taurat-Injil sudah dipalsukan, terlebih lagi dilenyapkan, maka klaim itu = menghina Allah! Mengapa saya katakan menghina Allah? Orang-orang tersebut jelas menghina Allah karena menganggap bahwa Taurat yang berisi kalimat-kalimat dlam Taurat-Injil yang mengandung petunjuk dan cahaya Allah tersebut telah hilang lenyap. Taurat-Injil yang asli dianggap hilang, kalimat-kalimat petunjuk dan cahaya dari Allah telah hilang? Kasihan sekali Allahnya! Allah yang malang, lemah dan tidak sanggup menjaga Taurat-Nya. Seperti itukah Allah yang saudara sembah, tentu tidak, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Camkan pula ayat berikut: QS. 10:94 “Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA KITAB SEBELUM ENGKAU…”. Al Qur’an bersaksi memerintah Muhammad: jika Muhammad ragu, maka Allah menyuruhnya bertanya pada orang-orang yang membaca kitab suci sebelum Muhammad, siapakah orang-orang yang membaca kitab sebelum Muhammad? Apakah itu orang-orang Arab jahilliyah yang kafir dengan kitab-kitab kekafirannya? Tentu tidak.  Yang dimaksud pasti orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan kitabnya Taurat-Injil. Nah, kalau andai saat itu Taurat-Injil yang asli sudah tidak ada, maka sangat tidak masuk akal jika Allah menurunkan perintah semacam itu pada Muhammad, bukan? Tidak mungkin Allah menyuruh Muhammad untuk berkonsultasi kepada ahli kitab yang beriman pada Taurat-Injil yang telah palsu. Dan perlu dikritisi, kalau Alkitab sudah dipalsukan orang sebelum Muhammad lahir, tentu ayat-ayat Al Qur’an tidak akan memerintahkan Muhammad dan pengikutnya untuk beriman pada Taurat-Injil. Sementara kalau kemudian mereka mengklaim bahwa Taurat-Injil di zaman Muhammad masih asli tetapi setelah tahun 700an sepeninggal Muhammad baru dipalsukan oleh orang-orang kristen, wah …disamping menentang dalil Al Qur’an sendiri yang menjamin bahwa ayat-ayat Allah pasti terjaga, tuduhan tersebut juga akan jelas kelihatan sangat ngawur sekali, karena terjemahan Taurat-Injil yang ada kini jelas sama substansinya dengan naskah-naskah yang tersimpan rapi sejak tahun 400an dalam gereja-gereja dan museum-museum dunia jauh sebelum Muhammad lahir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Kesaksian QS. 2:136, 3:84. Katakanlah, ”Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak-anaknya...Musa dan Isa dan para nabi... Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka...” .  Perlu dipikirkan dari ayat tersebut: Jika Allah tidak melakukan pembedaan kepada nabi dan rasulnya, maka masuk akalkah jika kemudian Allah membedakan perlakuan-Nya terhadap kitab-kitab-Nya, di mana yang satu tetap terjaga keasliannya sementara yang lainnya diterlantarkan tak terjaga sehingga telah begitu mudah dipalsukan dan hilang samasekali akibat ulah segelintir manusia? Andaikan ada Allah yang hanya sanggup menjaga keaslian Al Qur’an saja sementara Taurat-Injil tidak, maka Allah yang seperti itu adalah Allah palsu hasil dogma palsu buatan manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika Alkitab-Injil benar tidak terpalsukan, mengapa ada ayat-ayat dalam Alkitab yang jelas-jelas berbeda ketika menceritakan hal yang sama, misal perbedaan angka-angka dalam beberapa ayat di Perjanjian Lama jelas berbeda, apakah Firman Allah bisa lupa sehingga berbeda?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Seperti telah Saya jelaskan, Alkitab berisi Firman Allah, tetapi jangan lupa dan musti dipahami betul bahwa Alkitab bagaimanapun bukanlah suatu kitab yang turun dari sorga dengan bersampul kulit yang indah bertaburan permata dan dihiasi halaman-halaman menyilaukan mata yang disepuh emas perak serta turunnya diringi para malaikat-malaikat bersayap. Alkitab adalah kitab yang sangat manusiawi yang tentunya akan memantulkan gaya khas dari masing-masing penulisnya yang dipengaruhi oleh peradaban budaya dan tradisi pada zaman itu. Ia memang penulisannya diilhami dari hubungan manusia dengan Allah atau hubungan Allah dengan manusia, ia juga berisi kisah-kisah sejarah-sejarah manusia kala berhubungan dengan Allah, ekspresi iman, sajak-sajak manusia yang mengungkapkan hubungannya dengan Allah ataupun manusia dengan manusia lain, dan kisah-kisah para nabi lainnya, yang mana semuanya itu dicatat atau ditulis redaksionalnya oleh orang-orang dengan berbagai macam profesi atau latar belakang yang berlainan. Maka misalnya ketika para penulis itu kemudian sedikit mengalami ketidak sempurnaan redaksional di sana-sini tentu wajar saja, tanpa mengubah hakikat atau substansi pesan rohani yang hendak disampaikannya. Karena untuk hal-hal yang prinsipil tentu Allah tidak mungkin akan membiarkannya salah sehingga umatnya menjadi tersesat, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika memang ada redaksional Alkitab yang salah, bukankah sangat beda dengan Al Qur’an yang 100% benar tanpa cacat cela baik secara substansi atau pun secara redaksional, karena ayat-ayatnya jelas adalah Firman Allah yang turun dari langit? Al Qur’an bagaimana pun pasti lebih asli dari Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Al Qur’an layak diklaim lebih asli dari Alkitab? Apakah klaim bahwa Al Qur’an adalah 100% Firman Allah yang turun dari langit yang  100% terhindar dari cacat cela, bisa disepakati oleh semua umat dan intelektual di kalangan Islam sendiri? Nyatanya tidak, artikel “Tajam” berikut ini Saya harap semoga bisa dikaji dengan hati tulus-ikhlas serta penuh kasih (hati yang wajib dimiliki seorang muslim sejati). Demikianlah artikelnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ASLIKAH AL QUR’AN KITA?&lt;br /&gt;(Mengkritisi kaum fundamentalis &amp; fanatik) &lt;br /&gt;Oleh: Mustafa Al Basrie&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar&lt;/strong&gt;“Bismillaahir rahmaanir rahiim”. Kefanatikan telah membutakan umah Allah, hingga menjadi umah yang bodoh serta terpuruk. Zaman ini banyak ‘orang-orang fanatik’ yang mati-matian (benar-benar berani mati!) mengklaim bahwa ayat-ayat Al Qur’an, yang terdiri dari 30 juz, 114 surah dan 6236 ayat, yang kini ada di zaman kita ini, adalah benar-benar murni 100% berisi kalimat-kalimat Allah yang turun dari langit tanpa campur tangan manusia. Hingga dipandang bahwa Al Qur’an adalah kitab yang tanpa salah dalam hal apapun juga! &lt;br /&gt; Tetapi, pada kenyataannya, sementara kini tidak sedikit pula ‘orang-orang tidak fanatik’ (kaum intelektual / terpelajar muslim yang bernurani jujur) yang, sangat berbeda prinsip dengan kaum fanatik, berani terang-terangan membuktikan bahwa 6236-an ayat-ayat Al Qur’an yang ada sekarang, adalah tidak 100% (tidak murni) wahyu dari langit. Nah, tulisan ini akan menyajikan khusus pandangan-pandangan ilmiah dan teruji dari ‘orang-orang muslim terpelajar yang tidak fanatik’ tersebut.&lt;br /&gt; Sebagaimana Nabi Muhammad ‘alaihi’sh-shalatu wassalam sendiri telah tegas dan gamblang mengatakan: al-din huwa al-‘aql la dina liman la ‘aqla lahu, yang artinya: “agama adalah akal, tidak ada agama bagi mereka yang tidak berakal!”. Bahkan di Qur’an sendiri dikatakan: “… dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” (QS 10:100). Maka tulisan ilmiah (dan sangat bisa dipertanggung jawabkan) ini ditulis hanya ditujukan khusus kepada orang-orang muslim yang berakal budi, yang lebih mengutamakan akal sehatnya, pakai otak dan bukan emosi, apalagi otot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JASMERAH (Jangan Sampai Melupakan Sejarah) Penulisan Al Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Orang yang melupakan sejarah akan menjadi orang “buta”. Para intelektual dan kaum terpelajar islam di berbagai dunia, yang paham sejarah, sangat paham bahwa kitab Quran (kitab “suci” Islam) yang saat ini ada di sekitar kita adalah bukanlah Al Qur’an yang murni 100% berisi kalimat Allah (atau pun wahyu “suci” yang turun dari langit). Tulisan dan kajian Muhammad Husain Haekal (penulis kitab “Sejarah Hidup Muhammad”, yang telah puluhan kali cetak ulang dan telah tersebar ke seluruh penjuru dunia) membuktikan bahwa naskah-naskah (surah-surah) Al Qur’an yang kini ada (yang konon terdiri dari 6666 atau 6236 ayat, entah mana yang tepat), sejatinya merupakan Qur’an made in (hasil pengumpulan) Mushaf Usman, dengan bantuan Zaid bin Thabit. (- Baca: “Sejarah Hidup Muhammad”, pen. Muhammad Husain Haekal, Litera AntarNusa, cetakan ke 29, 2003, halaman lxxvii - lxxviii -).&lt;br /&gt; Surah-surah (-yang kini sering terlanjur dianggap sebagai ayat-ayat suci dari langit-) itu mulanya dikumpulkan oleh Zaid bin Thabit atas kehendak Abu Bakr dan Umar, dari segenap penjuru. Ada yang dari tulisan pada daun-daunan, tulisan pada batu-batu, tulisan pada tulang-tulang unta dan kambing, dan sebagian besar dari yang dihafal oleh orang-orang. Setelah beberapa waktu kemudian terjadilah perselisihan dan perbedaan-perbedaan paham mengenai “Quran” hasil kerja Zaid tersebut, juga terjadi perbedaan  Quran versi orang-orang Suria dengan orang Irak. Bahkan Zaid juga sempat berselisih paham dengan sahabat-sahabatnya sendiri!&lt;br /&gt; Nah, karena banyaknya perbedaan-perbedaan berbagai versi Quran-Quran tersebut, akhirnya Usman turun tangan, untuk mengumpulkan kembali naskah-naskah yang saling berbeda tersebut. Setelah selesai, maka naskah-naskah selebihnya dikumpulkan lagi atas perintah Usman lalu dibakar!&lt;br /&gt; Tidak berbeda paham dengan Muhammad Husain Haekal, namun tampak lebih berani dan blak-blakan terus terang, Sumanto Al Qurtuby, intelektual muslim, dalam bukunya tegas mengatakan bahwa 6000-an ayat (yang kini ada dalam Al Qur’an di sekitar kita) adalah “kitab suci” bikinan Usman, yang penuh dengan intervensi kekuasaan Quraisy. (Baca: Lubang Hitam Agama, pen. Sumanto Al Qurtuby, Penerbit Rumah Kata).&lt;br /&gt; Buku Lubang Hitam Agama (Mengkritik Fundamentalisme Agama, Menggugat Islam Tunggal) tersebut dengan tajam dan sangat ilmiah mengungkapkan bahwa:&lt;br /&gt; (halaman 65-66:)…Al Qur’an yang dibaca oleh jutaan umat Islam sekarang ini adalah teks hasil kodifikasi untuk tidak menyebut “kesepakatan terselubung” antara Khalifah Usman (644-656M) dengan panitia pengumpul yang dipimpin Zaid bin Tsabit, sehingga teks ini disebut Mushaf Usmani. Kita pun tahu ada banyak teks Al Qur’an selain teks Usman ini. Arthur Jeffry, dalam Materials for the History of the Text of Al-Quran bahkan merekam keberadaan 15 mushaf primer para sahabat dan 13 mushaf sekunder generasi berikutnya yang kesemuanya merupakan cerminan dari keragaman tradisi teks dan bacaan pra Usman. Diantara sekian mushaf itu, ada empat mushaf paling berpengaruh; yakni (1) mushaf Ubay bin Ka’ab berpengaruh di Syria; (2) kodeks Abdullah bin Mas’ud berpengaruh di Kufah; (3) mushaf Abu Musa Al-Asy’ari berpengaruh di Bashrah; dan (4) kodeks Miqdad bin Aswad yang diikuti penduduk kota Hims.&lt;br /&gt; Mushaf-mushaf Al-Quran para sahabat Nabi yang saling berpengaruh ini saling berbeda juga dengan mushaf resmi yang dikumpulkan pada masa Usman, mulai dari sekuensi dan jumlah surat sampai pada ortografis, teks dan bacaan (banyak sekali perbedaannya!). Popularitas mushaf-mushaf tersebut juga dengan jelas menafikan kemungkinan adanya pengumpulan resmi Al-Quran pada masa kekhalifahan Abu Bakar di samping berbagai alasan lainnya menyangkut kandungan riwayat pengumpulan pertama yang meragukan secara historis. Keragaman tradisi teks dan bacaan Al-Quran yang tampak dalam mushaf-mushaf otoritatif para sahabat ini belakangan mulai mengganggu kesatuan sosio-politik umat Islam sehingga Usman mengambil “kebijakan” melakukan standarisasi teks Al-Quran, dilanjutkan dengan pemusnahan teks-teks lainnya (dibakar!).&lt;br /&gt; Sekalipun mendapat tentangan dari sejumlah sahabat nabi seperti Ibnu mas’ud dan Abu Musa Al-Asy’ari (dua sahabat senior yang mushafnya “ditendang” begitu saja oleh Usman), Mushaf Usmani belakangan berhasil membenamkan mushaf-mushaf sahabat yang berpengaruh ketika itu ke dalam limbo sejarah. Dengan dukungan otoritas politik kerajaan Umayah (Usman yang berkuasa selama 89 tahun dengan tangan besi), Daulah Abbasiyah (berkuasa lebih dari 400 tahun) serta mayoritas Muslim, mushaf ini (Quran made in Usman) berhasil memaparkan dirinya sebagai teks yang disepakati (textus receptus). Di bawah pengawalan ketat kekuasaan ditambah petuah-petuah para ulama tentang sakralitas bahasa Al-Quran (bahasa Arab dianggap bahasa suci alias bahasa surga), pelan tapi pasti, teks yang bernama Al-Quran ini kemudian menjadi “kitab suci” yang dimitoskan dan tak tersentuh. Abu Zayd (pemikir muslim yang diusir kemudian menetap di Belanda) bersama Arkoun (intelektual Aljazair yang hengkang dari negaranya dan tinggal di Perancis) menuding Muhammad Idris Syafi’i sebagai salah satu arsitek dan pionir dalam sakralisasi bahasa Al-Quran.&lt;br /&gt; Maka, penjelasan Al-Quran sebagai “Firman Allah” sungguh tidak memadai justru dari sudut pandang internal (dari dunia Islam sendiri, bukan dari luar Islam!), yakni proses kesejarahan terbentuknya teks AL-Quran (dari komunikasi lisan ke komunikasi tulisan) maupun aspek material dari Al-Quran sendiri yang dipenuhi ambivalensi. Karena itu tidak pada tempatnya, jika ia disebut “Kitab Suci” yang disakralkan, dimitoskan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali sudah, ayat-ayat Quran yang saat ini ada pada kita, adalah bukan asli “wahyu Allah dari surga”, melainkan tulisan-tulisan hasil [produk] kodifikasi politis dari Usman, yang jelas-jelas penuh muatan kepentingan kekuasaan dan mengalami intervensi politik! &lt;br /&gt;Bagi kaum muslimun dan muslimah, berpikirlah, gunakan akal-budimu, dan ingat peringatan Rasulullah: la dina liman la ‘aqla lahu, tidak ada agama tanpa akal! Wass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah artikel yang pernah dikirimkan seseorang kepada saya, dan saya rasa cukup bisa menjawab kegundahan hati orang-orang yang bertanya-tanya “benarkah Al Qur’an lebih asli dari pada Alkitab?” Saya bersyukur dengan adanya artikel tersebut, setidaknya artikel itu bisa menjadi tambahan bahan kajian dan pemikiran bagi umat Islam di mana pun berada. Saya juga setuju dengan apa-apa yang ditulis oleh Mustafa Al Basrie tersebut, karena setelah Saya kroscek tulisan tersebut dengan dua buku yang menjadi sumber kajiannya, yaitu tulisan Muhammad Husain Haekal (Sejarah Muhammad) dan Sumanto Al Qurtuby (Lubang Hitam Agama), ternyata memang cocok, tidak ada yang dilebihkan tidak ada dikurangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah sobat-sobat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan untuk direnungkan!&lt;br /&gt;Misal soal: Yesus benar mati disalib atau tidak?.&lt;br /&gt;Dalam hal ini jelas dalam Alkitab banyak sekali bertaburan ayat-ayat yang jelas mengungkapkan bahwa Yesus mati disalib. Sedangkan Di AlQuran ada satu (benar-benar cuma satu! yaitu An Nisa 157) ayat "sulit" yang sering ditafsirkan bahwa Yesus tidak mati disalib (padahal penafsiran seperti itu terhadap ayat itu meragukan dan masih kontroversi).&lt;br /&gt;Setelah menyimak semua tulisan diatas, renungkanlah sobat-sobat:&lt;br /&gt;Seringkali dalam berlogika (pakai akal) saat mau mengukur kebenaran Taurat-Injil-Al Quran, saat berbicara tentang sesuatu tema (misal, tema penyaliban Yesus), Benarkah Yesus disalib? umumnya orang Islam (yang menolak penyaliban Yesus)akan mengklaim bahwa kitab Al Quran (An Nisa 157 sebagai satu-satunya ayat pegangan yang ditafsirkan bahwa Yesus tidak disalib) adalah satu-satunya ukuran yang paling benar, sementara posisi kitab Taurat-Injil (yang di dalamnya bertaburan ayat tentang penyaliban Yesus) musti ditundukkan dibawah penafsiran Al Quran. Menurut Saya hal tersebut jelas terbalik logikanya, sebab penulisan kitab Al Quran dilakukan jauh sekali setelah adanya kitab Taurat-Injil (Alkitab). Artinya sebagai kitab yang paling bungsu, Al Quran ketika ditafsirkan, tentu tidak boleh lari dari apa-apa yang tertuang dalam kitab-kitab yang lebih dulu ada [sebagai "kakak-kakaknya"] yaitu Taurat-Injil (Alkitab). Artinya: Dalam upaya menafsirkan sesuatu hal kebenaran, Bukan Alkitab yang harus tunduk di bawah penafsiran-penafsiran Al Qur’an, tetapi justru saat mau menafsirkan Al Qur’an, maka orang harus terlebih dulu tunduk (menggariskan, mengukurkan) pada kitab-kitab yang ditulis sebelum Al Qur’an yaitu Taurat-Injil! Kalau Anda jujur, tentu Kitab yang lebih lama (tua)-lah yang harus jadi tolak ukurnya, bukan yang baru! Sebagaimana Muhammad juga diperingatkan, jika Muhammad ragu/bingung, maka "tanyakanlah pada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-8424022470424529608?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/8424022470424529608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=8424022470424529608' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/8424022470424529608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/8424022470424529608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/07/mereka-bilang-alkitab-saya-palsu.html' title='MEREKA BILANG ALKITAB SAYA PALSU!'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-466779418287233582</id><published>2008-07-08T20:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T20:08:34.571-07:00</updated><title type='text'>Menjawab Klaim Penganut Ortodoks Syria</title><content type='html'>Menjawab Klaim Penganut Ortodoks Syria &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mengaku penganut Ortodoks Syria (sepertinya anak buahnya Bambang Noorsena) pernah menghubungi saya. Hal-hal berikut inti pembicaraannya serta tanggapan Saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klaim:&lt;/strong&gt; Frans Donald, anda tidak mengerti soal Tritunggal adalah karena anda tidak ahli bahasa Ibrani dan Yunani. Coba anda memahami Alkitab bahasa Ibrani-Yunani dan bahasa Arab seperti Bambang Noorsena, tentu anda bisa memahami kebenaran Tritunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Kalau anda (si penganut paham Ortodoks Syria atau anak buahnya Noorsena) menganggap saya tidak mengimani doktrin Tritunggal hanya dikarenakan (atau gara-gara) saya bukan ahli bahasa Ibrani-Yunani atau Arab, pandangan anda tersebut jelas terlalu sempit dan tidak realistis. Karena pada kenyataannya fakta-fakta riilnya justru telah banyak orang-orang yang ahli atau paham betul bahasa Ibrani dan Yunani yang malahan jelas-jelas tidak percaya pada doktrin Tritunggal. Misal: Profesor Tomas Mc Elwain, penulis buku Bacalah Bibel (ada di Gramedia); juga di Indonesia ada misal: Guru Besar Emeritus Romo Tom Jacobs, SJ lulusan Roma, ada juga Hortensius SSL, Pembina Penerjemah Alkitab L.A.I; Profesor Banawiratma; Ioanes Rahmat, dosen STT Jakarta, dllnya. Terlebih lagi jika bahasa Arab mau ikut-ikutan dijadikan alasan, begitu banyak sarjana ahli bahasa Arab yang justru sangat tegas menolak Tritunggal, bung!&lt;br /&gt; Saya serta rekan-rekan saya (Unitarian) yang dulunya kami adalah penganut Tritunggal di mana saat itu kami belum mempelajari bahasa Ibrani-Yunani, tapi, justru dengan mulai mempelajari beberapa kata bahasa Ibrani-Yunani justru semakin menuntun kami menjadi tidak lagi percaya pada rumusan doktrin Tritunggal!&lt;br /&gt; Faktanya sangat jelas, ahli tidaknya seseorang dalam bahasa Ibrani / Yunani / Arab samasekali bukan jaminan atau menjadi dasar mutlak apakah orang itu beriman pada Tritunggal atau tidak. Pada kenyataannya begitu banyak orang gereja awam yang menjadi percaya Tritunggal tanpa mereka memahami bahasa Ibrani / Yunani, sementara sebaliknya orang-orang yang ahli atau paham Ibrani / Yunani / Arab malah tidak sedikit yang menolak tegas rumusan doktrin Tritunggal! Tapi ada juga orang yang mengaku mahir bahasa Ibrani-Yunani-Arab (seperti Bambang Noorsena) yang memilih beriman pada Tritunggal. &lt;br /&gt; Jadi intinya, teori orang yang bilang bahwa Frans Donald (Unitarian) tidak mengimani Tritunggal disebabkan Frans Donald bukan ahli Ibrani / Yunani / Arab, itu jelas hanyalah suatu teori yang omong kosong dan sangat lemah faktanya! Karena justru begitu banyak ahli atau orang yang paham bahasa Ibrani / Yunani / Arab yang jelas-jelas menolak Tritunggal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klaim:&lt;/strong&gt; Anda (Frans Donald) kan belum baca tulisan-tulisan Targum Yahudi dan tulisan Bapa-Bapa Gereja pra konsili Nicea, juga tulisan-tulisan murid-murid Yohanes seperti Polycarpus, Ignatius, Yustin Martyr, Irenaeus, Clement, Tertulianus, yang jelas mereka menuliskan bahwa Yesus itu ilahi atau Allah dan bukan ciptaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Kalau anda (serta Bambang Noorsena) mendasari konsep Tritunggal dari tulisan-tulisan selain Alkitab, seperti tradisi Yahudi (Targum) dan bapa-bapa gereja yang pro Nicea, maka hal itu sesungguhnya samasekali tidak kuat untuk dijadikan dasar argumen bahwa rumusan doktrin Tritunggal itu benar Alkitabiah adanya. Dasar argumen saya, karena:&lt;br /&gt; Pertama. Tulisan tradisi bapa gereja yang sekarang ada yang mungkin mengesankan pro Tritunggal adalah tidak layak dijadikan standar tulisan yang sejajar keabsahannya dengan kitab-kitab yang telah terkanonisasi (terukur keabsahannya) di Alkitab. Mengapa? Lha wong tulisan Yohanes di 1 Yoh 5:7 (ayat yang seolah mengajarkan adanya Tritunggal) itu saja bisa sukses ditambahkan (dipalsukan!) oleh orang-orang yang pro Tritunggal dalam upaya memasukkan konsep Tritunggal ke dalam Alkitab pada tahun 400-an. Nah, apalagi sebagian tulisan-tulisan tradisi bapa-bapa gereja yang tidak banyak diperhatikan / dipedulikan orang dan tanpa mengalami kanonisasi ketat, maka sangat besar potensinya mengalami distorsi / penyelewengan / penambahan / perubahan makna dalam terbitan-terbitannya di kemudian hari.&lt;br /&gt; Misal, mengingat teks Alkitab saja bisa dipalsukan, maka bisa jadi tulisan beberapa bapa gereja yang tadinya menuliskan: “Yesus itu ilahi (devine)” kemudian oleh penggagas Tritunggal yang gencar, tulisan tersebut dicetak / ditulis ulang dengan disusupi tambahan menjadi “Yesus itu ilahi dan bukan ciptaan”, agar terkesan bahwa Yesus itu Allah sejati. Ingat kasus 1Yoh 5:7 yang adalah ayat palsu, telah cukup sukses hingga kini masih tercantum dalam Alkitab. Lha tulisan Yohanes saja bisa ditambahi / dipalsukan, maka tulisan-tulisan bapa-bapa gereja akan terlebih lagi sangat mungkin untuk dipalsukan! Sebagai contoh, anda silakan baca juga fitnah dan pemalsuan fakta sejarah / dusta besar yang telah dilakukan Bambang Noorsena terhadap kami (Unitarian), pada tulisan saya yang berjudul “Ternyata Bambang Noorsena adalah Saksi Dusta”. Di situ menjadi contoh nyata bahwa untuk sejarah peristiwa yang baru terjadi dan dekat di Indonesia saja seorang Noorsena berani berdusta, apalagi untuk sejarah-sejarah ribuan tahun yang lalu dan jauh dari Indonesia, sangat mungkin Noorsena akan lebih berani lagi mengumbar dusta-dustanya guna membela doktrinnya!&lt;br /&gt; Kedua. Namun seandainya, sekali lagi saya tegaskan, andaikata, tulisan-tulisan asli orang-orang yang sempat berkuasa menduduki kursi bapa-bapa gereja (murid-murid setelah Yohanes) di abad-abad awal itu memang benar-benar mengajarkan konsep “Yesus Allah sejati” atau “Yesus Bukan Mahluk Ciptaan” itupun tidaklah menjamin bahwa pandangan mereka (para tokoh gereja) di abad I-II itu pasti benar adanya. Karena sekalipun mereka adalah murid-murid penerus Yohanes, namun status murid-guru samasekali tidak menjamin bahwa pandangan mereka mutlak sama adanya. Fakta-fakta sejarah diberbagai belahan dunia membuktikan dengan kuat dan akurat. Misal:&lt;br /&gt; Plato dan Aristoteles, hubungannya adalah guru dan murid, dan kenyataannya pandangan-pandangan / pikiran-pikiran antara guru-murid itu terdapat perbedaan paham yang akhirnya melahirkan 2 golongan aliran berbeda. Di Indonesia, Soekarno dan muridnya, faktanya murid-murid Soekarno berbeda prinsip / paham dengan pahamnya Soekarno, bahkan ada muridnya yang justru berkhianat pada Soekarno. Frans Donald dengan gurunya, gurunya (Pdt. Tomas, Pdt. Tobing, Pdt. Kristiyono dllnya) adalah penganut dan pengajar Tritunggal, tapi kenyataannya jelas Frans Donald (sebagai murid) tidak mengimani Tritunggal. Hubungan guru-murid samasekali bukan jaminan!&lt;br /&gt; Contoh lain, di Alkitab: Nabi Daud dengan Salomo, bahkan bukan Cuma status guru-murid, tapi anak Daud sendiri yaitu Salomo bisa sangat bertentangan dengan kepercayaan Daud (baca 1 Raja 11:5-6). Juga Imam Eli, anak-anaknya sendiri berbeda dengan Imam Eli, mereka malahan menghujat Allah (baca 1Samuel 2:12). Juga Gideon dengan seisi rumahnya, setelah menang malahan justru menyembah Efod emas (Hakim 8:27).&lt;br /&gt; Nah, fakta-fakta sangat jelas, bahwa hubungan guru-murid bahkan bapak-anak, samasekali bukan jaminan kesamaan paham / pikiran antara mereka. Maka demikian pula dalam kasus status hubungan kemuridan seperti Polycarpus, Ignatius dllnya, juga tidak jaminan bahwa mereka sepaham 100% dengan guru mereka yaitu Yohanes. Artinya, kalau andaikata benar Ignatius dllnya (orang-orang yang dianggap sebagai penerus Yohanes) itu betul-betul meyakini konsep Tritunggal seperti anggapan yang diyakini oleh Bambang Noorsena, tidaklah jaminan atau berarti mutlak Yohanes dan para rasul penulis Alkitab juga percaya Tritunggal, tidak!&lt;br /&gt; Ketiga. Karena dasar iman kekristenan yang telah diakui oleh seluruh Kristen adalah Alkitab dan bukan tradisi-tradisi targum Yahudi atau pun tulisan-tulisan orang yang disebut sebagai “bapa-bapa gereja”, maka kalau anda (sebagai penganut Ortodoks Syria) mau dialog / debat dengan komunitas Kristen selain organisasi anda (Ortodoks Syria), maka seyogyanya standar yang dipakai ya musti Alkitab saja. Beda halnya kalau anda mau khusus dialog / diskusi di komunitas anda (Ortodoks Syria) yang ternyata –seperti diakui oleh Bambang Noorsena sendiri- mendasarkan imannya dari tulisan-tulisan selain Alkitab (tulisan Targum, bapa gereja dllnya.) itu hak anda, tapi kalau lintas komunitas Kristen maka standar dasar yang layak dipakai ya harus Alkitab saja yang jadi acuannya. &lt;br /&gt; Setelah beberapa kali berhubungan dengan orang-orang yang mengaku Ortodoks Syria atau simpatisan Noorsena, Saya makin yakin bahwa sebenarnya mereka tahu betul bahwa doktrin Tritunggal yang mereka dirikan itu lemah jika ditinjau dari dasar Alkitab. Itu pula sebabnya, seorang kawan yang pernah hadir di seminarnya Bambang Noorsena mengatakan bahwa Bambang Noorsena pernah bilang: “gobloknya orang Kristen kalau mau diajak adu ayat Alkitab!”. Di situ tampak sekali Noorsena menghindari dialog yang hanya berdasar ayat-ayat Alkitab. Beberapa orang memang pernah memberitahu Saya bahwa Noorsena selalu menghindari dialog / debat Alkitab dan lebih suka membahas targum-targum atau tulisan-tulisan lainnya. Mengapa Noorsena terkesan takut / menghindari debat Alkitab? Kemungkinan besar adalah karena ayat-ayat Alkitab memang jelas-jelas tidaklah mendukung argumen / teori-teorinya tentang Tritunggal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-466779418287233582?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/466779418287233582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=466779418287233582' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/466779418287233582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/466779418287233582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/07/menjawab-klaim-penganut-ortodoks-syria.html' title='Menjawab Klaim Penganut Ortodoks Syria'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-3006748869167856530</id><published>2008-06-23T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T17:55:25.029-07:00</updated><title type='text'>Yesus, Diciptakan atau Tidak Diciptakan?</title><content type='html'>Yesus, diciptakan atau tidak diciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arkhe = “sumber” atau “permulaan” ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;WAHYU 3:14&lt;br /&gt;“Inilah Firman dari Amin (Yesus), Saksi yang setia dan benar, permulaan (arkhe) dari ciptaan Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Unitarian yakin betul bahwa ayat ini membuktikan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah, sementara kaum Trinitarian berbeda pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Kata ‘Permulaan’ dalam Wahyu 3:14 berasal dari bahasa Yunani ‘arkhe’ yang seharusnya diterjemahkan: “Sumber”, karena “arkhe” selain berarti ‘permulaan’ juga bisa berarti ‘kepala’ atau ‘pemerintah’. Kepala merupakan sumber, jadi: Amin saksi yang setia dan benar itu adalah ‘kepala’ atau ‘sumber’ ciptaan Allah. Artinya Yesus bukan ciptaan tapi Yesuslah Allah pencipta yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Begitu banyak ahli bahasa Yunani yang memahami kata “arkhe” di Wahyu 3:14 sebagai “permulaan” / the beginning. Bahkan para pakar Alkitab penganut Tritunggal pun jelas-jelas menerjemahkan kata “arkhe” sebagai “permulaan” (the beginning) dalam berbagai versi Alkitab mereka, termasuk Lembaga Alkitab Indonesia. Tapi memang ada juga beberapa orang - yang demi mengklaim bukti Yesus Allah – ngotot bahwa “arkhe” di Wahyu 3:14 harus diterjemahkan sebagai “sumber” (source).&lt;br /&gt; Jadi, terjemahan yang manakah yang benar? Permulaan (the beginning) atau Sumber (source)???&lt;br /&gt; Penulis kitab Wahyu adalah Yohanes. Tulisan Yohanes memakai kata “arkhe” cukup banyak di dalam surat-suratnya, dan kesemuanya pada umumnya berarti “permulaan” atau “awal” (menunjuk pada keterangan waktu). Sebagai perbandingan bisa kita lihat pemakaian kata “arkhe” di Yoh 1:1 yang tertulis “en arkhe en ho logos …” yang artinya: “pada mulanya adalah sang firman …” Kita semua sepakat bahwa kata “arkhe” di ayat tersebut diterjemahkan dengan tepat sebagai “mulanya” (awalnya). Dan tampaknya tidak seorangpun sarjana Alkitab, yang paham bahasa Yunani, yang akan menerjemahkan “arkhe” di Yoh 1:1 sebagai “sumbernya”. &lt;br /&gt; Nah, kata “mulanya” pada Yoh 1:1 dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar ‘mula’. Demikian pula kata “permulaan” pada Wahyu 3:14 berasal dari kata dasar “mula”. Jadi “arkhe” baik di Yoh 1:1 maupun Wahyu 3:14 sama-sama menunjuk pada keterangan waktu “mula” (the beginning). Samasekali bukan berasal dari kata “sumber”.&lt;br /&gt; Jika penganut Tritunggal setuju dengan terjemahan “arkhe” pada Yoh 1:1 sebagai “mulanya”, maka akan tampak tidak jujur jika mereka kemudian kekeuh memaksa menerjemahkan kata “arkhe” pada Wahyu 3:14 sebagai “sumbernya”, dalam rangka untuk membenarkan paham “Yesus Allah sejati” dan guna menghilangkan kesan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah.&lt;br /&gt; Berikut beberapa contoh tulisan-tulisan Yohanes di ayat-ayat selain Wahyu 3:14 yang menggunakan kata “arkhe” yang berarti “mulanya” (permulaan, the beginning, menunjuk keterangan waktu):&lt;br /&gt;1.“Pada mulanya (arkhe) adalah firman ..” Yoh 1:1&lt;br /&gt;2.“Hal itu dibuat Yesus di Kana Galilea, sebagai yang pertama [mula-mula/awal] (arkhe) dari tanda-tandanya..” Yoh 2:11.&lt;br /&gt;3.“..,karena kamu dari semula (arkhe) bersama-sama aku” Yoh 15:27&lt;br /&gt;4.“Apa yang telah ada sejak semula (arkhe)” 1Yoh 1:1&lt;br /&gt;5.“..perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya (arkhe)” 1Yoh 2:7&lt;br /&gt;6.“..karena kamu telah mengenal Dia, yang dari mulanya (arkhe) ..” 1Yoh 2:13&lt;br /&gt;7.“…yang ada dari mulanya (arkhe) 1Yoh 2:14&lt;br /&gt;8.“..apa yang telah kamu dengar dari mulanya (arkhe)” 1Yoh 2:24&lt;br /&gt;9.“..sebab iblis berbuat dosa dari mulanya (arkhe) 1Yoh 3:8&lt;br /&gt;10.“..berita yang kamu dengar dari mulanya (arkhe)” 1 Yoh 3:11&lt;br /&gt;11.“..menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya (arkhe) 2Yoh 5&lt;br /&gt;12.“..sebagaimana kamu dengar dari mulanya (arkhe)” 2Yoh 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas kata “arkhe” di ayat-ayat tulisan Yohanes tersebut berarti “mulanya” atau “the beginning” (keterangan waktu) dan samasekali tidak ada yang berarti sumber, maka akan terlalu sembrono jika penganut Tritunggal - demi berupaya keras menegakkan doktrinya - kemudian memaksa menerjemahkan “arkhe” di Wahyu 3:14 sebagai “sumber”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Qanah = “memiliki” atau “menciptakan” ? &lt;/strong&gt;AMSAL 8: 22, 23, 25, 26, 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yahweh telah MENCIPTAKAN aku (hikmat, Yesus bergelar “hikmat” – 1Kor 1:24) sebagai PERMULAAN PEKERJAANNYA, sebagai perbuatanNya yang PERTAMA dahulu kala. .. Pada zaman purbakala, aku (pra-eksistensi Yesus) DIBENTUK, sebelum bumi ada. Sebelum samudera ..gunung-gunung, bukit-bukit ada, Aku (praeksistensi Yesus) telah LAHIR, sebelum Ia (Yahweh) membuat bumi … Aku (praeksistensi Yesus) ada sertanya sebagai ANAK KESAYANGANNYA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Unitarian yakin, di Amsal 8:22, jika dihubungkan pada Yesus, jelas merupakan bukti Alkitabiah bahwa Yesus (praeksistensinya) adalah CIPTAAN ALLAH. Tetapi kaum Trinitarian membantahnya dengan berdalih bahwa di ayat tersebut tidak ada kata yang berarti “menciptakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klaim Trinitarian: &lt;/strong&gt;Kata “menciptakan” (Ibrani: qanah) pada ayat 22 tersebut tidak benar. Kata “qanah” harus diartikan sebagai “memiliki” dan bukan “mencipta”! Artinya musti dipahami sebagai: Yahweh MEMILIKI Yesus, BUKAN MENCIPTAKAN Yesus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;Kalau Trinitarian mengklaim bahwa kata “menciptakan” di ayat 22 tersebut salah, lalu bagaimana dengan terjemahan pada frase: “Permulaan pekerjaannya (ayat 22)”; “Perbuatannya yang pertama dahulu kala”; “Aku DIBENTUK (ayat 23)”; “sebelum gunung-gunung ada, aku [praeksistensi Yesus] TELAH LAHIR(1) (ayat 24,25) sebelum Ia [Yahweh] membuat dataran bumi (ayat 26)”; sebagai Anak(2) kesayanganNya (ayat 30)”. Dari ayat-ayat tersebut jelas sekali bisa kita pahami bahwa Yesus (sang hikmat) adalah: CIPTAAN / HASIL KERJA[PERBUATAN] ALLAH / DIBENTUK / DILAHIRKAN /DIPERANAKKAN.&lt;br /&gt;CATATAN: 1) Istilah “lahir” dalam Alkitab mengacu pada arti “diciptaan”, bdkn: Mazmur 90:1-2 “..gunung-gunung DILAHIRKAN”. Gunung dilahirkan = gunung diciptakan / dibuat!&lt;br /&gt;2) Istilah “Anak” (mengandung arti ‘diperanakkan’) juga mengacu pada makna “diciptakan”, bdkn: Mazmur 90:1-2 “..bumi dan dunia DIPERANAKKAN..”. Bumi dan dunia diperanakkan = diciptakan / dibuat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah, jelas sekali Amsal 8 ayat 22 – 30 banyak berbicara tentang praeksistensi Yesus sebagai mahluk ciptaan Yahweh, yang juga diistilahkan “lahir” , “dibentuk”, “permulaan pekerjaan Yahweh”, “perbuatan Yahweh yang pertama” dan “anak kesayangan” (diperanakkan). &lt;br /&gt;Lantas apakah terjemahan ayat 22-30 (yang membuktikan akurat bahwa “hikmat”[praeksistensi Yesus] sebagai ciptaan dan ‘hasil pekerjaan/karya Yahweh yang pertama’) tersebut salah semua??? Bukankah sangat jelas dari ikatan kalimat pada rangkaian ayat 22-30 tersebut dapat dipahami bahwa Sang hikmat (praeksistensi Yesus) adalah HASIL KARYA atau CIPTAAN atau PEKERJAAN YANG PERTAMA dari Bapa (Yahweh). Artinya jelas ‘sang hikmat’ [praeksistensi Yesus] adalah mahluk ciptaan/buatan/HASIL KARYA Yahweh. Sekalipun “qanah” di ayat 22a oleh kaum Trinitarian mau tetap mati-matian ngotot diartikan sebagai “memiliki”, hal itu tentu tidak bisa lari dari ayat 22b – 30-nya yang tegas membuktikan bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) itu jelas-jelas “PERMULAAN PEKERJAAN ALLAH”,“DIBENTUK”, yang artinya = diciptakan! &lt;br /&gt; Kemudian kalau kaum Trinitarian mengklaim bahwa kata “qanah” tidak tepat diartikan sebagai “mencipta”, klaim tersebut adalah suatu dusta besar! Kata “qanah” dalam Alkitab jelas juga memiliki arti “menciptakan”. Hal itu bisa kita simak dari contoh beberapa ayat berikut:&lt;br /&gt;  Kej 14:19, 22 : “.. Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, PENCIPTA (qanah) langit dan bumi, … kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: Aku bersumpah demi Yahweh, Allah Yang Mahatinggi, PENCIPTA (qanah) langit dan bumi”. &lt;br /&gt;Kata Ibrani  “qanah” memang juga bisa berarti “memiliki / memperoleh”, namun, dari ayat-ayat tersebut (+ juga menurut kamus Ibrani) bisa dipahami bahwa dalam bahasa Ibrani bukan hanya kata “bara” saja yang berarti mencipta, kata “qanah” terbukti akurat: juga bermakna arti “mencipta”! Tetapi, sekali lagi, andaikata kaum Trinitarian masih mau ngotot berkata bahwa “qanah” di Amsal 8:22 harus diartikan “memiliki/memperoleh”, klaim tersebut tidak bisa lepas dari rangkaian ayat 23-30nya yang mengungkap jelas bahwa ‘sang hikmat’ adalah: HASIL KARYA / PEKERJAAN ALLAH YANG PERTAMA-TAMA, DIBENTUK (DICIPTAKAN) OLEH ALLAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan: &lt;/strong&gt;Wahyu 3:14 dan Amsal 8:22-30 adalah ayat-ayat yang semakin kokoh menguatkan fakta-fakta Alkitabiah bahwa Yesus bukanlah Allah sejati. Sebaliknya ayat-ayat tersebut menjadi bukti akurat bahwa &lt;strong&gt;secara Alkitabiah Yesus adalah CIPTAAN ALLAH!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-3006748869167856530?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/3006748869167856530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=3006748869167856530' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/3006748869167856530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/3006748869167856530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/06/yesus-diciptakan-atau-tidak-diciptakan.html' title='Yesus, Diciptakan atau Tidak Diciptakan?'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-7608064684617780944</id><published>2008-06-22T06:32:00.001-07:00</published><updated>2008-06-22T06:34:01.503-07:00</updated><title type='text'>Good News!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Info terbaru:&lt;/strong&gt; Puji Tuhan, kini di seluruh Nusantara semakin banyak orang-orang Kristen yang telah &lt;em&gt;insyaf&lt;/em&gt; meninggalkan doktrin Trinitas yang tidak Alkitabiah. Ada pendeta-pendeta gereja tertentu, aktivis-aktivis gereja, ada perwira polisi, ada pejabat institusi, ada mahasiswa, serta banyak masyarakat umum. Mereka banyak mengirim berita kepada saya, dari berbagai wilayah di Nusantara, berbagai kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Irian dan Bali. Haleluyah! “INILAH HIDUP YANG KEKAL ITU, MENGENAL BAPA SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR, DAN MENGENAL YESUS YANG DIUTUS ALLAH” – Yohanes 17:3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-7608064684617780944?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/7608064684617780944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=7608064684617780944' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/7608064684617780944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/7608064684617780944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/06/good-news.html' title='Good News!'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-4556219373045510605</id><published>2008-06-22T06:11:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T06:38:10.877-07:00</updated><title type='text'>TERNYATA BAMBANG NOORSENA ADALAH SAKSI DUSTA</title><content type='html'>Tanggapan atas Sesumbar Bambang Noorsena &lt;br /&gt;(&lt;strong&gt;Edisi Revisi&lt;/strong&gt;, lebih tajam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;strong&gt;Ternyata Bambang Noorsena adalah Saksi Dusta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar: Oleh karena tulisan berjudul "Tanggapan atas Sesumbar Bambang Noorsena" yang saya posting tanggal 27 April 2008 lalu ternyata mendapat respon-respon positif dari berbagai pihak kristen berbagai sekte yang ternyata juga tidak simpati terhadap sepak terjang Bambang Noorsena, maka sebagai apresiasi serta ekspresi pikiran bebas saya, saya ingin memberikan revisinya, lebih tajam lagi. Sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di cover belakang bukunya tertulis: Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, Ojo Goblok! Bambang Noorsena Spesialis penyembuh penyakit pikiran, pengamat hubungan antaragama dan pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS).  Sementara di cover depannya tertulis judulnya: SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID  Oleh: Bambang Noorsena, SH, MA. Setelah saya baca buku tipis 40 halaman itu, saya tersenyum sendiri sambil bergumam: “He..he..he.., nekad benar orang ini”. Kenapa saya anggap dia nekad? Berikut sekilas infonya: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada Tanggal 8 April 2008, Saya (Frans Donald) beserta Tim Unitarian (Benny Irawan, Oktino Irawan dan Tirto Sujoko) hadir di acara ISCS di Gedung Keuskupan Surabaya. Pembicara saat itu adalah Benny Irawan (Unitarian) dan Bambang Noorsena (Trinitarian, Ortodoks Syria).&lt;br /&gt;Saya hanya akan menanggapi sedikit saja sesuatu hal yang menarik dan cukup mengejutkan terjadi ditengah-tengah acara itu, yaitu salah satu pernyataan “sesumbar / tantangan” dari Bambang Noorsena. Sambil menunjukkan buku tulisannya yang berjudul SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID (buku yang diterbitkan untuk menyerang Unitarian), Bambang Noorsena berkata-kata di depan banyak orang yang hadir kala itu, kira-kira demikian: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Kalau ada tulisan saya yang salah, silahkan saya dituntut! Tuntutlah saya dengan pasal pencemaran nama baik!”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hal yang sedikit mengejutkan saya hari itu adalah berkenaan dengan pernyataan Bambang tersebut. Saya terkejutnya adalah karena setelah saya baca buku karya Bambang setelah acara malam tersebut (buku: SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID), ternyata buku itu isinya memang benar-benar mengandung “Pencemaran Nama Baik” serta “Kebohongan Publik”, sementara beberapa jam sebelumnya saya mendengar sesumbarnya menantang kami untuk menuntut jika ada tulisannya yang salah. He..he..he.. Saya agak heran. Padahal Bambang Noorsena adalah seorang yang bergelar “SH” alias Sarjana Hukum, bahkan pernah saya dengar dia adalah juga Dosen di salah satu universitas, serta juga mengaku-ngaku sebagai Intelektual Kristen. Sarjana Hukum (ahli Hukum yang tentunya wajib menegakkan kebenaran), Dosen dan Intelektual Kristen, kok nekad berani mempermalukan (merusak citra) dirinya sendiri dengan  berbohong dan sesumbar begitu, ya? Apa jadinya bangsa kita jika memiliki Sarjana Hukum dan Dosen yang berakhlak buruk dan memalukan seperti itu? (Silahkan pembaca renungkan).&lt;br /&gt;Apa saja “Kebohongan/penipuan Publik” dan “Pencemaran Nama Baik” yang nyata-nyata telah dilakukan Bambang Noorsena melalui bukunya yang berjudul: SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID tersebut?&lt;br /&gt;Cukup banyak kandungan fitnah dan penipuannya, saya tidak akan membahas seluruhnya, tetapi di antaranya misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dalam buku yang tampaknya diterbitkan dengan tujuan khusus untuk menyerang Unitarian (yaitu Saya dan rekan-rekan saya) itu, Bambang Noorsena menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan, ketika seorang rekan menyodorkan buku Frans Donald, Allah dalam alkitab dan AlQur’an: Sesembahan yang Sama atau Berbeda, saya hanya mengirimkan SMS yang membodoh-bodohkan mereka. Kalau bukan begitu, lalu dengan kata apa lagi yang tepat? Mungkin saja Donald merasa terpukul dengan “bahasa Jawa Timuran” saya, dan balas mengkritik saya dan menyebut saya “kemaki”. …” (Hal.15, Unitarian Bukan Kristen Tauhid, tulisan Bambang Noorsena, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bambang Noorsena, Sarjana Hukum (yang seharusnya wajib menjunjung tinggi kebenaran dan hukum), mengatakan bahwa Saya (Frans Donald) membalas mengkritik dan menyebut Bambang Noorsena “kemaki”. Padahal saya tidak pernah membalas SMS Bambang Noorsena tersebut dengan mengatai Bambang Noorsena “kemaki”. Pernyataan Bambang Noorsena dalam hal ini jelas-jelas adalah FITNAH dan PENIPUAN Publik! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bambang Noorsena juga menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “…mereka (Unitarian, maksudnya Pdt. Tjahjadi Nugroho, Frans Donald dan rekan-rekannya) reaksi dengan menggelar seminar yang menghadirkan Rm. Tom Jacobs, Rm. Banawiratma, Hortensius F. Mandaru dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), dan Nugroho sendiri, di Semarang, 28 April 2007. Tujuan seminar itu jelas, untuk mencari dukungan para ahli seolah-olah membenarkan ajaran mereka. Hal itu tampak dari pertanyaan “menggiring” pewawancara, Hanna Lie, salah satu penganut ajaran Unitarian yang menjadi wartawan Crescendo.” (Hal.15, Unitarian Bukan Kristen Tauhid, karya Bambang Noorsena).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tulisan Bambang Noorsena, Sarjana Hukum, tersebut jelas nyata-nyata sebagai suatu upaya pemelintiran (Penipuan Publik) atas fakta kejadian peristiwa (suatu sejarah) yang terjadi di tahun 2007 yang lalu. Bambang Noorsena telah memberikan informasi palsu (saksi dusta) kepada publik / masyarakat yang membaca bukunya, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Bambang Noorsena menuliskan bahwa acara seminar pada 28 April 2007 di Semarang, yang menggelar (mengadakan) adalah Unitarian (maksudnya: Pdt Tjahjadi Nugroho dan kawan-kawan saya sesame Unitarian), padahal kenyataannya jelas-jelas acara tersebut samasekali tidak digelar atas kemauan atau inisiatif sedikitpun dari Pdt. Tjahjadi Nugroho atau pun rekan-rekan saya sesama unitarian. Pernyataan Bambang Noorsena Ini jelas dusta alias “Penipuan kepada Publik”! Sangat banyak orang saksi yang tahu betul bahwa penyelenggara seminar tersebut adalah Majalah Lintas Denominasi Crescendo serta Yayasan Gema Kasih (yayasan Kristen yang sepengetahuan saya justru merupakan orang-orang yang menganut paham Trinitas) dan  penyelenggaraan seminar 28 april 2007 itu tidak ada sama sekali campur tangan dari pihak kami (Unitarian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Bambang Noorsena menuliskan juga bahwa seminar 28 April 2007 di Semarang ketika itu menghadirkan Nugroho (sebagai salah satu nara sumber). Ini nyata-nyata merupakan dusta atau Penipuan Publik! Pdt. Tjahjadi Nugroho saat seminar itu sama sekali tidak hadir, karena pak Nugroho memang bukan sebagai Pembicara saat itu. Nara sumber yang dihadirkan ketika itu ada 4 orang, yaitu: Romo Tom Jacobs, SJ, Profesor JB. Banawiratma, Hortensius F M, SSL dari L.A.I dan Pdt. Drie S Brotosudarmo, M.Th. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Bambang Noorsena menuliskan pula: Tujuan seminar itu jelas untuk mencari dukungan para ahli seolah-olah membenarkan ajaran mereka (ajaran Unitarian). Pernyataan ini juga jelas penuh dusta alias “Penipuan kepada Publik”. Karena banyak orang saksi yang tahu betul bahwa penyelenggara seminar tersebut adalah Majalah Lintas Denominasi Crescendo serta Yayasan Gema Kasih (yayasan Kristen yang sepengetahuan saya justru merupakan orang-orang yang menganut paham Trinitas). Tujuan acara itu nyata-nyata bukanlah sebagaimana fitnahan Bambang Noorsena terhadap kami (Unitarian) tersebut! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Di situ Bambang Noorsena menuliskan pula bahwa Hana Lie adalah salah satu penganut ajaran Unitarian yang menjadi wartawan Crescendo. Ini juga merupakan penyaksian yang dusta. Hanna Lie ketika itu adalah redaktur Crescendo dan bukan orang yang berorganisasi atau pun tergabung dalam jajaran Kristen Tauhid atau Unitarian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal di atas adalah beberapa contoh bukti nyata dan akurat perihal kebohongan/penipuan  Publik (Saksi Dusta) yang telah dilakukan oleh Bambang Noorsena. Dan di buku karya Bambang Noorsena tersebut masih ada lagi fitnahan ngawur terhadap Pdt. Tjahjadi Nugroho (yang menjabat ketua Asosiasi Pendeta Indonesia) serta juga mengandung pemelintiran-pemelintiran lain berkenaan dengan pernyataan-pernyataan yang dikemukakan oleh Romo Tom Jacobs mau pun Profesor Banawiratma dalam seminar di Semarang tersebut, guna seolah-olah membenarkan argumen-argumen Bambang. Tragis! &lt;br /&gt;Salah satunya, kesan yang muncul dari tulisan Bambang tersebut seolah-olah Romo Tom Jacobs sebenarnya percaya bahwa Yesus itu Allah tetapi oleh pewawancara digiring agar Romo Tom mendukung pikiran pewawancara. Ini adalah fitnah, saya tahu betul pewawancara (Hanna Lie) bukanlah anggota Unitarian / Kristen Tauhid, Hanna Lie dalam wawancaranya sama sekali tidak bermaksud menggiring Romo Tom agar mengeluarkan statement yang menolak rumusan Trinitas. Saya punya bukti akurat berupa CD* dan wawancara Tom Jacobs yang tegas terang-terangan menolak rumusan doktrin Trinitas. Beberapa di antaranya, Tom Jacobs berkata:&lt;br /&gt; “Sejak tahun 1974 sampai sekarang saya sudah tidak percaya bahwa Yesus itu Allah; Saya lebih kristiani sejak percaya bahwa Yesus itu bukan Allah dari pada sebelumnya. Yang benar ya Bapa itu Allah, Yesus itu jalan menuju Allah”. Serta pernyataan-pernyataan lain yang jelas sekali di mana Romo Tom menolak tegas rumusan-rumusan doktrin Trinitas!&lt;br /&gt;Pendapat Saya, buku Unitarian Bukan Kristen Tauhid yang berisi fitnah, pencemaran dan penipuan publik tersebut sepertinya hanyalah berisi ungkapan-ungkapan sentiment pribadi Bambang Noorsena terhadap kami, entah mengapa dia begitu terkesan “kebakaran jenggot” atas keberadaan kami (Unitarian), saya tidak tahu pastinya. Tapi, kami, yang telah difitnah dan dicemarkan oleh Bambang Noorsena, merasa belum perlu menuntut “kejahatan” Bambang Noorsena tersebut sebagaimana sesumbarnya: “Tuntutlah saya kalau ada tulisan yang salah, dengan tuntutan pencemaran nama baik!”. Yang saya rasa lebih penting adalah kiranya publik, yang bisa berpikir lurus dan jujur di hadapan Tuhan, mengetahui mana yang benar dan mana yang dusta. Dan himbauan saya bagi antek-anteknya Noorsena, yang sering mengirim SMS gelap pada saya, sebaiknya anda semua camkan bahwa jika selama ini anda-anda begitu menyanjung-sanjung Noorsena serta mudah percaya dengan cerita-cerita tentang sejarah-sejarah doktrin gereja versi Noorsena, kini saatnya anda-anda pikirkan kembali, yaitu Haruskah Anda Percaya Bambang Noorsena yang sering mengaku sebagai peneliti dan intelektual Kristen, sementara terbukti nyata-nyata saat menganalisa / meneliti peristiwa sejarah di Indonesia yang baru terjadi 1 tahun berlalu dan masih hangat saja Noorsena terbukti jelas-jelas ngawur + fitnah + berani nekad terang-terangan menipu pada khalayak ramai, apalagi ketika Noorsena bicara sejarah-sejarah ribuan tahun yang silam, patut dipikirkan ulang. Demi kepentingan pribadi / golongannya, maka sangat mungkin Noorsena bisa jadi akan lebih berani lagi untuk mengubah sejarah dan memutar balikkan fakta-fakta! Sejarah yang baru, masih hangat, serta saksi-saksi hidup masih ada saja berani dipalsukan, apalagi sejarah yang terjadi nun jauh di sana di masa ribuan tahun yang silam di mana saksi-saksi hidup sudah tidak ada sama sekali! Ingatlah bahwa tentang Saksi Dusta Alkitab bersaksi:&lt;br /&gt;“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta …, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, … seorang saksi dusta yang menyemburkan kebohongan …” Amsal 6:16-19&lt;br /&gt;“Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah saksi dusta.” Amsal 14:5&lt;br /&gt;“Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman..” Amsal 19:5&lt;br /&gt;Iblis adalah Bapa para pendusta (Yoh 8:44), jadi seorang Saksi Dusta = anak Iblis!   Camkanlah semua itu.&lt;br /&gt;Terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Frans Donald, kontak telp. 081 7971 9991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Note: Bagi yang berminat copyan CD Seminar Romo Tom Jacobs, yang berisi statemen terang-terangan beliau menolak rumusan Trinitas dan tidak percaya Yesus Allah, silakan hubungi saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-4556219373045510605?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/4556219373045510605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=4556219373045510605' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4556219373045510605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/4556219373045510605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/06/ternyata-bambang-noorsena-adalah-saksi.html' title='TERNYATA BAMBANG NOORSENA ADALAH SAKSI DUSTA'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-1648555940294181149</id><published>2008-03-05T18:03:00.000-08:00</published><updated>2009-04-17T01:49:14.398-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;TIM UNITARIAN&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kontak Telp.:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Benny Irawan (Benny): 08165405702 , 031 70570679&lt;br /&gt;2. Oktino Irawan (Nono) : 0816671171&lt;br /&gt;3. Tirto Sujoko (Joko) : 081326316933&lt;br /&gt;4. Frans Donald (Frans) : 08179719991&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Kami siap melayani dialog seputar tema "Yesus bukan Allah Sejati" berdasar Alkitab.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-1648555940294181149?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/1648555940294181149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=1648555940294181149' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/1648555940294181149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/1648555940294181149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/03/tim-unitarian-kontak-telp.html' title=''/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-1873904776444621562</id><published>2008-02-26T00:46:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T17:32:33.238-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; COLOR: rgb(204,0,0); TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;YESUS KRISTUS JELAS BUKAN ALLAH SEJATI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Statement dari pendeta-pendeta dan teolog-teolog yang mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati, itu jelas suatu statement yang keliru. Kelirunya di mana?&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Pertama, dari nama YESUS KRISTUS sebenarnya [kalau mau jujur], sudah cukup jelas merepresentasikan bahwa dia bukanlah Allah sejati, sebab arti dan makna kata ‘KRISTUS’ itu = ‘orang yang diurapi / disahkan / dilantik oleh Allah’. Yesus Kristus = Yesus yang diurapi oleh Allah, maka: karena ‘diurapi / disahkan / dilantik oleh Allah’, tentu dia bukan Allah itu sendiri. Yesus adalah pribadi ‘yang diurapi / dipilih (disahkan)’ sedangkan Allah adalah ‘yang mengurapi / memilih (mengesahkan). Yesus adalah utusan, sedangkan Allah adalah ‘yang mengutus’.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Kalau Yesus dipandang sebagai Allah sejati maka akan membuat nama (gelar) ‘Kristus’ pada diri Yesus itu gugur maknanya, karena ‘YESUS KRISTUS’ = ‘YESUS YANG DIURAPI OLEH ALLAH’. Maka artinya: kalau andaikata benar ‘Yesus = Allah sejati’ maka nama Yesus Kristus akan menjadi bermakna sebagai ‘ALLAH SEJATI YANG DIURAPI OLEH ALLAH SEJATI’. Allah sejati mengurapi Allah sejati??? Jadi di sini akan ada 2 pribadi Allah sejati di mana Allah yang satu mengurapi / mengesahkan / mengutus Allah yang lain. Nah, pertanyaannya: Apakah benar adanya Allah sejati harus diurapi oleh Allah sejati yang lainnya? Kalau Allah sejati musti diurapi atau disahkan oleh Allah yang lain maka dengan sendirinya hal itu justru akan menggugurkan kesejatiannya! Seperti ungkapan ‘masa jeruk minum jeruk?’. Artinya, dia (Yesus) yang diurapi (Kristus) itu jelas bukan Allah sejati adanya, karena Allah sejati tidaklah perlu diurapi. Allah sejati tidak butuh pengurapan / pengesahan dari siapapun. Sedangkan Yesus, dia jelas-jelas mengalami &lt;i&gt;‘pengkristusan’&lt;/i&gt; alias pengurapan / pengesahan dari Allah. Di sini jelas dia bukan Allah sejati! Dan lagi pula Alkitab tidak pernah menyatakan adanya lebih dari satu pribadi Allah sejati, apalagi 3 pribadi sebagaimana diajarkan oleh doktrin Tritunggal.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;KRISTUS = DIURAPI / DISAHKAN OLEH ALLAH. YESUS KRISTUS = YESUS YANG DIURAPI / DISAHKAN OLEH ALLAH. Jelas dia bukan Allah sejati! Dari nama ‘Yesus Kristus’ jelas terang benderang sudah dengan sendirinya membuktikan dia bukan Allah sejati adanya. Dengan demikian jika ada orang-orang yang ngotot mengklaim Yesus sebagai Allah sejati, sebenarnya mereka keliru fatal dan tidak layak menyebut Yesus sebagai Kristus. Tidak patut mereka menyebut Kristus, karena kata ‘Kristus’ justru membuktikan secara langsung dan akurat maknanya bahwa dia bukan Allah sejati, melainkan utusan yang diurapi / disahkan oleh Allah. Kesimpulannya tegas: seorang Kristus jelas bukan Allah sejati! Kalau Yesus = Allah sejati, maka dia bukanlah Kristus!&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Yang kedua, hari ini banyak orang mengatakan : “Yesus adalah Allah sejati” atau “Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia”. Itu pikiran-pikiran banyak orang Kristen hari ini. Tetapi sebenarnya pikiran-pikiran ide-ide tersebut tidaklah didasarkan pada Alkitab, tapi semua itu dihasilkan dari tradisi dan filsafat-filsafat hasil ide-ide pikiran manusia. Sedangkan bagaimana dengan kesaksian Alkitab? Nah, mari kita lihat, untuk kasus ini, hal yang serupa tercatat sangat jelas di Matius 16: 13-17: (silahkan baca dengan seksama dalam Alkitab anda):&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;13"..Yesus ..bertanya kepada murid-muridnya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Elia dan ada pula yang mengatakan : Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak dari Allah yang hidup!" 17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-ku yang di sorga.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Hari itu, di zaman itu, Yesus bertanya kepada orang-orang di sekitarnya: Hai sobat-sobat, bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, menurut kamu dan menurut orang-orang siapakah aku? Maka orang-orang mulai menjawab dengan ide-ide cemerlang dan pemikirannya masing-masing. Ada yang bilang: “o.. Yesus, engkau adalah Yohanes pembaptis”, yang lain berkata “engkau Elia”, “engkau Yeremia”, “engkau seorang dari para nabi”. Ada berbagai ide dan pendapat orang tentang SIAPA YESUS.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Nah, demikian juga kondisinya hari ini, di zaman ini, ketika membahas soal Yesus, ketika ada pertanyaan Siapakah Yesus itu? Atau andaikata Yesus datang di zaman ini di hadapan kita, kemudian dia bertanya kepada kita: “Menurutmu siapakah aku?” maka dapat dipastikan akan banyak pendeta-pendeta dan orang-orang Kristen yang akan menjawab demikian: &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Yesus, engkau adalah Allah”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;“Engkau adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Seorang pendeta dengan idenya yang mempesona mungkin akan berkata:&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“O Yesus, engkau Allah sejati yang karena begitu besar kasihmu akan dunia ini maka demi menyelamatkan manusia, maka, bagaikan manusia yang mau menyelamatkan semut ia menjadi semut pula, engkau Allah sejati rela turun dari surga menjadi manusia dan mati di kayu salib”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Sementara Pdt. Stephen Tong dan anak-anak buahnya sebagai penganut doktrin Tritunggal, mungkin akan berkata: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Yesus engkau adalah pribadi kedua dalam Allah Tritunggal&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;!”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Nah, benarkah jawaban-jawaban itu semua? Benarkah ide-ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah pribadi ke-2 dari Allah yang Tritunggal adanya? Benarkah ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia? Benarkah ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang telah mati disalib? Benarkah jawaban-jawaban para teolog dan pendeta-pendeta itu sesuai dengan kesaksian Alkitab?&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Sekarang mari kita simak jawaban apakah yang paling tepat dan Alkitabiah untuk pertanyaan ‘SIAPAKAH YESUS?’.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Ayat 16, Simon berkata bahwa Yesus adalah MESIAS (KRISTUS). Yesus adalah Kristus, Yesus adalah seorang yang diurapi oleh Allah! Itu jawaban Simon. Dan apa kata Yesus kemudian? Ayat 17: “…berbahagialah engkau Simon, sebab &lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di surga&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;…” Di sini Yesus menegaskan bahwa yang menyatakan kepada Simon bahwa ‘Yesus itu adalah Mesias (Kristus)’ adalah Bapa (Allah) yang di surga.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Yesus adalah Mesias. Yesus adalah Kristus. Yesus adalah seorang yang diurapi / disahkan oleh Allah, itu bukan pernyataan dari Simon atau manusia, bukan pernyataan dari pendeta-pendeta atau teolog-teolog, bukan pernyataan dari professor-profesor atau doktor-doktor teologi, bahkan itu bukan pernyataan dari Yesus sendiri, tapi, itu adalah pernyataan dari Bapa (Allah) di surga! &lt;b&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Allah sendiri yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias! Allah sendiri yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang diurapi (disahkan, dipilih, diutus) oleh Allah!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Dalam Matius 16: 15-17 ini, Alkitab bersaksi sangat jelas bahwa: tentang Siapakah Yesus itu? Allah sendiri (Bapa di surga) menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Utusan yang diurapi oleh Allah). Allah, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;dalam Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah!&lt;/span&gt; Tapi jelas-jelas Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Kristus)! &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Allah tidak pernah menyatakan bahwa Yesus adalah pribadi ke-2 dari Allah Tritunggal, tidak pernah!!!&lt;/span&gt; Tapi &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Alkitab tegas berulang kali menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias.&lt;/span&gt; Yesus adalah utusan yang diurapi oleh Allah. Nah, kalau Bapa (Allah) sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (orang yang diurapi oleh Allah), maka ajaran Tritunggal yang mengklaim Yesus adalah Allah sejati akan tampak jelas tidak sesuai kesaksian Alkitab. Doktrin Tritunggal telah melompati kesaksian-kesaksian Alkitab!&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Sebagai tambahan, mari kita simak juga injil Yohanes 20: 30-31: (Silahkan baca dengan seksama dalam Alkitab Anda)&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;"Tetapi &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa YESUSLAH &lt;strong&gt;MESIAS&lt;/strong&gt;, ANAK ALLAH&lt;/span&gt;, ..." &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Hari ini, zaman ini, banyak teolog Kristen penganut doktrin Tritunggal yang berupaya membela doktrinya dengan mencoba menafsirkan dan memelintir beberapa ayat-ayat dalam injil tulisan Yohanes, untuk meneguhkan doktrin Tritunggal. Tulisan-tulisan Yohanes diklaim sebagai mengajarkan doktrin Tritunggal. Ya, memang bisa saja orang semaunya sendiri menafsirkan [demi kepentingannya sendiri] ayat-ayat dalam injil Yohanes. Tapi, jelas, Yohanes sendiri, si penulis injil itu sendiri telah menegaskan dengan sangat gamblang dan terang benderang bahwa: SEMUA HAL YANG DIA TULIS DI INJILNYA ADALAH UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS ADALAH MESIAS (ORANG YANG DIURAPI OLEH ALLAH). Yohanes tidak pernah menyatakan bahwa injil yang dia tulis adalah untuk membuktikan bahwa Yesus itu Allah sejati atau Allah itu Tritunggal adanya, tidak pernah!!! &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dalam injilnya, Yohanes jelas menyatakan bahwa satu-satunya Allah yang benar (Allah yang sejati, The True God) hanya Bapa saja, dan Yesus adalah utusan Allah. (Yohanes 17:3).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Oleh karena itu jika saat ini banyak orang yang berupaya ‘&lt;i&gt;meracik-racik’&lt;/i&gt; dan memanfaatkan ayat-ayat injil Yohanes semata-mata untuk membuktikan atau dijadikan dasar bahwa doktrin Tritunggal itu benar atau Yesus itu Allah sejati, maka hal tersebut telah jelas jauh menyimpang dari maksud dan tujuan Yohanes menuliskan kitab suci. Ide ‘Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia’ tidak pernah ada dalam benak tujuan Yohanes menulis kitab suci. Yang ada adalah Yesus itu Mesias (Utusan yang diurapi oleh Allah)!&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; MARGIN-LEFT: -0.02in; TEXT-INDENT: -0.02in; LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: -0.02in" align="justify"&gt;Injil Yohanes bukan suatu injil atau kabar tentang ke-allah-an Yesus, melainkan injil kabar tentang ke-Mesias-an Yesus! Sehingga sangat tidak tepat jika orang memanfaatkan atau memakai ayat-ayat injil Yohanes untuk mendukung pikiran guna mengklaim Yesus sebagai Allah sejati.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-1873904776444621562?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/1873904776444621562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=1873904776444621562' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/1873904776444621562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/1873904776444621562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/02/yesus-kristus-jelas-bukan-allah-sejati.html' title=''/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-3201369146551738643</id><published>2008-02-20T19:50:00.000-08:00</published><updated>2009-04-17T02:03:57.026-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; COLOR: rgb(51,0,51); LINE-HEIGHT: 150%" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;MENJAWAB KOMENTAR BAMBANG NOORSENA &amp;amp; PENGIKUTNYA (PENGANUT PAHAM ORTODOKS SYRIA)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Beberapa Pernyataan Bambang Noorsena &amp;amp; anak buah-anak buahnya:&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="I"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Frans Donald guobloook sekali! &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Mas Donald, bukumu hanya bombastis, kalau benar ada pendeta-pendeta yang bingung .. ya mereka goblok, masa gitu aja gempar?&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Ada kabar gembira buat warga unitarian dan saksi jehovah bidat-bidat akhir jaman,DI KOTA SEMARANG TGL 23 FEB 08, GEDUNG WANITA, SEMINAR SEHARI, BY BAMBANG N, TEMA: MENELANJANGI KESESATAN DAN KEGOBLOKKAN UNITARIAN DAN SAKSI JEHOVAH!! ... (SMS gelap dari 087851404457); Hai goblok unitarian, penyembah malaikat mikhael, jgn lupa tgl 23 feb, di gedung wanita smg, jateng! Biar kamu dapat pencerahan, dan pimpinan kamu yang goblok juga itu! (SMS gelap dari 081938230283).&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Kalau firman itu suatu ilah tetapi bukan Allah, pertanyaannya apa ada yang ilahi diluar Allah?&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Kalau “allah” untuk sang Firman itu sekedar gelar, bagaimana mungkin mahluk bisa menciptakan bersama-sama Allah? (Yoh 1:3). Masa Allah memerlukan bantuan ciptaanNya?&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;Komentar Frans Donald :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Untuk pernyataan I, II dan III, dalam hal menganggap diri sendiri paling pintar dan gemar menjelekkan / menghina orang lain dan menganggap orang lain sebagai “goblok” atau “guobloook” itu kan sepertinya memang gaya dan style dari Bambang Noorsena dan orang-orang hasil didikannya (dari buahnya, mereka akan dikenal). Gaya ‘&lt;i&gt;menginjilnya&lt;/i&gt;’ Bambang Noorsena dkknya sepertinya ya memang begitu itu. Itu pula sebabnya tak heran ketika beberapa orang Kristen sendiri mengomentari Bambang Noorsena sebagai orang yang kemaki dan sok pintar. Tentunya orang-orang yang bijak akan bisa menilainya sendiri, apakah Bambang Noorsena + pengikut-pengikutnya yang gemar menghina / memaki orang itu benar-benar pengikut Kristus yang sejati atau bukan. Apa yang mereka perbuat upahnya akan mereka terima dengan sendirinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Untuk pernyataan IV, Apa ada yang ilahi selain Allah sejati? Pertanyaan tersebut telah saya jawab dalam buku &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL&lt;/span&gt;, 2007/2008, halaman 15-16. Silakan simak di dalam buku tersebut. Dan Info: untuk bahasan mengenai Yesus adalah Malaikat, silakan simak buku &lt;span style="COLOR: rgb(204,0,0)"&gt;KASUS BESAR YANG KELIRU TERNYATA YESUS MALAIKAT&lt;/span&gt;, 2007, 2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Untuk pernyataan V, soal statement: Apakah Allah memerlukan bantuan dari ciptaanNya? Berikut ini jawaban saya:&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="center"&gt;&lt;b&gt;Allah (Yhwh) Mencipta, Berkarya dan Menyelamatkan Dunia MELALUI Yesus&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Dalam proses karya penciptaan, Allah (Yhwh) telah memberi kuasa wewenang kepada Yesus untuk mencipta-berkarya-dan menyelamatkan ciptaannya yang rusak (menyelamatkan dunia). Apakah itu artinya Allah Yhwh perlu bantuan dari Yesus? Allah Yhwh yang adalah Sang Pencipta Sejati perlu mendapat bantuan dari ciptaanNya??? Apakah Yesus perlu membantu Allah Yhwh untuk berkarya mencipta dan menyelamatkan dunia?&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Jawabannya adalah: Tidak! Bambang Noorsena dan pengikutnya akan salah sangka jika mereka berpikir bahwa saya berpandangan bahwa Allah Yhwh perlu dibantu oleh Yesus.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Allah Yhwh Mahakuasa, Ia tidak perlu bantuan dari siapapun untuk menciptakan atau berkarya sesuatu hal. Jika di Bibel Yoh 1:3, Kolose 1:16 dan Ibrani 1:2 dituliskan bahwa: “… &lt;i&gt;dunia dijadikan melalui Yesus; … segala sesuatu diciptakan melalui Yesus; …melalui dia, Allah telah menjadikan alam semesta..”&lt;/i&gt; apakah kata “melalui” (&lt;i&gt;English: Through, Yunani: dia&lt;/i&gt;) di ayat-ayat tersebut dapat diartikan bahwa ‘Yesus telah membantu Allah dalam mencipta?’ atau ‘Allah dalam berkarya perlu mendapat bantuan dari Yesus?’&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Yesus memang telah diberi kuasa oleh Allah (Matius 28:18, Kisah 2:22) itu sebabnya Allah berkarya melalui Yesus, tetapi peran serta Yesus dalam hal mencipta akan sangat keliru jika semata-mata diartikan bahwa saat itu Yesus sedang membantu Allah Yhwh atau ‘Allah Yhwh harus dibantu oleh Yesus’. Ini sebuah tuduhan dan pemahaman yang tidak tepat, karena seolah akan menuju pada kesimpulan bahwa Allah Sejati (Sang Pencipta Sejati) perlu bantuan dari ciptaanNya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Allah Yhwh memang telah memberi kuasa alias wewenang kepada Yesus untuk mencipta dan melakukan berbagai pekerjaan besar dan mujizat-mujizat. Allah Yhwh adalah Pemberi atau Sumber kuasa, sedangkan Yesus adalah penerima kuasa. Pemberi kuasa tentu lebih berkuasa dari pada penerima kuasa. Seorang yang sangat kayaraya tentu saja sanggup memberikan sejumlah besar kekayaannya kepada orang lain yang dikehendakinya, Allah (Yhwh) yang Mahakuasa, sebagai Sumber segala kuasa tentu sanggup memberi suatu kuasa luarbiasa kepada siapa saja yang dikehendakiNya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Dalam karya penciptaan-penciptaan yang bersumber dari Allah dan dilaksanakan melalui Yesus, kala itu Yesus bukan dan tidak sedang dalam rangka membantu Allah!, dan Allah memang tidak perlu dibantu oleh siapapun termasuk Yesus yang adalah ciptaanNya! Tetapi Allah Yhwh berkenan memberi kuasa kepada Yesus untuk mencipta sesuatu dan berkarya besar adalah sebagai bukti bahwa begitu besar kasih Allah kepada Yesus ciptaanNya. Allah benar-benar sangat mengasihi Yesus sehingga Ia berkenan melibatkan Yesus dalam berkarya di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Yesus adalah permulaan/ awal [Yunani:arkhe] dari ciptaan Allah, Wahyu 3:14. Yesus diciptakan oleh Allah bukan untuk sekedar ada atau pun menjadi ‘pembantu Allah’, tetapi Yesus diciptakan untuk menjadi mahluk kesayangan Allah yang selanjutnya disebut sebagai ‘Anak Allah’. Anak Allah adalah mahluk ciptaan Allah yang sangat dikasihi oleh Allah. Hubungan Allah dengan ciptaan yang dikasihiNya seperti hubungan Bapak dengan anak. Karena sangat disayangi, maka anak (Yesus) senantiasa dijadikan "&lt;em&gt;sekutu&lt;/em&gt;"* Bapa (Allah) dalam melaksanakan karya-karya besarNya. Yesus senantiasa dilibatkan dalam setiap pekerjaan-pekerjaan Allah. Melibatkan Yesus dalam pekerjaan-pekerjaan Allah bukan karena Allah butuh bantuan dari Yesus, tetapi hal itu menjadi bukti nyata bahwa Allah Yhwh benar-benar sangat mengasihi dan menghargai keberadaan (eksistensi) Yesus.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Analogi perumpamaan: Sebagai seorang bapak, saya sering memberi tugas, hak kuasa dan wewenang kepada anak saya untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu. Saya sering menyertakan, menyuruh dan melibatkan anak saya dalam kehidupan saya adalah bukan semata-mata karena alasan bahwa saya perlu bantuan dari anak, tidak. Dalam beberapa aspek kehidupan saya, saya bisa dan telah mahir melakukan pekerjaan-pekerjaan terntu seorang diri tanpa perlu bantuan siapapun juga, tetapi mengapa saya sebagai bapak musti memberi kuasa atau wewenang tertentu kepada anak saya untuk melakukan pekerjaan tertentu? Tentu jawabannya adalah: karena saya mengasihi dan menyayangi anak saya sehingga saya akan benar-benar menghargai keberadaannya serta berkenan melibatkannya dalam aspek-aspek kehidupan saya.. Saya berkenan melibatkan anak dalam kehidupan saya karena saya betul-betul mengakui eksistensi bahwa anak itu benar-benar anak saya. Dia bukan seorang patung anak, hiasan hidup atau robot atau sekedar mahluk ciptaan yang tidak berharga, melainkan dia adalah manusia yang sangat berharga, berguna, berharkat martabat dan eksis. Sebagai manusia yang memiliki suatu ego kepribadian dan eksistensi, dia perlu suatu bukti dan kebanggaan harga diri keberadaan dia. Nah, dengan seringnya diberi kepercayaan, diberi kuasa atau wewenang suatu pekerjaan, maka anak saya akan menjadi pribadi yang akan mengenali siapa dirinya, jati dirinya, dan hargadiri, martabat keeksistensiannya menjadi jelas/nyata bahwa dia adalah anak dari bapaknya yang mengasihi dan mengakui eksistensi dirinya. Intinya, seorang bapak yang bijaksana dan mengasihi anaknya pasti akan menjunjung tinggi harkat dan martabat anaknya. Nah, untuk menyatakan dan menghidupkan rasa harga diri dan kebanggaan serta eksistensi dalam pribadi anak tersebut, ia perlu diberi kuasa dan tugas atas suatu pekerjaan-pekerjaan serta dilibatkan di dalam pekerjaan-pekerjaan bapaknya. Semakin banyak seorang anak dilibatkan dan diberi kuasa dalam karya-karya/pekerjaan-pekerjaan bapaknya yang besar, maka artinya semakin besar pula kasih dan kepercayaan sang bapak pada anaknya. Sebaliknya, jika anak tidak dilibatkan dan diberi kuasa kepercayaan dalam karya-karya bapaknya, maka artinya semakin kecil pula kasih seorang bapak pada anaknya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Nah, Bapa Yhwh, sebagai Pencipta Sejati yang Maha bijaksana dan sangat mengasihi mahluk-mahluk ciptaanNya, Ia tentu saja tidak hanya menciptakan suatu mahluk hanya untuk tujuan agar mahluk itu sekedar menjadi robot penyembah saja. Tetapi sebagai mahluk ciptaan Allah, yang sangat dikasihi Allah, tentu akan dimuliakan, ditinggikan harkat martabat dan eksistensinya oleh Allah sendiri. Adam dan Hawa, manusia-manusia pertama, ditinggikan martabatnya dengan diberi hak kuasa dan wewenang untuk mengelola seluruh bumi serta beranak cucu menggarap isi bumi (Kejadian 1:28). Hal itu adalah bukan karena Allah perlu bantuan dari manusia untuk mengelola bumi. Tetapi, manusia diberi kuasa untuk menjadi penguasa atas bumi, hal itu adalah karena kasih Allah pada manusia ciptaan-Nya itu. Nah, demikian halnya dengan Yesus, Yesus sebagai mahluk permulaan ciptaan Allah (Wahyu 3:14), Ia telah diberi kuasa dan tugas atau pekerjaan-pekerjaan yang sangat besar oleh Bapanya sebagai bukti nyata bahwa Bapa Yhwh sangat mengasihi, mempercayai, memuliakan serta meninggikan keberadaan Yesus di atas ciptaan-ciptaan yang lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Seorang bapak yang tidak pernah memberi kuasa atau pekerjaan tertentu pada anaknya, jelas adalah bapak yang sebenarnya tidak menghargai atau tidak mengakui keberadaan (eksistensi) harkat martabat dan kehadiran anaknya tersebut. Bapa Surgawi [Yhwh] adalah Allah yang Mahakasih, artinya adalah Allah yang sangat menghargai dan mengasihi ciptaan-ciptaanNya, itulah sebabnya Ia berkenan menjadi &lt;em&gt;“sekutu”*&lt;/em&gt; dalam berkarya bagi mahluk ciptaanNya. Ia tidak berkarya secara &lt;i&gt;single fighter&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;one man show,&lt;/i&gt; tetapi Ia senantiasa berkenan memberi kepercayaan kuasa dan pekerjaan-pekerjaan besar kepada mahluk ciptaan yang dikasihiNya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Musa, Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan para nabi dan rasul semua telah diberi kuasa dan wewenang yang sangat besar oleh Allah, untuk melakukan karya-karya besar penyelamatan dunia, adalah bukan karena Allah Yhwh perlu bantuan dari para nabi tersebut. Yhwh memberi kuasa kenabian kepada Musa, Elia, Yesaya, dllnya bukan karena Ia butuh pertolongan bantuan dari mahluk-mahluk ciptaan tersebut, tetapi semua itu justru menjadi bukti nyata bahwa Yhwh benar-benar memperlakukan ciptaanNya seperti perlakuan Bapak kepada anaknya. Ia berkenan menjadi &lt;em&gt;"sekutu"*&lt;/em&gt; manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah yang sangat besar, ajaib dan mulia. Demikian halnya Yesus, yang juga diberi kuasa sebagai Mesias (utusan yang dilantik oleh Allah), dia juga telah diberi kuasa atas pemerintahan management langit dan bumi (Mat 28:18), serta karya-karya besar termasuk ciptaan sampai penghakiman dunia yang dilaksanakan oleh Allah melalui Yesus, semua itu adalah bukan karena Allah semata-mata perlu bantuan dari Yesus, tetapi Allah Yhwh adalah Allah yang berkenan menjadi ‘sekutu’ bagi ciptaanNya, dengan senantiasa melibatkan dalam berkarya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Sebagai Pribadi yang Mahakuasa, Allah tidak perlu berkarya dengan gagah perkasa &lt;i&gt;one man show&lt;/i&gt; seorang diri tanpa melibatkan ciptaanNya, tetapi karena Ia sangat mengasihi mahluk ciptaanNya, maka Ia senantiasa melibatkan mahluk ciptaanNya itu dalam segala karya-karya besarNya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Kesimpulan: Yhwh Sang Sumber Kuasa Sejati telah melibatkan atau mengikut sertakan dengan memberi kuasa kepada Yesus untuk mencipta, adalah samasekali bukan karena Yhwh perlu bantuan dari Yesus, tetapi hal itu adalah menjadi bukti nyata bahwa Yhwh sangat mengasihi Yesus, ciptaanNya yang awal itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;Jika bapak anda tidak pernah melibatkan anda dalam karya-karya hidupnya, itu artinya anda tidaklah diakui atau tidak dihargai keberadaan (eksistensi) anda sebagai anaknya, bukan?&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt; * &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Note: * &lt;em&gt;"sekutu"&lt;/em&gt; = ciptaan kesayangan, mahluk yang diperkenan menjadi rekan perantara (utusan) dalam berkarya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-3201369146551738643?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/3201369146551738643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=3201369146551738643' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/3201369146551738643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/3201369146551738643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2008/02/menjawab-komentar-bambang-noorsena.html' title=''/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-9102308038635613506</id><published>2007-05-09T01:57:00.000-07:00</published><updated>2008-03-05T17:38:29.674-08:00</updated><title type='text'>Menjawab Doktrin Trinitas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,51,255)"&gt;Tanya-jawab ini ditulis (dalam perspektif Alkitab) guna menjawab klaim-klaim Doktrin Trinitas/Tritunggal hasil rumusan dari konsili-konsili Gereja yang sarat tekanan dan kepentingan politik tahun 300-400an Masehi, yang menyatakan bahwa: Allah yang Sejati terdiri dari tiga pribadi (Allah Bapa, Allah Anak/Yesus, dan Allah Roh Kudus) yang satu dalam hakikat. Dalam Catholic Encyclopedia diterangkan: "Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen. Sang Bapa adalah Allah, Sang Anak (Yesus) adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, …dalam Tritunggal ini … pribadinya sama kekal dan setara, semuanya tidak diciptakan dan Mahakuasa".&lt;br /&gt;Hasil rumusan doktrin Trinitas/Tritunggal telah menjadikan Yesus sebagai AllahSejati. Tampaknya itulah yang menjadi pemicu pergulatan dan pertikaian teologi mengenai keilahian Yesus Kristus selama ribuan tahun. Alkitab, oleh para penerus doktrin Trinitas, dianggap mengandung ayat-ayat yang membuktikan bahwa doktrin Trinitas itu Alkitabiah adanya. Sebaliknya kaum Unitarian atau kaum AntiTrinitas justru punya pemahaman yang berbeda, Trinitas dipandang sebagai tidak Alkitabiah!&lt;br /&gt;Penulis (seorang Unitarian) ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama menjawab klaim-klaim Trinitarian serta ingin membuktikan secara Alkitabiah bahwa doktrin Trinitas yang menyatakan Yesus sebagai AllahSejati (Pribadi kedua dari Allah Trinitas) itu benar-benar perlu dikaji ulang keabsahannya. Semoga tulisan ini berguna bagi setiap orang yang membacanya!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;"&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;Menjawab Trinitas&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Perihal ke-allah-an Yesus Kristus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Yohanes 1:1&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Pada Frase terakhir ayat ini menyatakan bahwa Firman [yang mengacu pada Yesus] itu adalah Allah. Bukankah itu berarti Yesus sama dengan Allah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Istilah kata "Allah/allah" dalam Alkitab merupakan padanan kata elohyim (Ibrani), theos (Yunani), God (Inggris). Sebagai catatan: dalam bahasa Ibrani [teks asli Alkitab] tidak ada pembedaan huruf besar-kecil. Jadi Allah dan allah sama saja, tidak ada bedanya. Istilah "allah" [elohyim / theos] dalam Alkitab bisa berarti dua macam makna:&lt;br /&gt;Pertama, "allah" menunjuk pada 'allah sejati' [The True God] yaitu Bapa / Yahweh, satu-satunya Allah yang benar (Yohanes 17:3).&lt;br /&gt;Kedua, "allah" yang tertulis dalam Alkitab juga bisa berarti 'mahluk-mahluk ilahi/sorgawi' atau divinity (bukan menunjuk pada Allah Sejati). Seperti halnya kata theos di Yoh 1:1 yang oleh LAI diterjemahkan sebagai "allah" (Firman itu adalah Allah) tidak dengan sendirinya menunjuk kepada Allah Sejati, karena kata "allah" [elohyim/theos] di Alkitab digunakan secara umum dalam pengertian mahluk ilahi/sorgawi, atau bahkan nabi dan raja yang secara fungsional menjadi utusan AllahSejati juga bisa disebut sebagai "allah", sebagaimana tertulis dalam:&lt;br /&gt;Keluaran 7:1. Musa, sebagai nabi/juru bicara/utusan dari Allah Sejati, dia juga disebut "allah"[elohyim].&lt;br /&gt;Mazmur 82:6. Mahluk-mahluk sorgawi juga disebut sebagai "allah"[elohyim].&lt;br /&gt;Ibrani 1:8 yang MENGUTIP Mazmur 45:7-8 yang berbicara tentang pernikahan raja ("…Tahtamu ya Allah…") dalam PerjanjianLama, raja juga disebut "allah/elohyim" (dalam arti 'hakim' atau orang yang diagungkan/sangat dihormati).&lt;br /&gt;Yesaya 9:5, "Seorang anak telah lahir …namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, …". Ayat ini berbicara mengenai anak raja Ahaz dan juga bisa ditafsirkan sebagai nubuatan yang mengacu kepada Yesus. Anak Ahaz disebut orang sebagai Allah yang Perkasa (karena di dalam anak itu Allah-Yahweh menyatakan kehadiran dan pertolongan-Nya).&lt;br /&gt;Yohanes 10:35 menegaskan bahwa 'penerima dan pembawa' Firman [kepada siapa Firman itu disampaikan] bisa disebut sebagai "allah" juga.&lt;br /&gt;Nah, dengan demikian kita bisa memahami bahwa DI DALAM ALKITAB: Musa disebut allah, para malaikat disebut para allah, raja juga disebut allah, anak raja Ahaz juga disebut allah, Penerima &amp;amp; Pembawa Firman juga disebut allah. Maka tidak masalah jika Yesus [sebagai Penerima &amp;amp; Pembawa Firman, yang bergelar ho logos, Sang Firman] kemudian di Yoh 1:1 bisa juga disebut sebagai "allah" (kai theos en ho logos, sang firman adalah allah). Dan bisa dipahami, bahwa sekalipun Musa, mahluk-mahluk sorgawi, raja, anak raja, dan penerima-pembawa Firman [termasuk Yesus], mereka semua bisa disebut sebagai "allah", tetapi mereka semua tentu bukanlah AllahSejati.&lt;br /&gt;Dalam Yohanes 1:1 terjemahan Indonesia (LAI) kita jumpai ada dua kata "allah", di frase kedua dan ketiga. Tanpa meneliti bahasa Yunaninya, maka pembacanya sering menangkap "allah" pada frase kedua dan ketiga dianggap sama. Namun, kalau kita meneliti bahasa aslinya, tampak jelas sekali bahwa "allah" pada frase "Firman itu bersama dengan Allah" mengandung perbedaan makna dengan "allah" pada frase "Firman itu adalah Allah".&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, mari kita pahami Yohanes 1:1 dalam bahasa aslinya, Yunani:&lt;br /&gt;a) "en arkhe en ho logos" (pada mulanya adalah sang firman)&lt;br /&gt;b) "kai ho logos en pros ton theon" (sang firman itu bersama-sama dengan sang allah/the god)&lt;br /&gt;c) "kai theos en ho logos" (sang firman itu adalah allah)&lt;br /&gt;Di bahasa Yunaninya, untuk "allah" pada frase b) dan frase c) tertulis berbeda: 'ton theon' dan 'theos'. Yang pertama memakai kata sandang, sementara yang kedua tidak. Di sini ada kesenjangan makna yang fatal antara bahasa Yunani dan bahasa Indonesia jika tidak dipahami artinya.&lt;br /&gt;Bahasa Yunani "theos" bisa bermakna sebagai kata benda dan bisa juga mengacu sebagai kata sifat. "ton" adalah kata sandang. Jadi "ton theon" (di Yohanes 1:1b) berarti The God atau Sang Allah, mengacu pada Allah Sejati. Akan tetapi, tanpa kata sandang "ton" maka "theos" (di Yohanes 1:1c) bisa berarti suatu "sifat ilahi" (a god). Sebagai perbandingan kata, sama halnya seperti 'si manis' tidak sama artinya dengan 'manis'. Tambahan kata sandang "si" membuat "si manis" menjadi kata benda, tetapi tanpa "si" maka "manis" adalah kata sifat.&lt;br /&gt;Dengan pemahaman yang lazim, "theos" dalam penggalan Yohanes 1:1c (firman itu adalah allah; kai theos en ho logos) memiliki arti yang berbeda dengan "ton theon" dalam penggalan kedua (firman itu bersama-sama dengan allah; kai ho logos en pros ton theos). Penggalan Yohanes 1:1c terjemahan Indonesia yang saat ini terbaca "Firman itu adalah Allah", sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai: "Firman itu adalah ilahi" atau "firman itu bersifat ilahi".&lt;br /&gt;Dalam berbagai terjemahan bahasa Inggris, Yohanes 1:1c menjadi sangat jelas bahwa Firman itu adalah suatu allah (a god, bersifat ilahi) - The word was a god. Namun, sayangnya banyak kaum Trinitarian mengklaim bahwa yang menterjemahkan frase terakhir Yohanes 1:1 "The Word was a god" itu hanyalah Alkitab New World Translation milik sekte Saksi Yehuwa [yang dianggap sesat], sementara Alkitab lainnya menerjemahkan sebagai The word was God (sang firman adalah Allah[sejati]). Tetapi argumentasi serta penyangkalan tersebut ternyata tidaklah benar, karena ternyata Yohanes 1:1c di dalam banyak versi Alkitab justru semakin jelas mencatat bahwa "sang firman itu adalah suatu allah/bersifat ilahi [a god/divine]", sama sekali bukan "sang firman itu adalah Allah sejati [the god]". Bukti-bukti akurat tersebut di antaranya tercatat dalam banyak sekali terjemahan berbagai versi Alkitab berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"and the word was a god" (Newcome, 1808)&lt;br /&gt;"the Word was God’s" (Crellius,as quoted in The New Testament in an Improved Version)&lt;br /&gt;"and the Word was a divine being." (La Bible du Centenaire, L’Evangile selon Jean, by Maurice Goguel,1928)&lt;br /&gt;"the Logos was a god (John Samuel Thompson, The Montessoran; or The Gospel History According to the Four Evangelists, Baltimore; published by the translator, 1829)&lt;br /&gt;"the Word was divine" (Goodspeed’s An American Translation, 1939)&lt;br /&gt;"the word was a god." (Revised Version-Improved and Corrected)&lt;br /&gt;"and god[-ly/-like] was the Word." (Prof. Felix Just, S.J. - Loyola Marymount University)&lt;br /&gt;"the Logos was divine" (Moffatt’s The Bible, 1972)&lt;br /&gt;"the Word was God*[ftn. or Deity, Divine, which is a better translation, because the Greek definite article is not present before this Greek word] (International English Bible-Extreme New Testament, 2001)&lt;br /&gt;"and the Word was a god" (Reijnier Rooleeuw, M.D. -The New Testament of Our Lord Jesus Christ, translated from the Greek, 1694)&lt;br /&gt;"[A]s a god the Command was" (Hermann Heinfetter, A Literal Translation of the New Testament,1863)&lt;br /&gt;"The Word was a God" (Abner Kneeland-The New Testament in Greek and English, 1822)&lt;br /&gt;"[A]nd a God (i.e. a Divine Being) was the Word" (Robert Young, LL.D. (Concise Commentary on the Holy Bible [Grand Rapids: Baker, n.d.], 54). 1885)&lt;br /&gt;"the Word was a god" (Belsham N.T. 1809)&lt;br /&gt;"And the logos was a god" (Leicester Ambrose, The Final Theology, Volume 1, New York, New York; M.B. Sawyer and Company, 1879)&lt;br /&gt;"the Word was Deistic [=The Word was Godly] (Charles A.L. Totten, The Gospel of History, 1900)&lt;br /&gt;"[A]nd was a god" (J.N. Jannaris, Zeitschrift fur die Newtestameutlich Wissencraft, (German periodical) 1901, International Bible Translators N.T. 1981)&lt;br /&gt;"[A] Divine Person." (Samuel Clarke, M.A., D.D., rector of St. James, Westminster, A Paraphrase on the Gospel of John, London)&lt;br /&gt;"a God" (Joseph Priestley, LL.D., F.R.S. [Philadelphia: Thomas Dobson, 1794], 37).)&lt;br /&gt;"a God" (Lant Carpenter, LL.D (in Unitarianism in the Gospels [London: C. Stower, 1809], 156).)&lt;br /&gt;"a god" (Andrews Norton, D.D. [Cambridge: Brown, Shattuck, and Company, 1833], 74).)&lt;br /&gt;"a God" (Paul Wernle,(in The Beginnings of Christianity, vol. 1, The Rise of Religion [1903], 16).)&lt;br /&gt;"and the [Marshal] [Word] was a god." (21st Century Literal)&lt;br /&gt;[A]nd (a) God was the word" (George William Horner, The Coptic Version of the New Testament, 1911)&lt;br /&gt;"[A]nd the Word was of divine nature" (Ernest Findlay Scott, The Literature of the New Testament, New York, Columbia University Press, 1932)&lt;br /&gt;[T]he Word was a God" (James L. Tomanec, The New Testament of our Lord and Savior Jesus Anointed, 1958)&lt;br /&gt;"The Word had the same nature as God" (Philip Harner, JBL, Vol. 92, 1974)&lt;br /&gt;"And a god (or, of a divine kind) was the Word" (Siegfried Schulz, Das Evangelium nach Johannes, 1975)&lt;br /&gt;"and godlike sort was the Logos" (Johannes Schneider, Das Evangelium nach Johannes, 1978)&lt;br /&gt;"the Word was a divine Being" (Scholar’s Version-The Five Gospels, 1993)&lt;br /&gt;"The Divine word and wisdom was there with God, and it was what God was" (J. Madsen, New Testament A Rendering , 1994)&lt;br /&gt;"a God/god was the Logos/logos" (Jurgen Becker, Das Evangelium nach Johannes, 1979)&lt;br /&gt;"The Word/word was itself a divine Being/being." (Curt Stage, The New Testament, 1907)&lt;br /&gt;"the Word was of divine kind" (Lyder Brun (Norw. professor of NT theology), 1945)&lt;br /&gt;"was of divine Kind/kind" (Fredrich Pfaefflin, The New Testament, 1949)&lt;br /&gt;"godlike Being/being had the Word/word" (Albrecht, 1957)&lt;br /&gt;"the word of the world was a divine being" (Smit, 1960)&lt;br /&gt;"God(=godlike Being/being) was the Word/word" (Menge, 1961)&lt;br /&gt;"divine (of the category divinity)was the Logos" (Haenchen (tr. By R. Funk), 1984)&lt;br /&gt;"And the Word was divine." (William Temple, Archbishop of York, Readings in St. John’s Gospel, London, Macmillan &amp;amp; Co.,1933)&lt;br /&gt;The Word of Speech was a God" (John Crellius, Latin form of German, The 2 Books of John Crellius Fancus, Touching One God the Father, 1631)&lt;br /&gt;"the word was with Allah[God] and the word was a god" (Greek Orthodox /Arabic Calendar, incorporating portions of the 4 Gospels, Greek Orthodox Patriarchy or Beirut, May, 1983)&lt;br /&gt;"And the Word was Divine" (Ervin Edward Stringfellow (Prof. of NT Language and Literature/Drake University, 1943)&lt;br /&gt;"and the Logos was divine (a divine being)" (Robert Harvey, D.D., Professor of New Testament Language and Literature, Westminster College, Cambridge, in The Historic Jesus in the New Testament, London, Student Movement Christian Press1931)&lt;br /&gt;‘the word was a divine being.’ (Jesuit John L. McKenzie, 1965, wrote in his Dictionary of the Bible: "Jn 1:1 should rigorously be translated . . . ‘the word was a divine being.’)&lt;br /&gt;"In a beginning was the Word, and the Word was with the God, and a god was the Word." (Interlineary Word for Word English Translation-Emphatic Diaglott)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: Frase "Firman itu adalah Allah" di Yohanes 1:1c tidak bermakna bahwa Yesus itu adalah AllahSejati. Yohanes 1:1 tidaklah tepat untuk dijadikan dasar ayat guna membuktikan seolah-olah Yesus itu adalah AllahSejati (The true God) seperti klaim kaum Trinitarian. Yohanes 1:1 samasekali tidak menerangkan bahwa Yesus itu adalah Allah sejati/The true God. "Firman itu adalah Allah" (kai theos en ho logos) hanya akan tepat dipahami sebagai "sang firman itu adalah suatu allah/mahluk yang bersifat ilahi".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Filipi 2:6&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Yesus, oleh Paulus, disebut "dalam rupa Allah". Bukankah itu artinya Yesus adalah AllahSejati? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Terjemahan LAI untuk Filipi 2:6 adalah "(Yesus) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan". Penulis kitab Filipi adalah Paulus. Apakah benar Paulus menganggap Yesus setara dengan Bapa/Yahweh? Paulus tegas mengatakan bahwa "hanya ada satu Allah yaitu Bapa"(1korintus 8:6), dan kata Paulus, Bapa itu adalah Allah dari Yesus Kristus (Allah-nya Yesus). Hal itu tertulis di surat Paulus kepada jemaat Efesus: "..the God and father of our lord Jesus Christ [Sang Allah dan Bapa-nya tuan kita Yesus kristus]" (Efesus 1:3, bdkn Efesus 1:17).&lt;br /&gt;Membandingkan dengan terjemahan bahasa Inggris akan tampak jelas bahwa Filipi 2:6 terjemahan LAI ternyata kurang tepat. Dalam Revised Stamdard Version dikatakan: "..thought it not robbery to be equal with God". Jadi terjemahan bahasa Indonesia oleh LAI sangat tidak tepat, karena sebenarnya samasekali tidak ada kata dipertahankan, melainkan yang ada kata perampasan (robbery). Maka terjemahan yang benar seharusnya: "..(Yesus) yang dalam bentuk ilahi, tidak memikirkan perampasan untuk menjadi setara dengan Allah". Kalau dibaca keseluruhan Filipi 2:5-11 mengungkapkan ketaatan dan kerendahan hati Yesus kepada Allah.&lt;br /&gt;Paulus tidak menyebut Yesus sebagai Allah! Hal itu juga ditegaskan oleh Pembina Penerjemahan Alkitab dari Lembaga Alkitab Indonesia, Hortensius F. Mandaru, SSL, mengatakan: "Paulus tidak pernah menyebut Yesus kristus sebagai Allah!" (Crescendo 323, 2007, hlm. 49).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yohanes 10:30&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Di ayat ini Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu". Satu artinya satu hakikat, berarti Yesus itu ya AllahSejati karena satu hakikat dengan Bapa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Apakah ayat itu semata-mata harus mutlak ditafsirkan bahwa Yesus dan Bapa [Allah] adalah satu hakikat? Tidak demikian. Memahami kata 'satu' di Yoh 10:30 tentu tidak bisa lepas dari konteks Yoh 10:25 [ayat sebelum Yoh 10:30] yang berbicara soal Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam nama Bapa/Allah. Kata 'satu' tersebut sama halnya ketika Yesus memohon pada Bapa dalam Yoh 17:11, 21-23: "…Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita". Ayat 21: "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, ..". Ayat 22-23: "…supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu: Aku di dalam mereka, dan Engkau di dalam aku, supaya mereka sempurna menjadi satu …".&lt;br /&gt;Dapat dipahami dengan tepat, makna kata 'satu' sesuai konteksnya adalah : Satu pekerjaan [baca Yoh 10:25 Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam nama Bapa], satu visi, satu spirit, satu hati satu pikir. Bukan satu hakikat! Karena kalau diartikan sebagai satu hakikat, apakah ini berarti orang-orang percaya yang hidup "di dalam Yesus dan di dalam Bapa" mereka menjadi satu hakikat pula dengan Allah atau mereka menjadi Allah semua?! Tentu tidak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matius 28:19&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; "Baptislah dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus". Bukankah ayat ini mengajarkan adanya tiga pribadi Allah (Trinitas)? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Memang ayat itu menyebutkan Bapa, Anak dan Roh Kudus, tapi samasekali tidak mengatakan 'Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus'. Jadi jelas sekali, tanpa ditambahi embel-embel kata 'Allah', ayat itu tidak menerangkan tentang adanya tiga pribadi Allah / Trinitas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ulangan 6:4&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Di Ul 6:4 "TUHAN itu Allah (elohyim) kita, TUHAN itu Esa (echad)!" Kata "esa" (Ibrani: echad) itu artinya satu kesatuan atau himpunan dan bukan satu dalam pengertian matematis. Juga halnya dengan kata "elohyim"[allah] itu juga bisa berarti jamak, lebih dari satu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Echad bukan kesatuan [himpunan]. Echad adalah numerik, satu benar-benar satu. Echad muncul dalam penerjemahan sebagai satu numerik, hanya satu (only), sendiri (alone), tunggal (undivided), satu-satunya (one single) (Theological Dictionary of the Old Testament, Grand Rapids: Erdmans, 1974, Jilid 1:194). Sebagai bukti: kata 'echad' dipakai pula dalam Yosua 12:9-24 "Raja negeri Yerikho, satu[echad]; raja negeri Yerusalem, satu[echad]; raja negeri Hebron, satu[echad]; raja negeri Yarmut, satu[echad];… jadi jumlah semua raja itu tiga puluh satu orang". Di sini jelas kata 'echad' dipakai untuk merinci daftar raja yang dikalahkan Yosua, maka jelas di situ kata 'echad' memiliki arti 'satu' dalam numerik/matematis hingga bisa disebutkan jumlah keseluruhan raja-raja tersebut 'tigapuluh satu orang'. Memang kata 'echad' dapat dipakai untuk menunjukkan himpunan, misalnya: "satu suku" yang artinya terdiri dari beberapa manusia, tetapi [kita harus teliti dan cermat] di situ yang dimaksudkan 'satu' adalah "satu suku", bukan dua suku atau tiga suku. Sukunya sendiri cuma satu. Dalam "satu suku" tidak mungkin terdiri dari beberapa suku. Demikian halnya dalam kasus "satu allah" tidaklah terdiri dari beberapa allah. Dan bagi orang Yahudi yang mempunyai pola pikir kongkret, satu ya satu, tidak ada ide abstrak tiga tapi satu - satu tapi tiga seperti doktrin Trinitas.&lt;br /&gt;Soal kata "elohyim", secara umum akhiran -im merupakan bentuk plural. Apakah ini tidak menunjukkan bahwa Allah itu lebih dari satu? Secara umum benar bahwa akhiran -im biasanya mengindikasikan kemajemukan tetapi ada akhiran -im yang tidak mengacu pada kemajemukan melainkan keagungan (kebesaran), misalnya akhiran -im pada Panim (wajah), atau Shamayim (langit). Jadi bentuk -im yang mengacu pada keagungan (majestic pluralistic) adalah bentuk plural yang bermakna tunggal. Sebagai bukti pula, Musa di Keluaran 7:1 disebut sebagai elohyim (allah) dan tentu tidak berarti seorang Musa terdiri dari beberapa orang Musa, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1 Yohanes 5:7&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; 1 Yoh 5:7 jelas mengatakan ada kesaksian di sorga: "Bapa, Firman dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu". Bukankah ayat ini jelas sekali menyatakan adanya Allah Trinitas? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Memang seolah-olah ayat itu ingin menegaskan bahwa di sorga ada 3 pribadi ke-Allah-an alias Trinitas. Tetapi setelah diselidiki, ternyata ayat itu adalah ayat sisipan (tambahan) yang ditambahkan oleh oknum-oknum yang tampaknya berupaya mengajarkan doktrin Trinitas. Padahal sebenarnya pada naskah aslinya ayat tersebut tidak ada!&lt;br /&gt;Pakar Alkitab, Romo Tom Jacobs, Guru Besar Emeritus Tafsir Kitab Suci, Sanata Dharma - Yogya dan juga Hortensius F. Mandaru, SSL. dari Lembaga Alkitab Indonesia, keduanya [di Seminar Keilahian Yesus, 28 April 2007 di Semarang] sama-sama tegas menyatakan bahwa pada naskah asli Alkitab tidak ada ayat tersebut! Dan juga teolog terkenal Charles C. Ryrie dalam bukunya Teologi Dasar I halaman 70, menuliskan bahwa 1Yoh 5:7: jelas bukan bagian dari teks asli Kitab Suci. Teolog Dr. Herbert W. Amstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius [pelopor Arianisme], dan umat Allah. Dua teolog ternama lain, Edward Gibbon dan Richard Porson, dari penelitian mereka sama-sama sepakat bahwa ayat 1Yoh 5:7 baru pertama kali dimasukkan oleh Gereja ke dalam Alkitab tahun 400 Masehi (Secrets of Mount Sinai, James Bentley, hlm. 30-33). Karena kuatnya bukti-bukti 'pemalsuan' ayat ini, maka dalam edisi-edisi Alkitab baru bahasa Inggris seperti The Revised Standart Version, The New Revised Standard Version, The New American Standard Bible, The New English Bible, The Philips Modern English Bible, dan lain-lain, para sarjana Alkitab meniadakan ayat itu dalam terjemahan mereka. Hanya King James Version yang masih mencantumkan ayat 'palsu' tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kejadian 1:26&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Kej 1:26 "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita.." Bukankah ayat ini adalah bukti bahwa Allah / elohyim itu adalah jamak[kesatuan]? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Allah yang sejati [Yahweh / Bapa] memang tidak seorang diri ketika menciptakan langit dan bumi. Kita bisa bandingkan Amsal 8:27 dimana Hikmat (Hikmat: gelar untuk Yesus, 1Korintus 1:24) berkata: "Ketika Ia[Allah] mempersiapkan langit, aku ada di sana, ketika Ia menggaris kaki langit ….aku ada sertaNya sebagai anak kesayangan, serta setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya".&lt;br /&gt;Anak (pra eksistensi manusia Yesus) memang ikut aktif dalam peristiwa penciptaan, bahkan Allah mencipta segala sesuatu melalui perantaraan Anak, bandingkan dengan Yoh 1:3, Kolose 1:15-17, Ibrani 1:2. tetapi hal ini tidak berarti dengan sendirinya bahwa Anak adalah setara dengan Bapa. Bapa tetap lebih besar dari pada Yesus (Yoh 14:28).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibrani 1:2, Kolose 1:16, Yohanes 1:3&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian: &lt;/strong&gt;Ayat-ayat tersebut menyebut Yesus sebagai pencipta, bukankah artinya dia adalah AllahSejati? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;Yesus pencipta alam semesta, langit dan bumi serta manusia? Itu benar. Yesus memang adalah pencipta manusia, langit dan bumi, tapi tunggu dulu, jangan keburu menyimpulkan Yesus sebagai Allah sejati. Dalam Wahyu 3:14 Yesus yang bergelar Amin adalah awal dari ciptaan Allah, Kolose 1:15 Yesus disebut sebagai ciptaan yang sulung (=ciptaan awal). Nah, selanjutnya, Yesus sebagai ciptaan Allah yang awal, kemudian Ia memang terlibat proses penciptaan-penciptaan yang lainnya. Yesus sangat luar biasa! Dia adalah mahluk ilahi yang diberi kuasa oleh Allah untuk menciptakan manusia dan isi dunia, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci:&lt;br /&gt;"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia [Allah] telah berbicara kepada kita DENGAN PERANTARAAN anak-Nya [Yesus], yang telah Ia [Allah] tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia [oleh Yesus], Allah telah menjadikan alam semesta" (Ibrani 1:1-2)&lt;br /&gt;"Ia [Yesus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam dialah [Yesus] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan ada di bumi, yang kelihatan dan tidak kelihatan,… segala sesuatu diciptakan oleh dia [Yesus] dan untuk dia" (Kolose 1:15-17)&lt;br /&gt;"Segala sesuatu dijadikan oleh dia dan tanpa dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang dijadikan… Ia [Yesus] telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehnya, tetapi dunia tidak mengenalnya" (Yohanes 1:3, 10)&lt;br /&gt;Menarik sekali memang! menurut Alkitab Yesus ternyata adalah pencipta manusia dan semesta alam! Tetapi dalam ayat yang lain yang biasa disebut sebagai Sang Pencipta adalah Yahweh "Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? Yahweh ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung …Akulah Yahweh yang menciptakan semuanya ini. Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya" (Yesaya 40:28; 45:8,12). Jadi ada dua premis. Yahweh adalah Pencipta dan Yesus adalah Pencipta, maka tidak heran jika muncul kesimpulan bahwa Yesus itu Yahweh sendiri atau Allah yang sejati. Kesimpulan yang wajar saja menurut logika, sekalipun masih bisa dipertanyakan. Apakah jika dua Pribadi melakukan pekerjaan yang sama, maka keduanya pasti Pribadi yang sama atau kedudukan keduanya pasti setara dan sehakikat? Jawaban kami: belum tentu! Dalam hidup keseharian, khususnya di dunia hukum, ada yang namanya "bertindak untuk dan atas nama". Seorang advokat, misalnya, berwenang untuk melakukan tindakan atas nama orang lain asalkan diberi kuasa penuh oleh orang itu.&lt;br /&gt;Unsur "bertindak untuk dan atas nama" ini juga bisa kita lihat ada pada relasi antara Yahweh [Allah sejati] dan Yesus Kristus [utusan Allah] dalam kasus penciptaan. Mari kita perhatikan kata sambung 'oleh' (through) yang kelihatannya sepele, namun sebenarnya sangat penting sekali pada Kolose 1:16 : " .. segala sesuatu diciptakan oleh dia dan untuk dia [RSV: All things were created through him and for him]" .Melalui (Through) Yesus Kristus, segala sesuatu telah dijadikan.&lt;br /&gt;Kesaksian kitab suci tentang keberadaan Yesus sebagai 'pencipta manusia dan semesta alam' inilah yang telah membuat banyak orang 'tergiring' pada suatu kesimpulan bahwa dia adalah Allah yang sejati. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Memang Yesus adalah pencipta, tetapi dengan meneliti ayat-ayat Alkitab lebih seksama, kita akan mendapat pemahaman yang lebih jernih bahwa sebagai pencipta manusia dan semesta alam, Yesus ternyata tidak menciptakan segala sesuatunya itu dengan kuasanya sendiri, tetapi satu hal penting yang harus kita pahami adalah ternyata: KUASA KEMAMPUAN YESUS DALAM MENCIPTAKAN SEMESTA ALAM DAN MANUSIA SEBENARNYA ADALAH BUKAN BERASAL DARI DIRINYA SENDIRI, MELAINKAN YESUS BISA PUNYA KUASA UNTUK MENCIPTA KARENA IA TELAH DIBERI KUASA OLEH ALLAHNYA! Hal itu tertulis jelas dalam Matius 28:18 "…Kepadaku [kepada Yesus] telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi".&lt;br /&gt;Kisah 2:22 "Yesus dari Nasaret, seorang yang ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang DILAKUKAN OLEH ALLAH DENGAN PERANTARAAN DIA di tengah-tengah kamu" Luar biasa bukan? Jelas sekali Para Rasul pun sangat paham bahwa Yesus adalah MEDIATOR (PERANTARA) Allah dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Yesus sebagai Mediator/Perantara juga dijelaskan oleh ayat yang lain: "Karena Allah itu Esa dan Esa pula Dia yang menjadi PENGANTARA antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1Timotius 2:5). "…kita mempunyai seorang PENGANTARA pada Bapa, yaitu YESUS Kristus, yang adil" (1Yohanes 2:1b). "Tidak ada seorang pun yang datang pada Bapa, kalau tidak melalui aku"(Yoh 14:6).&lt;br /&gt;Yesus adalah saluran atau sarana/perantara penciptaan, tetapi bukan sumber kuasanya. Allah, Bapalah, asal-usul segala kuasa dan kehidupan yang diwujudkan oleh/melalui Kristus. "Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tu[h]an saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehnya [through =melaluinya] segala sesuatu telah dijadikan dan karena dia kita hidup" (1 Korintus 8:6). Allah sebagai Sumber Kehidupan telah memberikan kuasa kepada Yesus Kristus, sehingga Ia berkuasa pula memberikan hidup kepada ciptaannya. Yesus menciptakan bukan hanya bumi, tetapi juga mahluk-mahluk hidup, termasuk manusia. "Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam dirinya sendiri … Dalam dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia" (Yohanes 5:26; 1:3). Oleh karena itu, dalam salah satu perumpamaannya, Yesus menggambarkan hubungan antara Allah, dirinya, dan manusia seperti hubungan antara Pengusaha anggur, pokok anggur, dan ranting-ranting anggur itu: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah pengusahanya … Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"(Yohanes 15:1,5). Tanpa "Kuasa" dari Allah - menurut pengakuannya sendiri - Yesus jelas tidak sanggup melakukan apa-apa "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak (Yesus) TIDAK DAPAT MENGERJAKAN SESUATU DARI DIRINYA SENDIRI, jikalau ia tidak melihat Bapa (Allah) mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu pula yang dikerjakan Anak" (Yohanes 5:19).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Roma 9:5&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Roma 9:5 "Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaanNya sebagai manusia. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!" Bukankah di ayat ini Mesias yaitu Yesus adalah Allah yang harus dipuji selamanya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Ayat ini bermasalah. (Penjelasan berikut dikutip berdasar komentar Hortensius F. Mandaru, SSL dari LAI): Roma 9:5 merupakan salah satu ayat yang paling diperdebatkan dalam tafsir PerjanjianBaru. Terjemahan formal dari LAI berbunyi seperti tersebut di atas. Beberapa terjemahan modern juga bermakna seperti itu (meski memakai "koma", bukan "titik", misalnya: NRSV, NIV dan NJB). Menurut terjemahan-terjemahan ini, yang dimaksud dengan "Ia" dalam ayat ini adalah: Yesus. Terjemahan ini terasa paling wajar dari segi style bahasa Yunaninya dan cocok juga dengan style Paulus di tempat lain (Roma 1:25; Galatia 1:5; 2Korintus 11:31). Satu-satunya keberatan yang paling serius terhadap terjemahan ini adalah fakta bahwa Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah! Maka, aneh jika tiba-tiba di satu ayat ini dia membuat suatu kecualian dan dengan tegas menyebutkannya sebagai "Allah". Oleh karena itu, beberapa terjemahan lain berkeyakinan bahwa "Ia" disini adalah "Allah(Bapa)" bukan Yesus!.&lt;br /&gt;Persoalannya memang rumit, sebab naskah tertua Yunani tidak memiliki tanda baca, padahal penempatan tanda "titik" atau "koma" dalam teks ini amat krusial untuk tafsiran/terjemahan. Konteks ayat ini sedikit lebih mendukung terjemahan yang menafsirkan "Ia" sebagai Allah Bapa. Setelah rentetan berkat bagi umat Israel ditampilkan (yang berpuncak pada anugerah seorang Mesias!), terasa logis bila Allah (Israel) itu dipuji. Namun ini pun belum meyakinkan, sebab secara psikologis rasanya tidak pas Paulus memuji Allah di ayat ini, sebab dia sebenarnya tengah mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakpercayaan Israel. Memang dapat dikatakan bahwa dalam semua "berkat/pujian", Paulus umumnya memakai rumusan yang jelas mereservir "Allah" hanya untuk Bapa: "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus" (bnd. 2Korintus 1:3;11:31; Efesus 1:3). Akan tetapi, dalam rumusan-rumusan 'berkat/pujian' seperti ini, kata "Terpujilah" selalu ditempatkan pada awal kalimat, padahal dalam Roma 9:5 kata tersebut menjadi kata ke-6 dalam kalimat, jelas ini sebuah konstruksi yang 'aneh' secara gramatikal! Jadi, menyangkut teks ini pandangan para ahli masih amat berimbang! Secara gramatikal, tafsiran pertama di atas sedikit lebih kuat, sedangkan dari sudut teologi Paulus, pendapat kedua lebih kuat. Terjemahan dinamis dari LAI (BIMK, juga TEV, NEB, NAB, dll.) menganut penafsiran kedua: "Terpujilah Allah untuk selama-lamanya. Amin". Perlu diketahui bahwa komite tekstual United Bible Society lebih mendukung tafsiran yang kedua juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yohanes 20:28&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Thomas, murid Yesus, menyapa Yesus sebagai Tuhan dan Allah, dan Yesus membiarkannya, bukankah itu artinya bahwa memang dia adalah AllahSejati? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Perhatikan konteks ayat Yohanes 20:28 itu. Dalam keadaan tidak percaya pada kabar berita kebangkitan Yesus, tiba-tiba Thomas melihat di depan mata kepalanya sendiri bahwa Yesus benar-benar bangkit sehingga Thomas seketika terkejut dan berkata "Ya Tuhan dan Allahku!". Saat orang terkejut melihat Tsunami yang sangat dahsyat, orang itu berkata "Ya Tuhan dan Allahku!" bukan berarti gelombang Tsunami itu adalah Tuhan atau Allahnya, bukan? Ucapan "Ya Tuhan dan Allahku" itu adalah sebuah ekspresi keterkejutan.&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan Profesor Guru Besar Teologi, Thomas Mc Elwain, dapat dipahami dengan menyidik dari segi bahasa akan lebih jelas. Pada bahasa Yunani yang dipakai pada frase "Ya Tuhan dan Allahku" atau "My Lord and My God" di Yohanes 20:28 itu adalah "kurios" dan "theos". Teks Yunani pada frase "My Lord and My God" adalah frase yang menggunakan bentuk nominatif, baik pada kata Lord [kurios] maupun kata God [theos]. Karena kedua kata tersebut berasal dari deklensi kedua tunggal, maka dalam bahasa Yunani terdapat kasus vokatif yang bentuknya berbeda. (Vokatif [kata bentuk sapaan] dalam linguistik adalah bentuk kata yang menunjukkan seseorang/pihak yang diajak bicara). Bentuk vokatif dari "kurios" adalah "kurie" sedangkan bentuk vokatif dari "theos" adalah "thee". Jadi, apabila mengacu pada orang yang diajak bicara (dalam konteks ayat tersebut yaitu Yesus), maka kata-kata tersebut ("kurios" dan "theos") haruslah dalam bentuk vokatif yaitu: "Kurie" untuk kurios dan "thee" untuk theos. Tetapi apabila kata-kata itu mengacu pada orang / pihak yang bukan diajak bicara, maka bentuknya haruslah nominatif. Nah sekarang ternyata kata-kata itu berbentuk nominatif bukan vokatif! ini berarti bahwa kata-kata itu dimaksudkan bagi pihak lain, bukan pihak atau orang yang diajak bicara, yang dalam konteks ini adalah Yesus. Jadi, dengan tidak perlu ragu lagi, kita, paling tidak bisa mengetahui dengan pasti bahwa Yesus bukanlah "Lord" dan "God" yang dimaksud oleh Thomas dalam keterkejutannya itu. Thomas bukan menyapa Yesus. Jika pada saat terkejut, di depan orang yang anda serukan kepadanya "ya Tuhan dan Allahku!" begitu saja orang di depan anda itu menjadi Allah, saya kawatir akan ada ribuan orang yang mengklaim dirinya sebagai Allah setiap harinya, bukan?&lt;br /&gt;Seruan keterkejutan Thomas "Ya Tuhan dan Allahku!" hal itu mengungkapkan keyakinan baru Thomas mengenai kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus itulah yang awalnya dia ragukan kebenarannya. Bagi Thomas tidak pernah ada pertanyaan apakah Yesus itu Allah sejati atau bukan. Yang ada hanyalah pertanyaan apakah Yesus itu bangkit atau tidak. Kebangkitan inilah yang diragukan oleh Thomas. Kebangkitan inilah yang Thomas akhirnya benar-benar lihat dengan mata kepalanya sendiri dan rasakan dengan jari-jari tangannya sendiri. Yesus tidak pernah mendapat pengakuan Thomas terhadapnya sebagai Allah karena memang Thomas tidak pernah mengakui Yesus sebagai Allahnya, dia hanya mengakui bahwa Yesus yang telah mati disalib itu benar-benar bangkit hidup kembali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yesaya 63:8-9&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; ",, maka Ia (TUHAN ALLAH) menjadi juruselamat mereka dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia (Allah) sendirilah yang menyelamatkan mereka, Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya". Bukankah ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa yang menjelma menjadi manusia Yesus adalah Allah sendiri dan bukan duta atau utusan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab&lt;/strong&gt;: Terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia [terbitan di atas tahun 1980-sekarang] terhadap ayat tersebut tidak tepat! Dalam versi bahasa Inggris Holy Bible King James Version tertulis: "So He [The God] became their Savior in all their affliction He was afflicted. And the Angel of His Presence saved them, in His love and His pity He redeemed them". (Maka Ia[Allah] menjadi juru selamat mereka dalam kesesakkan mereka. Dan MALAIKAT YANG DI HADIRAT-NYA menyelamatkan mereka, dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya Dia menebus mereka".&lt;br /&gt;Frase "Malaikat di hadirat-Nya" ternyata [mungkin oleh oknum-oknum dalam upaya mengajarkan Trinitas] telah diubah menjadi "bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia (Allah) sendiri". Pada Alkitab LAI terbitan 1958-70 tertulis: "…Malak alhadiratnya (malaikat di hadirat Allah) memeliharakan mereka…". Perbedaan terjemahan tersebut jelas sangat fatal dan memiliki arti yang bertolak belakang, terjemahan LAI yang lama mengatakan bahwa yang memelihara adalah "Malak (Malaikat, Angel, utusan)" sementara terjemahan yang baru mengatakan "bukan utusan" ini jelas sangat bertentangan! Jadi jelas ayat aslinya tidak mengindikasikan bahwa Allah sendirilah yang menjelma menjadi Yesus seperti klaim Trinitarian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibrani 1:8&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Ayat ini mengacu pada Yesus, dan Bapa sendiri menyebut Anak sebagai Allah ("…Tahtamu ya Allah .."), itu berarti Anak/Yesus itu Allah sejati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Ayat ini jelas kutipan dari Perjanjian Lama - Mazmur 45:7-8 yang berbicara tentang pernikahan raja, maka tentu saja ayat ini harus dimengerti dalam arti PerjanjianLama yaitu dimana raja disebut sebagai "allah". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yesaya 9:5&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita …dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa [ElGibor], Bapa yang Kekal, Raja Damai.." Bukankah ayat ini jelas menunjuk pada Yesus, berarti Yesus adalah Allah yang Perkasa? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Sekalipun umumnya orang yang menafsirkan ayat ini sebagai ramalan tentang Yesus, namun sebenarnya ayat itu tidak hanya berbicara mengenai Yesus, tetapi juga mengenai anak raja Ahaz. Anak Ahaz bisa disebutkan orang sebagai "Allah yang Perkasa, Raja Damai" karena di dalam anak itu Allah (Yahweh) menyatakan kejadiran dan pertolongan-Nya. Maka kalau pun ayat ini ditafsirkan mengacu pada Yesus, ya tidak masalah juga. Yesus - sama seperti anak Ahaz - mau disebutkan orang sebagai Allah yang Perkasa? tidak masalah, karena di dalam Yesus, Allah juga menyatakan kehadiran dan pertolongan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kolose 1:19&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; "Seluruh kepenuhan Allah ada di dalam Yesus", Bukankah itu artinya dia adalah benar-benar Allah sepenuhnya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Surat Kolose adalah tulisan 'bahasa' Paulus. Jika Paulus menuliskan frase "Seluruh kepenuhan Allah diam di dalam Yesus" itu tidak sertamerta berarti Yesus adalah AllahSejati. Buktinya di Surat Efesus 3:19b, Paulus juga menulis bahwa orang-orang percaya juga bisa "dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melihat Yesus = Melihat Allah&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Yesus sering berbicara tentang dirinya sebagai satu dengan Allah Bapa dalam esensi atau zat dan sifat. Yesus dengan yakin mengatakan "jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku" (Yohanes 8:19). "Dan barangsiapa yang melihat Aku, ia melihat Dia [Bapa] yang telah mengutus Aku (Yohanes 12:45). "Barang siapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku" (Yoh 15:23). "Supaya semua orang menghormati Anak [Yesus] sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia" (Yoh 5:23). Ayat-ayat tersebut jelas sekali dengan pasti mengindikasikan bahwa Yesus adalah sama, setara dengan Allah Bapa. Buktinya: kenal Yesus dikatakan = kenal Bapa, melihat Yesus = melihat Bapa, membenci Yesus = membenci Bapa, tidak hormat pada Yesus = tidak hormat pada Bapa. Berarti jelas seperti yang tertulis di Yoh 1:30 tadi "Yesus dan Bapa adalah satu". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Yesus tidak pernah dalam ayat-ayat tersebut mengklaim dirinya satu, sama dan setara dengan Bapa dalam esensi zat dan sifat. Yesus justru mengaku sebagai utusan Bapa dan hamba Allah, dan dia bilang "seorang hamba atau utusan tidaklah sama dengan tuannya yang mengutus"(Yoh 13:16), karena "Bapa [yang mengutus] lebih besar daripada Yesus, yang diutus oleh Bapa" (Yoh 14:28). Sebagai utusan yang sah, Yesus datang dalam nama Allahnya (Yoh 5:43a) dan mempunyai misi memperkenalkan Bapa/Allahnya, maka - sebagai jalan menuju Allah - bila sekiranya ada orang yang mau mengenal dan mendengarkan Yesus, mereka pasti kemudian akan bisa mengenal Bapa. Orang yang melihat kuasa-kuasa yang dilakukan Yesus itu artinya melihat kuasa-kuasa Bapa yang telah dinyatakan melalui Yesus (Matius 28:18, Kisah 2:22). Barangsiapa membenci Yesus, padahal Yesus adalah utusan sah dari Allah Bapa, maka artinya orang tersebut juga membenci dan menghina Bapa yang mengutus Yesus. Yesus sama sekali tidak mengaku setara atau satu zat dengan Bapa, dia mengaku bahwa dia adalah wakil / utusan dari Bapa. Dan karena sebagai utusan yang sah dan telah diberi kuasa, maka dari itu Yesus berhak atas loyalitas dan kepatuhan yang mutlak, seolah-olah dia adalah Allah itu sendiri. Namun dia tidak mengakui dirinya sebagai Allah sejati, tetapi sebagai hamba dan utusan Allah. Alkitab tegas bersaksi Yesus adalah hamba Allah yang dimuliakan dan diurapi oleh Allah sendiri (Matius 12:18, Kisah 3:13,26, 4:27, 30).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yesus Disembah&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Dalam beberapa ayat Alkitab tercatat bahwa Yesus disembah (Matius 2:2, 8:2, 9:18, 14:33, 15:25 dll.), bukankah hanya Allah saja yang boleh disembah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;Yesus "disembah"? memang benar itu! tapi disembah dalam makna apa? apakah Yesus disembah seperti orang menyembah Allah yang sejati? Dalam bahasa Yunani, kata menyembah yang sering dipakai itu adalah "proskuneo", nah, kata "proskuneo" ini mengandung arti menyembah bisa dalam makna "MENGHORMAT". "Proskuneo" biasa digunakan untuk "menghormat/menyembah" Allah sejati dan juga orang-orang yang berkedudukan tinggi. Sedangkan untuk untuk penyembahan yang hanya kepada Allah sejati, kata yang digunakan adalah "latruo". Jadi jelas Yesus sebagai orang yang berkedudukan tinggi dan wakil Allah yang diurapi oleh Allah sendiri maka Yesus boleh mendapat "proskuneo" dari banyak orang. Karena Yesus sudah dipilih khusus dan diurapi oleh Allah sendiri, Yesus sudah menjadi pemimpin yang diberi kuasa di sorga dan bumi (Matius 28:18) maka, seperti tertulis di Ibrani 1:6 malaikat-malaikat di sorga juga tentu harus "proskuneo"(hormat) pada Yesus. Maka hal "penyembahan" yang berarti "menghormat" (proskuneo) itu tidaklah membuktikan bahwa Yesus adalah Allah sejati. Masalah tersebut hanyalah kesalahpahaman penafsiran pada makna "menyembah" itu saja, dan sebagai catatan: LAI dalam menerjemahkan "proskuneo" dan "latruo" sama-sama menerjemahkan dengan kata "menyembah".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yesus Maha Tahu &amp;amp; Berkuasa Membuat Mujizat&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Kitab suci menunjukkan bahwa Yesus mempunyai sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Di Matius 9:4, Matius 12:25, Yoh 2:24-25, Yoh 6:64 Di ayat-ayat itu jelas terbukti Yesus bisa mengetahui pikiran dan hati orang. Kalau dia bukan Allah sejati tentu Yesus tidak bisa Mahatahu seperti itu, bukan? Yesus juga Mahakuasa, buktinya dia dapat membangkitkan orang mati dan melakukan banyak mujuzat-mujizat yang luarbiasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Tidaklah tepat kalau dikatakan Yesus itu Mahatahu. Yesus memang tahu banyak hal di sorga dan bumi [karena dia sudah diberi kuasa sorga dan bumi] tetapi dia jelas tidak Mahatahu, buktinya tentang hari kedatangannya yang kedua kali dia mengaku tidak tahu, hanya Bapa yang tahu (Matius 24:36, Markus 13:32). Kemudian kalau Yesus bisa tahu pikiran dan hati orang dan hal itu sertamerta dijadikan bukti bahwa dia Allah sejati, lantas bagaimana dengan Petrus di Kisah Rasul 5 dia juga bisa mengetahui hati dan pikiran Ananias dan Safira, apakah itu artinya Petrus juga adalah Allah sejati karena dia tahu hati dan pikiran orang? tentu tidak, bukan? Kemudian soal mujizat, itu adalah karena telah diberi kuasa oleh Allah, Petrus juga bisa menghidupkan orang mati (Kisah 9:40) dan membuat mujizat. Demikian juga Elisa, mayat-mayat yang kena tulang-tulangnya bisa hidup kembali (2Raja 13:20-21). Kuasa dan mujizat sumber-asalnya dari Allah (Mazmur 62:12).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengampuni Dosa&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Di Matius 9:2-7Yesus bisa berkuasa mengampuni dosa, bukankah yang berkuasa mengampuni dosa hanya Allah sendiri? Dan Yesus juga menghakimi pada akhir zaman (Matius 25:31-32, Yoh 5:22,27) bukankah Hakim yang sejati adalah Allah sendiri? Jika Yesus = Hakim, itu artinya Yesus = Allah sendiri! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Ya, di Matius 9:6 Yesus mengaku bahwa dia berkuasa mengampuni dosa. Yesus juga mengaku sebagai Hakim akhir zaman, itu benar. Mengapa Yesus bisa berkuasa mencipta? mengapa Yesus bisa berkuasa buat berbagai mujizat? Mengapa Yesus bisa bekuasa mengampuni dosa? mengapa Yesus bisa berkuasa menjadi Hakim? mengapa Yesus bisa berkuasa mengusir setan, mengapa Yesus berkuasa, berkuasa dan sangat berkuasa di sorga dan bumi? Apakah semua hal itu dikarenakan dia adalah Allah yang sejati? Tidak!! Yesus bisa hebat dan sangat berkuasa, baik di sorga maupun di bumi, semua itu adalah bukan karena dia AllahSejati. Semua kuasa milik Yesus adalah bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan karena "Kepada Yesus telah DIBERIKAN SEGALA KUASA DI SORGA DAN BUMI" oleh Bapa/Allahnya (Matius 29:18). Maka jangan heran jika Yesus dapat berkuasa melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, semua itu karena "Dia telah diberi kuasa!". Semua mujizat dan hal ajaib yang dilakukan Yesus adalah bukan berasal dari kuasanya sendiri, melainkan Allah-lah yang melakukannya dengan memakai Yesus sebagai mediator. Hal itu jelas seperti tertulis di Kisah 2:22 "…Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan KEKUATAN-KEKUATAN DAN MUJIZAT-MUJIZAT DAN TANDA-TANDA YANG DILAKUKAN OLEH ALLAH DENGAN PERANTARAAN DIA di tengah-tengah kamu..". Yesus adalah mediator/pengantara dan Allah-lah sumber kuasanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gelar Alfa Omega&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian: &lt;/strong&gt;Di kitab Wahyu 22:13, Yesus disebut sebagai Alfa dan Omega, bukankah "Alfa dan Omega" adalah nama atau gelar milik Allah (Yahweh) sendiri? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;Memang nama (gelar) "Alfa dan Omega" itu sebutan untuk Yahweh (AllahSejati). Nah, pertanyaannya: kalau Yesus bukanlah Yahweh itu sendiri, mengapa nama Alfa Omega bisa pula disebutkan pada Yesus? Jawabannya adalah jelas dan terang benderang seperti tertulis di Injil Yohanes 17:11,12 dalam perkataan (doa)nya Yesus sendiri berkata "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA-KU, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita adalah satu. Selama aku bersama mereka, aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu NAMA-MU YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADAKU;.." Di ayat itu dalam perkataan doanya kepada Allahnya Yesus sangat terang menjelaskan bahwa nama [gelar/sebutan] yang sebenarnya adalah milik Yahwe itu, seperti Alfa dan Omega, gelar itu memang telah diberikan atau dikenakan juga kepada Yesus yang mempunyai misi sebagai utusan Yahweh. Jadi jikaYesus disebut dengan nama Alfa dan Omega itu artinya adalah: Nama gelar milik Allah diberikan pada Yesus. Dan dalam Wahyu 3:12 juga membuktikan bahwa nama milik Yahwe bukan cuma diberikan pada Yesus saja tapi kata Yesus "Barangsiapa menang,…padanya akan kutuliskan[diberi] Nama Allah-ku [nama Yahwe],..". Jelas umat-umat Allah yang benar kelak akan mendapatkan nama / gelar milik Yahwe juga, sama seperti Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anak Allah = Allah Anak&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; : Alkitab tegas mengatakan Yesus adalah Anak Allah atau Allah Anak, jelas dia adalah Allah. Memang di Alkitab orang-orang murid Yesus juga bisa disebut Anak-anak Allah, tapi Yesus disebut secara khusus sebagai "Anak Tunggal Allah" atau "Allah Anak" artinya dia betul-betul Allah sejati, Allah Anak, The True God. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Istilah "Allah Anak" itu hanya ada di doktrin Trinitas. Di Alkitab jelas dari kitab Kejadian sampai Wahyu tidak ada istilah "Allah Anak", yang ada istilah "Anak Allah". Jadi kalau kaum Trinitarian bilang bahwa ada "Allah Anak", nah, itu jelas tidak Alkitabiah karena memang istilah itu jelas tidak ada di Alkitab! Jangan asal menyamakan antara istilah "Anak Allah" dengan "Allah Anak" itu jelas dua istilah yang sangat beda, seperti halnya "Anak Dokter" dengan "Dokter Anak" bukankah jelas sangat beda maknanya?! Tapi tentang istilah "Anak Allah" dan "Anak Tunggal Allah" itu memang ada banyak di Alkitab. Dan ingat dalam bahasa asli Alkitab tidak ada perbedaan huruf besar kecil, jadi sebenarnya istilah "Anak Allah" atau "anak Allah" atau "anak allah" jelas sama maknanya, dan semua orang bisa saja diberi kuasa menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12, Galatia 3:26, 1Yoh 3:1, dllnya). Dan lebih anehnya jika kaum Trinitas bisa-bisanya bilang "Anak Allah" artinya = Allah, berarti kalau Yesus sebagai Anak Allah=Allah sejati, maka saudara-saudaranya Yesus (Roma 8:29), umat-umat Allah, orang-orang pembawa damai, rasul-rasul, murid-murid Yesus - yang mana mereka semua disebut sebagai "Anak-anak Allah" juga (Roma 8:14-16) - apakah mereka = Allah-Allah sejati semua??? wah jadi banyak sekali Allah-Allahnya ya!? jadi Allah Sejati bukan lagi tiga Pribadi atau Trinitas, tapi Allah sejati ada jutaan pribadi bahkan mungkin miliyaran pribadi! ??? Itulah sebabnya musti hati-hati dengan istilah "Anak Allah" Jangan asal disamakan dengan Allah sejati, apalagi Allah Anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebangkitan Yesus&lt;br /&gt;Klaim Trinitarian:&lt;/strong&gt; Yesus mati tetapi bisa hidup kembali bangkit sendiri, itu adalah bukti bahwa dia adalah AllahSejati. Yesus bangkit dengan kekuatan kuasanya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Beberapa Pendeta/teolog Trinitarian mengklaim bahwa salah satu bukti Yesus sebagai Allah sejati adalah Yesus telah bangkit dari kematian dengan kuasanya sendiri. Benarkah hal itu? Bagaimana dengan kesaksian kitab suci tentang hal tersebut? Mari kita selidiki:&lt;br /&gt;Matius 16:21 " ..Yesus mulai menyatakan pada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."&lt;br /&gt;Lukas 9:22 kata Yesus sendiri: " Anak Manusia …. dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."&lt;br /&gt;Kisah 2:24 "tetapi Allah membangkitkan dia [Yesus] dengan melepaskan dia dari sengsara maut, .."&lt;br /&gt;Kisah 2:32 "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi"&lt;br /&gt;Kisah 3:15 "Demikianlah Ia [Yesus], pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan dia dari antara orang mati, dan tentang hal itu kami adalah saksi"&lt;br /&gt;Kisah 4:10 "…Yesus Kristus, orang Nazaret, yang kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati…"&lt;br /&gt;Kisah 5:30 "Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh."&lt;br /&gt;Kisah 10:40 "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, …"&lt;br /&gt;Kisah 13:30 "Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati."&lt;br /&gt;Kisah 13:34 "Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan."&lt;br /&gt;Kisah 13:37 "Tetapi Yesus dibangkitkan Allah, .."&lt;br /&gt;Roma 6:4 "Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, .."&lt;br /&gt;Roma 7:4b "..Dia yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, .."&lt;br /&gt;Roma 8:11 "Dan jika Roh Dia [kuasa Allah], yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia[Allah], yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh[kuasa]-Nya, yang diam di dalam kamu."&lt;br /&gt;Roma 10:9b "… bahwa Allah telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati, .."&lt;br /&gt;1Korintus 15:4 "Bahwa Ia telah dikuburkan, bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari ketiga, sesuai kitab suci, "&lt;br /&gt;1Korintus 15:12 "Jadi bilamana kami beritakan bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, .."&lt;br /&gt;1Korintus 15:20 "tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang yang telah meninggal."&lt;br /&gt;2Korintus 4:14 "Karena kami tahu, bahwa Ia[Allah], yang telah membangkitkan Tuan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus."&lt;br /&gt;Galatia 1:1b "…Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati"&lt;br /&gt;Efesus 1:19-20 "dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan dia dari antara orang mati dan mendudukkan dia di sebelah kanan-Nya di Sorga"&lt;br /&gt;Kolose 2:12 "..kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati"&lt;br /&gt;1Tesalonika 1:10 ".. Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus,.."&lt;br /&gt;1Petrus1:21 "..Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.."&lt;br /&gt;1Petrus3:18 "Sebab juga Kristus telah mati .., tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh[kuasa]."&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut di atas sangat akurat dan jelas mencatat bahwa Yesus jelas tidak bangkit oleh kuasanya sendiri, melainkan ia bisa hidup kembali dari kematian karena Ia DIBANGKITKAN oleh Allahnya. Tidak ada satupun ayat Alkitab yang tegas mengatakan dengan jelas bahwa Yesus bangkit atas kuasanya sendiri seperti sering diklaim oleh golongan Trinitarian. Yang Alkitabiah adalah:Yesus DIBANGKITKAN oleh Allah. Allah-lah yang MEMBANGKITKAN Yesus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;NB: Penjabaran di atas hanya jawaban-jawaban singkat. Untuk kajian yang lebih lengkap dan tak terbantahkan, silakan simak buku: MENJAWAB DOKTRIN TRITUNGGAL, 2007, 2008&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-9102308038635613506?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/9102308038635613506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=9102308038635613506' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/9102308038635613506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/9102308038635613506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2007/05/menjawab-doktrin-trinitas.html' title='Menjawab Doktrin Trinitas'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2841025446355948121.post-2058479209466828816</id><published>2007-05-08T23:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T01:37:28.078-07:00</updated><title type='text'>Kristen Tauhid</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/SemREEbtRnI/AAAAAAAAABs/jqFV9ZYpKl0/s1600-h/FD1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/SemREEbtRnI/AAAAAAAAABs/jqFV9ZYpKl0/s400/FD1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325947533437781618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;"&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Saya beragama Tauhid&lt;/span&gt;" (Frans Donald)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;(Makalah Bedah Buku bersama Gus Mus di IAIN Walisongo Semarang, 25 April 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Assalamu'alaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.&lt;br /&gt;Alhamdullilah, haleluyah, puji Tuhan. Pada kesempatan ini kita bisa bersama-sama berbagi hati dan pikiran, dalam acara bedah buku dan seminar yang telah diprakarsai, dirintis, 'diperjuangkan' dan diadakan oleh sobat-sobat "para pendekar" dari IAIN Walisongo, Semarang. Ucapan Syukur dan terimakasih sangat layak kita sampaikan pada Allah yang Mahabesar atas terselenggaranya acara ini.&lt;br /&gt;Sebagai Pengantar sebelum "pembedahan buku" yang telah saya tulis, seperti yang telah saya coba tuangkan sebagian pikiran-pikiran saya dalam buku ALLAH DALAM ALKITAB DAN AL QUR'AN, yang masih jauh dari sempurna itu, untuk mengkaji persahabatan Islam-Kristen secara teologis. Maka pada kesempatan ini, di depan para pemikir dan akademisi serta orang-orang yang meminati wacana ini, sebelum 'membedah' buku saya, saya ingin mencoba berbagi pikiran lebih jauh atau lebih blak-blakan lagi tentang pemahaman-pemahaman saya (sebagai seorang Kristen Monotheis/Tauhid) terhadap Al Qur'an dan 'Islam'.&lt;br /&gt;Hasrat penulisan buku ALLAH DALAM ALKITAB DAN AL QUR'AN adalah ingin menginspirasi semangat 'perdamaian bangsa' melalui perdamaian agama yang bukan cuma berbicara berdasar wacana-wacana sosial [soal gotongroyong/penanggulangan bencana bersama, dll.] seperti yang mungkin sudah sering dilakukan pada dialog/kegiatan lintas agama pada umumnya, dimana tidaklah menyentuh langsung hal-hal yang bersifat teologis [karena sering dipandang bahwa dari sisi teologi Islam sangat berbeda dengan Kristen]. Tetapi, pada kajian ini, justru ingin mengajak saudara-saudari Islam-Kristen untuk sekiranya bisa betul-betul bergandengan tangan, betul-betul bersahabat "romantis dan intim" dengan didasari oleh pemahaman teologi yang selaras dalam hal hakikat. Terutama menjawab pertanyaan-pertanyaan Islam dan Kristen yang sangat mendasar: "Sama Atau Bedakah Allah dalam Alkitab dan Al Qur'an?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu musti dikaji secara seksama berdasar kedua kitab suci tersebut, Alkitab dan Al Qur'an.&lt;br /&gt;Alkitab berisi injil [Yunani: euagelion] yang artinya kabar baik atau kabar gembira dari Allah, yang ditulis melalui kesaksian-kesaksian para rasul dan murid-murid Yesus. Dan Al Qur'an, The Holly Koran [sebuah kitab bacaan yang baik dan benar], ternyata juga berisi "Kabar Gembira" [Good News] dari Allah yang disampaikan melalui Rohul Kudus, sebagaimana tertulis:&lt;br /&gt;… Kami turunkan kepadamu Kitab yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, petunjuk, rahmat dan Kabar Gembira bagi orang-orang yang berserah diri (An Nahl QS 16:89)&lt;br /&gt;Katakanlah, “Yang menurunkannya adalah Ruhulqudus dari Tuhanmu dengan benar supaya meneguhkan hati orang-orang yang beriman dan sebagai petunjuk serta Kabar Gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (An Nahl QS 16:102)&lt;br /&gt;… Inilah ayat-ayat Al Qur’an dan kitab yang menerangkan, petunjuk dan Kabar Gembira bagi orang-orang yang beriman (An Naml QS 27:1,2)&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya [menurut saya] sudah sangat jelas sekali – tidak perlu musti dijelaskan dulu dengan ilmu tafsir teologi atau filsafat yang muluk-muluk ataupun teori yang muter-muter -, bahwa keduanya, Injil dan Al Qur’an adalah Kabar Gembira dari Allah melalui malaikat-Nya [Rohul Kudus] kepada para nabi dan rosul untuk disampaikan kepada semua umat manusia, kepada segala suku bangsa dan segala bahasa. Sebuah pemahaman yang sederhana, sangat berdasar, singkat, padat dan jelas! Dan kita patut meyakini pula, jika Allah bersaksi untuk senantiasa memelihara dan menjaga ayat-ayatnya (Al Hijr Qs 15:9) "Langit dan bumi akan berlalu tetapi Firman Allah akan tetap terpelihara" (Matius 24:35), maka dari itu Taurat-Zabur-Injil dan Al Qur'an tentu benar-benar akan terus terpelihara pula sepanjang zaman!&lt;br /&gt;Sebagai seorang Kristen (dalam arti pengikut ajaran Isa/Yesus), saya meyakini bahwa ajaran yang disampaikan oleh Yesus adalah ditujukan untuk seluruh umat manusia, bukan untuk golongan bangsa atau ras tertentu saja. Hal ini dituliskan dalam Alkitab (1Yohanes2:2; Kolose 3:11). Yesus Kristus (Isa Almasih) adalah untuk seluruh mahluk hidup di seluruh dunia. Nah! demikian juga saya sebagai seorang Kristen (pengikut Yesus) juga meyakini bahwa Al Qur'an sebagai kitab suci dan Islam sebagai agama (dien), 'tercipta' bukan hanya untuk golongan tertentu saja, tetapi untuk seluruh dunia yang ingin selamat (Ali Imran 19: "Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam"; 85: "Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima").&lt;br /&gt;Tulisan ini akan mencoba memaparkan pemikiran-pemikiran saya. Namun, semua pikiran-pikiran tentu sah untuk dikaji dan diuji, boleh diragukan, dipercayai atau disangsikan, bahkan kalaupun ada yang menganggapnya sebagai "sesat", itu wajar-wajar saja. Setiap orang bebas untuk berpikir.&lt;br /&gt;Nah, jika saya telah memahami hakikat Al Qur'an dan Injil adalah sebagai kitab "Kabar Gembira" yang disampaikan oleh Rohul Kudus. Kini sejauh mana Kabar Gembira itu dapat menjadi bagian kita bersama?&lt;br /&gt;I. Keterbukaan konsep "Islam"&lt;br /&gt;Al Qur'an mencatat bahwa konsep "islam" tidak hanya dikenakan kepada agama dan tradisi yang muncul setelah nabi Muhammad.&lt;br /&gt;a. Ibrahim dan Keturunannya&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim (Abraham), Yakub dan sanak keluarganya yang sudah ada jauh sekali sebelum zaman Muhammad, mereka semua disebut sebagai Islam. "Ingatlah ketika Tuhannya berfirman kepadanya, "Islamlah!" Ibrahim menjawab, "Saya telah Islam kepada Tuhan semesta alam". Dan Ibrahim telah mewasiatkan keislaman itu kepada anak-anaknya, dan demikian pula Yakub. …. "Apa yang akan kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, Ishak, yaitu Tuhan Yang Esa dan kami hanya Islam kepada-Nya" (Al Baqarah QS 2:131-133).&lt;br /&gt;b. Pengikut Yesus [Isa Almasih]&lt;br /&gt;Para pengikut dan sahabat-sahabat Yesus yang sejati (Nasrani, Kristen sejati - Hawariyun) disebut Islam [muslimun] "Dan ingatlah ketika Aku ilhamkan kepada hawariyin [pengikut Isa] agar mereka beriman kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku! Mereka menjawab "Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim" (Al Maidah QS 5:111), "… Hawariyin [sahabat-sahabat Isa] menjawab, "kamilah penolong-penolong agama Allah. Kami telah beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim" (Ali Imran QS 3:52).&lt;br /&gt;II.Golongan Orang-Orang Yang Selamat&lt;br /&gt;Berdasarkan salah satu catatan Hadits Ibnu Majah, Yahudi akan pecah menjadi 71 golongan, satu golongan masuk surga, yang 70 lainnya masuk neraka. Kristen pengikut Yesus akan pecah menjadi 72 golongan, satu golongan masuk surga, yang 71 lainnya masuk neraka. Islam pengikut Muhammad akan pecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga, yang 72 lainnya masuk neraka. Mereka yang masuk sorga adalah yang menjalankan sunatullah, perintah Allah.&lt;br /&gt;Hadits tersebut bersesuaian dengan surat Al Maidah 69 [=Al Baqarah 62]: “sesungguhnya orang-orang beriman, baik orang–orang Yahudi, orang-orang Sabiin, dan orang-orang Nasrani [Kristen/pengikut Yesus], BARANG SIAPA yang beriman kepada Allah, kepada hari akhir dan berbuat kebajikan, maka akan masuk surga semua, tidak perlu ragu”.&lt;br /&gt;Penjelasan hadits dan ayat Al Qur'an diatas berkesesuaian juga dengan Alkitab, "Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuan, Tuan! akan masuk ke dalam kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan perintah Allah[sunatullah]" (Matius 7:21)&lt;br /&gt;Dari sumber yang patut dihormati yaitu Hadits Shahih Muslim jilid 1 ayat 9: Islam/aslama artinya berserah diri [pasrah], taat sepenuh hati kepada Allah, selamat damai sejahtera. Kepasrahan [ke-islam-an] adalah bersifat Universal, dengan demikian ke-islam-an adalah milik seluruh dunia, tanpa membedakan golongan keagamaan, suku, bangsa dan bahasa. Hanya Allah yang berhak menilai siapa yang benar-benar Islam[aslama] di hadapan-Nya, dan siapa yang cuma Islam dihadapan manusia saja.&lt;br /&gt;III.Tuhan dan Agama Yang Tauhid [Monotheis]&lt;br /&gt;Tuhan yang satu. Berdasar pemahaman dari surat Al Ankabut QS 29:46 "Dan janganlah kamu berbantah dengan Ahli Kitab melainkan dengan yang lebih baik, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka dan katakanlah:Kami telah beriman kepada yang diturunkan kepada kami (Al Qur'an) dan yang diturunkan kepada kamu (Taurat dan Injil). Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu dan hanya kepada-Nya kami berserah diri". Dinyatakan bahwa Tuhan para Ahlul kitab [Nasrani dan Yahudi] dan pengikut Muhammad adalah Tuhan yang satu dan sama. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Alkitab "Adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar, Ia adalah juga Allah bangsa-bangsa lain" (Roma 3:29).&lt;br /&gt;Agama yang satu. Menurut Hadits Shahih Bukhari 1501: Semua nabi [termasuk Yesus dan Muhammad] agamanya adalah satu. Demikian tertulis: Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya yang lebih dekat dengan Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu". Dengan demikian maka arti ‘beragama Tauhid’ jelas sekali bukan organisasi, apalagi cuma sekedar syariat (tradisi). Pengikut Yesus yang sejati dan pengikut Muhammad yang sejati pada dasarnya agamanya adalah satu, yaitu agama Tauhid[Monotheis].&lt;br /&gt;Semua adalah Saudara dalam agama Tauhid&lt;br /&gt;Dari sumber pertimbangan dan ayat-ayat kitab suci di atas tadi, saya yakin, bahwa dalam hal esensi kitab suci agama-agama Ibrahimik sebenarnya tidak menekankan istilah agama Yahudi, agama Kristen, agama Islam, seolah ada tiga agama yang berbeda, yang ada adalah Agama Tauhid [monotheis] yang di dalamnya terdiri dari berbagai bangsa di seluruh muka bumi termasuk orang Yahudi, orang Nasrani, orang Arab dan orang-orang bangsa lainnya!&lt;br /&gt;Ketauhidan bersifat Universal. Islam bisa disebut sebagai Tauhid, demikian juga agama orang Yahudi dan Nasrani yang benar-benar mengesakan Allah/monotheis tentu bisa pula disebut sebagai tauhid. Namun, sebagai analogi: janganlah kita meniru kefanatikan dan keanehan beberapa 'orang Jakarta' yang sering banyak di antara mereka tidak mau disebut sebagai 'orang Jawa'. Beberapa teman saya di Jakarta suka bilang "gue bukan orang Jawa" padahal notabene Jakarta adalah jelas bagian dari pulau Jawa! Lucu dan aneh sekali bukan ketika orang Jakarta tidak mau disebut sebagai orang Jawa? Demikian juga, jangan sampai golongan Yahudi atau Nasrani [yang monotheis] tidak mau disebut tauhid, karena sebenarnya 'agama Tauhid' tentu bisa disebutkan bagi siapa saja yang mengesakan Allah, termasuk Yahudi dan Nasrani [yang monotheis]. Juga tentu tidaklah patut misalnya jika ada yang dengan subyektif mau mengklaim bahwa bangsa Arab lebih 'tauhid' dari golongan Yahudi atau Nasrani, karena ketauhidan jelas bukan soal bahasa dan bangsa, bukan?&lt;br /&gt;Kalaupun, memang pada kenyataannya, saat ini terdapat "perpecahan", bahkan mungkin "pertengkaran" di antara saudara-saudara sesama Tauhid, saya yakin bukanlah hal ini yang diharapkan oleh para nabi. Perpecahan tersebut hanyalah masalah kepentingan golongan. Sebagaimana yang tertulis dalam Al Qur'an dan Alkitab berikut:&lt;br /&gt;"Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan [agama]nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka masing-masing" (Al-Mu'minun QS 23:53). "Sesungguhnya dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu[demi kepentingannya]" (Yeremia 6:13).&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut menyatakan adanya pengikut-pengikut Nabi dan pengajar-pengajar agama yang telah berbelok dan memecah belah agama. Sebagai seorang kristen, saya sangat paham bahwa sepeninggal Rasul-rasul yang hidup sezaman dengan Yesus Kristus kekristenan menjadi agama Negara yang penuh kepentingan politik, dikendalikan oleh kekuasaan dan dogma-dogma ciptaan manusia. Beberapa contoh perdebatan dalam gereja seperti: Doktrin Trinitas yang menjadikan Yesus sebagai Allah Sejati, hierarki Gereja, otoritas Gereja, Natal pada tanggal 25 Desember, Paskah(Easter) dan lain-lainnya yang semuanya membutuhkan dialog-dialog dan pemikiran ulang yang tentunya harus memiliki dukungan dari teks-teks Alkitab. Saya menduga bahwa hal yang sama mungkin saja terjadi juga pada agama lain seperti Islam dan Yahudi.&lt;br /&gt;Seorang Penulis mengatakan, Sejarah Muhammad tragis. Setelah Muhammad wafat, banyak umat Islam mengikuti pemimpin-pemimpin yang tidak adil dan tidak taat beragama. Khalifah-khalifah yang belakangan tersebut mengubah agama agar sesuai dengan keinginan mereka (Thomas McElwain, Islam In The Bible/ Bacalah Bibel, hal.20).&lt;br /&gt;Karena berbagai-bagai kepentingan kotak agama kekuasaan buatan manusia, maka watak agama cinta kasih - welas asih umat Allah dalam sekejap bisa berubah menjadi spesies yang buas dan garang, lebih ganas dan jahat dari Singa dan Ular yang kelaparan. Hingga Agama bisa berubah wujud menjadi Gama atau petaka pencipta maut!&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang sungguh mencari kebenaran, sudah sepatutnya kita kembali pada ajaran agama Tauhid yang sejati, yang hakiki dari Allah. Dan jangan berpecah belah lagi hanya karena beda bingkai/baju atau kepentingan golongan. Kabar Gembira dalam Al Qur'an menyirami dengan ayat yang indah dan sejuk: "Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang apa yang telah diwariskan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama [dien] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya" (Ash-Syura QS 42:13). Kabar Gembira dalam Injil juga menyejukkan: "Bukankah satu Allah yang menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?" (Maleakhi 2:10).&lt;br /&gt;Sobat-sobat yang bersahaja, yang tulus dan bernurani ilahi, sebagai yang mengaku umat-umat Allah, seharusnya setiap dari kita berupaya benar-benar menjadi insan-insan yang beragama tauhid sejati, bukan cuma berorganisasi kotak agama saja, mari kita menjadi Tauhid dalam perbuatan dan bukan di mulut belaka, supaya kita jangan sampai 'kecantol', main mata, jatuh cinta, selingkuh dan bahkan rela menyeleweng dengan 'agama ciptaan manusia' yang fana dan palsu, hingga hakikat ketauhidan [monotheistik] yang sejati harus terpaksa direlakan untuk dimadu dan tinggal satu atap dengan kemunafikan 'dogma ciptaan manusia' hingga kita terperosok menjadi Islam yang tidak islami dan Kristen yang tidak kristiani. Semoga tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;APA KATA PARA PAKAR ALKITAB &amp; TEOLOG SOAL KEILAHIAN YESUS?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(ditulis berdasar Seminar 28 April 07 di Semarang)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Saya keberatan dengan istilah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Yang benar ya Bapa itu Allah,&lt;br /&gt;Yesus itu jalan menuju Allah"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;"Yesus menegaskan monotheisme. Rumusan 100% Allah dan 100% manusia&lt;br /&gt;tidak tepat! Ini rumusan Kalkedon, bukan kitab suci! "&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;"Rumusan konsili Nikaia (325) inilah yang menjadikan Yesus sebagai Allah Anak. Yesus bukan Allah!&lt;br /&gt;Tapi jalan menuju Allah.&lt;br /&gt;Daripada bahasa dogma, saya lebih memilih bahasa Alkitab! "&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;"Yesus tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Allah.&lt;br /&gt;Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah!&lt;br /&gt;PerjanjianBaru berbicara Yesus sebagai Anak Allah dan tidak pernah Allah Anak"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa kalimat-kalimat tegas dan 'berani' yang telah dikemukankan oleh para teolog dan pakar Alkitab pada acara Seminar dan Diskusi Interaktif KEILAHIAN YESUS KRISTUS DARI PERSPEKTIF ALKITAB, yang diselenggarakan oleh Yayasan Gema Kasih dan Majalah Rohani lintas denominasi Crescendo pada Sabtu, 28 April 2007 Pk. 10.00 - 16.00 di Alam Indah Resto Semarang, dengan mengundang empat orang narasumber yang ahli dalam teologi Alkitab, yaitu: Pdt. Drie S. Brotosudarmo, M.Th. (dosen Kristologi UKSW Salatiga), Profesor JB. Banawiratma (dosen UKDW, Yogya), Romo Tom Jacobs (Guru Besar Emeritus Tafsir Kitab Suci, Sanata Dharma, Yogya), HortensiusF. Mandaru, SSL (Perwakilan dari Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta). Sebagai Moderator pemimpin acara adalah Hanna Li dari majalah Rohani Crescendo.&lt;br /&gt;Acara yang dihadiri sekitar 150 orang dari berbagai denominasi gereja itu diperuntukan kepada para aktivis gereja, pendeta, peminat teologi, mahasiswa teologi, dan dosen-dosen teologi. Diadakan untuk mengupas 'tuntas' sosok Yesus Kristus berdasarkan Alkitab.&lt;br /&gt;Mana yang benar, Yesus Kristus itu Anak Allah atau Allah Anak atau keduanya atau apa ??? Itulah pertanyaan yang telah dilontarkan oleh Crescendo (seperti tertulis dalam Crescendo edisi 323, 2007), dan pertanyaan kontroversial itu dijawab oleh para narasumber melalui makalah dan presentasi yang disampaikan di acara 'langka' tersebut. Masing-masing pembicara membawakan makalah selama 20 menit dan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab interaktif dengan para hadirin.&lt;br /&gt;Sebagai pembicara pertama, Pdt. Drie S. Brotosudarmo, M.Th., yang saat itu datang bersama anaknya yang juga seorang pendeta. Dengan suaranya yang lantang, beliau menyampaikan,"Yesus adalah Anak Allah, bukan Allah Anak, ini saya tegaskan". Dalam kesempatan berikutnya pembicara asal Salatiga itu menekankan pula bahwa "Di dalam Yesus kita dapat mengenal Allah", jelasnya.&lt;br /&gt;Pembicara ke dua, Prof. J.B. Banawiratma menyampaikan, "Saya juga tidak mengatakan Yesus itu Allah. Yesus itu Anak Allah". Profesor yang juga sering disapa sebagai 'Romo Bono' ini mengatakan bahwa dogma Yesus sebagai Allah itu adalah hasil rumusan Konsili Nikaia (325). "Konsili Nikaia inilah yang menjadikan Yesus sebagai Allah Anak" begitulah katanya. Beliau menegaskan pula bahwa konsili-konsili itu tidak Alkitabiah, ungkapnya "Kesalahannya adalah dogma teologi-teologi dianggap bisa memberikan kesimpulan [tentang trinitas, pen.] yang terjangkau, padahal tidak". "Saya asing [maksudnya: tidak setuju] dengan bahasa dogma, saya lebih memilih yang sederhana yaitu bahasa Alkitab", lanjutnya, "Yesus bukan Allah tapi Yesus jalan menuju Allah". Beliau menekankan pula bahwa memang saat ini jemaat-jemaat sudah punya tradisi bahwa Yesus itu adalah Allah. "Gereja sangat sulit mengubah teks liturgis yang bernada dogmatis", begitu ungkapnya. Beliau sempat mengungkapkan juga bahwa jika andaikata gereja-gereja memang sepakat untuk merombak dogma liturgis [mungkin maksudnya soal Trinitas, pen.], ya silahkan saja.&lt;br /&gt;Pembicara ke tiga, Romo Tom Jacobs. Guru Besar ahli dogma lulusan Roma ini telah menyampaikan pendapat-pendapat yang sangat 'tajam' dan 'berani'. Cara berbicara Romo Tom yang khas 'tenang tetapi tajam berwibawa' dan tutur katanya 'enak didengar', tetapi berkali-kali apa yang disampaikannya tampak mengagetkan para hadirin yang mendengarnya, juga di antara hadirin ada seorang pendeta yang sempat terkesan seperti emosi ketika mendengar penjelasan-penjelasan Romo Tom. Beberapa perkataan Romo Tom yang lembut, tenang tetapi 'berani' di antaranya: "Saya keberatan dengan istilah Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus"; "Yesus itu jalan menuju Allah. Rumusan 100% Allah, 100% manusia itu tidak tepat"; "Rumusan 100% Allah 100% manusia ini hasil Kalkedon, bukan kitab suci"; "[di Alkitab] Yesus tidak pernah disebut sebagai Allah sejati". Dan ketika ada salah seorang yang menanyakan Yohanes 1:1 [frase:'Firman itu adalah Allah'], Romo Tom menegaskan: "Yohanes justru menekankan bahwa Firman tidak sama dengan Allah, tapi bersama-sama dengan Allah". Pendapat Romo Tom tersebut dikuatkan pula oleh Prof. B.J. Banawiratma dan Hortensius F. Mandaru, SSL. dari LAI.&lt;br /&gt;Pembicara ke empat, Hortensius Florimond Mandaru, seperti di catat majalah Crescendo, beliau menyelesaikan studi filsafat (S1) di Sekolah Tinggi Filsafat "Driyakara"-Jakarta (1989), S1 Teologi "Wedabhakti" Yogyakarta (1993) dan mendapat gelar Sacred Scripture Licenciate (SSL) dari Pontifical Biblical Institute, Roma (1999). Beliau pernah mejadi Dosen Tafsir PB di STF Driyarkara Jakarta (1999-2002), Dosen Kitab Suci di Fakultas Pendidikan dan Keguruan Unika Atmajaya-Jakarta (2002-2003) dan sejak tahun 2004 menjadi Pembina Penerjemahan di Departemen Penerjemahan LAI-Bogor sampai sekarang. Dalam seminar 28 April 2007 soal keilahian Yesus itu, beliau mengungkapkan pula hal-hal yang senada dengan yang telah disampaikan ketiga pembicara yang lain, di antaranya: "Yesus tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Allah"; "Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah!", Hortensius yang sangat paham bahasa Ibrani dan Yunani itu menegaskan pula: "Harus ditegaskan bahwa dalam Perjanjian Baru tidak pernah ada rumusan 'Yesus adalah Allah' ".&lt;br /&gt;Ketika ada peserta yang menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan teori dogma Trinitas bahwa Allah itu tiga pribadi tapi satu/esa, apakah kata "Esa" atau "Echad" di dalam Alkitab berarti 'satu-tunggal secara numerik' atau bisa diartikan 'kesatuan/himpunan'? Hortensius dan Romo Tom bergantian menjawab dengan jawaban tegas yang senada: "Esa, Echad itu betul-betul satu - tunggal, satu dalam numerik bukan kesatuan!". Argumen tersebut 'dikuatkan' pula oleh lontaran Moderator dengan menyitir ayat 1Timotius 2:5 dan Yosua 12: 9-24, yang berbibacara tentang ke-Esa-an.&lt;br /&gt;Di ujung acara seminar tersebut, salah satu hal yang sangat mengesankan [mungkin mengagetkan bagi beberapa orang] adalah ketika ada seorang yang bertanya pada Romo Tom tentang bagaimana pengalamannya selama menjadi pengikut Yesus? Demikianlah Romo Tom menjawab dan menceritakan: "Itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat bagus" jawab beliau sebelum kemudian melanjutkan, "Dulu sebelum tahun 1974, kehidupan saya tidaklah baik, dan saat itu -sebelum 1974, saya yakin Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia, ….. Tetapi, setelah tahun 1974 sampai sekarang, saya tidak lagi berdoa kepada Yesus, tapi saya berdoa bersama-sama Yesus dengan dorongan Roh Kudus. ….. Saya lebih kristiani sejak percaya Yesus bukan Allah daripada saat dulu saya percaya Yesus Allah …". Itulah ungkapan pengalaman hidup yang sempat disampaikan Romo Tom.&lt;br /&gt;Kesimpulan dan jawaban dari pertanyaan 'Siapakah Yesus menurut Alkitab, apakah dia Allah sejati atau bukan?', para narasumber tampaknya mereka sepakat: Yesus itu bukan Allah sejati, Allah adalah Bapa dan Yesus itu utusan Allah yang menjadi jalan bagi manusia untuk menuju pada Allah. Nah, jika para narasumber yang ahli dan pakar Alkitab tersebut ternyata mengimani Yesus sebagai utusan Allah, sebagai jalan menuju Allah dan bukan Allah sejati, bagaimana dengan iman kita masing-masing [para pembaca]?&lt;br /&gt;Arus utama kekristenan yang mengimani rumusan konsili-konsili gereja menyatakan Yesus adalah pribadi kedua dari Allah Trinitas (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus). Mungkin banyak orang mengira bahwa dogma Trinitas [yang mengatakan Yesus adalah Allah sejati] tentu saja diimani oleh para teolog dan pakar-pakar Alkitab, namun ternyata perkiraan itu tidak tepat karena kini terbukti para pakar Alkitab dan teolog banyak yang tegas menyatakan bahwa Yesus itu bukanlah Allah sejati. Apakah ini artinya bahwa dogma Trinitas yang 'lahir' dari hasil rumusan konsili-konsili gereja ribuan tahun yang lalu itu kini sudah waktunya untuk betul-betul ditinjau ulang, atau dirombak, atau bahkan ditinggalkan samasekali? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2841025446355948121-2058479209466828816?l=fransdonald.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fransdonald.blogspot.com/feeds/2058479209466828816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2841025446355948121&amp;postID=2058479209466828816' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/2058479209466828816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2841025446355948121/posts/default/2058479209466828816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fransdonald.blogspot.com/2007/05/kristen-tauhid.html' title='Kristen Tauhid'/><author><name>angeleyes</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13500515199643120121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ry2MnbjDAu4/R9UDxYI0qvI/AAAAAAAAAAc/ob91HFNm0sw/S220/IMG_0002.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ry2MnbjDAu4/SemREEbtRnI/AAAAAAAAABs/jqFV9ZYpKl0/s72-c/FD1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry></feed>
